ilustrasi memberi dukungan pada pasangan (unsplash.com/Vitaly Gariev)
Setelah mendengar cerita dan menyampaikan pendapat, keputusan tetap berada di tangan orang yang menjalani impian tersebut. Kamu boleh mengingatkan soal risiko, menunjukkan hal yang belum dipikirkan, atau menyarankan pilihan lain. Namun, jangan terus memaksa seseorang mengikuti keputusanmu hanya karena menurutmu itu pilihan yang paling masuk akal.
Tidak semua keputusan harus terlihat masuk akal bagi orang lain sejak awal. Selama orang tersebut memahami konsekuensinya dan bersedia menanggung hasil dari pilihannya, biarkan dia menentukan langkah yang ingin diambil. Bersikap realistis bisa berjalan bersama dengan menghargai pilihan orang lain, tanpa perlu ikut menentukan hidup mereka.
Impian seseorang memang tidak selalu mudah untuk diwujudkan, tetapi bukan berarti layak ditertawakan hanya karena terlihat mustahil. Kalau kamu punya kekhawatiran, etika bersikap realistis tanpa meremehkan impian orang lain perlu dilakukan. Sampaikan masukan dengan cara yang membantu orang tersebut melihat sudut pandang yang lain. Yuk, mulai biasakan memberi masukan yang jujur tanpa membuat orang lain merasa harus mengecilkan mimpinya!