Ilustrasi bersantai sambil minum kopi (unsplash.com/Photo by Ceyda Çiftci)
Beberapa tahun terakhir, street kopi atau kedai kopi sederhana di pinggir jalan semakin populer di kalangan Gen Z. Tempat seperti ini bukan hanya menawarkan kopi dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi ruang untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari.
“Tingkat kebisingan latar belakang yang moderat, seperti yang Anda temukan di kedai kopi, sebenarnya dapat meningkatkan konsentrasi karena cukup merangsang untuk membuat otak tetap aktif,” kata Catherine Franssen, PhD, asisten profesor di Sekolah Ilmu Kehidupan dan Keberlanjutan di Universitas Virginia Commonwealth dikutip dari Real Simple.
Suasana kafe atau tempat ngopi dapat memberikan efek psikologis positif karena adanya interaksi sosial ringan dan lingkungan yang berbeda dari rutinitas sehari-hari. Keberadaan orang lain di sekitar kita dapat membantu menciptakan rasa nyaman dan keterhubungan sosial
"Ketika kamu berada di sekitar orang-orang yang sedang bekerja, kamu cenderung akan mengikuti jejak/ritme mereka. Bahkan tanpa interaksi langsung, mungkin ada sedikit tekanan untuk tetap fokus pada tugas. Kehadiran orang lain meningkatkan gairah fisiologis, yang dapat meningkatkan kinerja pada tugas-tugas yang sudah dipelajari dengan baik atau tugas-tugas yang mudah,” kata psikolog klinis Nicole Moshfegh, PsyD dikutip dari laman yang sama.
Selain itu, nongkrong di street kopi sering menjadi bentuk self care yang murah tetapi efektif. Dengan harga belasan ribu rupiah, seseorang bisa menikmati suasana santai, berbincang dengan teman, atau sekadar menikmati waktu sendiri tanpa tekanan. Aktivitas sederhana seperti ini membantu mengurangi stres sekaligus memberi jeda dari rutinitas yang melelahkan.