Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Etika Minta Tolong OB Membelikan Makan Siang, Jangan Seenaknya
ilustrasi makanan (pexels.com/Andaru Firmansyah)
  • Karyawan yang menitip makan siang kepada OB perlu memberi tahu 1–2 jam sebelumnya dan memilih tempat makan dekat kantor agar tidak mengganggu tugas maupun waktu istirahatnya.
  • Pesanan sebaiknya dicatat jelas, terutama bila banyak titipan dan permintaan khusus; karyawan juga perlu siap menghadapi kemungkinan pesanan tertukar tanpa bersikap emosional.
  • OB tidak wajib membelikan makanan, sehingga permintaan harus disampaikan sopan, disertai terima kasih, serta perhatian seperti membelikan menu sama atau memberikan tip sebelum berangkat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di kantor kamu biasanya makan siang di mana? Kalau dirimu membawa bekal dari rumah, tentu simpel sekali. Begitu jam istirahat, kamu tinggal menyantap bekal. Hemat waktu dan uang.

Jika dirimu gak membawa bekal makan siang, pilihannya hanya beli sendiri atau minta tolong OB (office boy) untuk membelikannya. Opsi terakhir kerap dipilih karena sangat memudahkan karyawan. Apalagi saat kamu sibuk, beli makan sendiri pasti malas.

Bahkan buatmu, sekadar membuka aplikasi pesan antar juga sudah gak fokus. Pun OB memang sering dititipi para karyawan buat membeli makan siang. Sekalipun ini wajar dan dia gak pernah keberatan, kamu wajib memahami enam etika minta tolong OB membelikan makan siang berikut ini.

1. Jangan mendadak, bilang 1 atau 2 jam sebelumnya

ilustrasi nasi ayam (pexels.com/Umar ben)

Kalau kamu baru bilang begitu saat jam istirahat tiba, OB mungkin sudah pergi untuk membelikan pesanan karyawan lainnya. Atau ia ada di kantor, tetapi sedang mengerjakan tugas penting. Misalnya, dia lagi membereskan ruangan yang akan dipakai untuk rapat begitu istirahat selesai.

Bahkan bila semua OB tengah santai makan siang, tidak etis untukmu menyela dengan perintah untuk membelikan makanan. Lagi pula, semua tempat makan cenderung penuh di jam makan siang. Jika dirimu memberikan perintah mendadak, bisa-bisa makan siangmu datang terlalu lama.

2. Tempat makan sekitar kantor saja

ilustrasi makan bersama (pexels.com/Mikhail Nilov)

Pemilihan tempat makan juga mesti dipertimbangkan dengan bijaksana. Bila lokasinya jauh, padahal jam istirahat terbatas dan hari sangat panas, kamu menyiksa OB yang disuruh membelikan makanan. Mending memesan lewat aplikasi apabila restorannya jauh dari kantor.

Untuk sekadar makan siang, bersikaplah fleksibel. Jangankan di luar pagar kantor, di kantin pun sebenarnya ada banyak menu lezat serta terjangkau. Mintalah OB buat membelikan makanan dan minuman di warung terdekat.

Kalau karyawan lain juga menitip, usahakan rumah makannya sama. OB menjadi gak perlu pergi ke beberapa warung. Jika sesama karyawan benar-benar beda selera, terpenting restorannya masih berdekatan serta searah.

3. Kalau perlu bikin catatan

ilustrasi aneka hidangan (pexels.com/kevin yung)

Biasanya OB membelikan banyak pesanan. Wajar kalau ia kesulitan mengingat pesanan yang berbeda-beda. Apalagi, setiap orang memesan menu yang spesifik. Misalnya, nasi Padang tanpa sayur nangka, tapi daun singkongnya saja.

Ada juga karyawan yang minta es tehnya jangan terlalu manis. Karyawan berikutnya memesan nasi sayur dengan telur, tapi telurnya harus bulat dan dimasak balado. Bukan telur ceplok balado apalagi dadar biasa.

Buatlah catatan untuk pesanan semua karyawan di rumah makan yang sama. Ini akan sangat memudahkan tugas OB. Ia hanya perlu memberikan catatan tersebut kepada pelayan dan meminta setiapnya diberi nama pemesan sesuai daftar tersebut. Ini memperkecil kemungkinan pesanan keliru.

4. Risiko titip beli, harus siap kalau ada kesalahan

ilustrasi sekotak makanan (pexels.com/Sóc Năng Động)

Walaupun OB sudah membawa catatan, bukan berarti tidak mungkin terjadi kekeliruan. Makin detail pesananmu, risiko salah makin besar. Kamu harus paham bahwa pelayan rumah makan tidak hanya menyiapkan pesananmu.

Terlebih di jam padat pengunjung menjelang makan siang. Fokusnya pasti terpecah karena harus melayani dengan sangat cepat. Kesalahan juga bisa dilakukan oleh OB ketika mengantarkan pesanan ke tiap meja.

Kamu jangan gampang emosi hanya karena perkara sepele. Miliki kemampuan untuk tetap fleksibel. Jika pesananmu yang tertukar tetap gak ketemu, tak usah marah-marah. Toh, makanannya pasti sangat layak disantap dan sama-sama enak.

5. Belikan makanan yang sama atau beri tip

ilustrasi makan bersama (pexels.com/Matheus Bertelli)

Bayangkan seandainya kamu yang menjadi OB tersebut. Dirimu harus membelikan banyak sekali pesanan tiap siang. Menu yang dipilih juga enak-enak. Selalu ada sumber protein seperti telur dan ayam.

Sementara itu, di siang hari tentu semua orang lapar dan ingin makan. Padahal, waktu istirahat OB telah tersita hampir seluruhnya untuk membeli serta mengantar makanan ke setiap meja.

Etikanya, setidaknya salah satu karyawan yang bertugas menitipkan makanan juga membelikannya menu yang sama. Jangan makanan buat OB dibedakan. Contohnya, kamu pesan nasi rendang, sementara OB cuma dibelikan nasi sayur dan kerupuk.

Pilihan lain adalah memberinya uang sebelum dia pergi. Dari seluruh tip yang terkumpul, ia bisa memilih sendiri makan siang yang diinginkan. Bila tip diberikan setelah pesananmu datang, OB kudu keluar lagi untuk membeli makan siangnya sendiri. Gak semua orang membawa uang saku dari rumah, apalagi bila penghasilannya minim.

6. Bicara dengan sopan, baik sebelum maupun sesudahnya

ilustrasi makan bersama (pexels.com/Artem Podrez)

Terkadang ada karyawan yang memandang rendah karyawan lain hanya karena perbedaan posisi. Padahal, semua posisi di kantor penting. Tanpa OB, kantor akan sangat kotor.

Pekerjaan juga menjadi ribet karena gak ada orang yang bisa dimintai tolong untuk memfotokopi berkas, misalnya. Lagi pula, tugas utama OB sebenarnya hanya mengurus hal-hal yang berkaitan langsung dengan kantor. Mereka gak punya kewajiban untuk mau disuruh membelikan makanan atau minuman.

OB berhak menolak perintah tersebut. Oleh sebab itu, kamu harus berbicara dengan sopan saat memerlukan bantuannya untuk membeli makan siang. Selalu awali dengan permintaan tolong atau pertanyaan. Nanti siang ia dapat membelikan makanan atau tidak. Setelah ia menyanggupi, ucapkan terima kasih. Pesanan datang, kemudian ulangi terima kasihmu.

Kamu sangat boleh meminta tolong pada OB untuk membelikan makan siang atau hal-hal lainnya. Akan tetapi, barengi dengan enam etika minta tolong OB membelikan makan siang dengan sopan. Hindari bertindak semena-mena bahkan ketika menu yang datang kurang sesuai dengan keinginan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article