Comscore Tracker

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh Tuhan

Bermodal pensil, banyak perubahan yang diambil dari menulis

Konferensi Pers secara virtual oleh Wardah dengan tema 'Feel the Beauty, Cantikmu Siap Hadapi Dunia" telah diselenggarakan pada Rabu 12/8/2020 pukul 10.30 WIB. Melalui acara ini, Wardah merayakan ulang tahunnya ke 25 dengan menampilkan lagu Wardah terbaru yang dibawakan oleh penyanyi Tulus. 

Selain itu, berbagai narasumber dari lintas profesi seperti Marchella Febritrisia Putri, Soraya Cassandra, Tasha Khalida, dan Nadhira Afifa, didapuk sebagai narasumber. Melalui acara ini, mereka juga membagikan inspirasi serta pandangannya terhadap peran perempuan. Berikut rangkuman diskusi dan acara yang telah dirangkum oleh IDN Times. 

1. Konsistensi Wardah dalam menghadirkan makna kecantikan tidak hanya berasal dari luar, tapi juga melalui kolaborasi dengan sosok inspiratif

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh TuhanWardah Feel The Beauty “Cantikmu Siap Hadapi Dunia”. 12 Agustus 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

Salman Subakat, CEO PT. Paragon Technology and Innovation, memberikan sambutannya di awal acara. "Kita ingin berbagi inspirasi, dari sebuah perusahaan yang simpel berubah menjadi seperti sekarang. Perjalanan ini gak mudah dan seru banget. Banyak cerita yang bisa kita bagi bareng-bareng. Saat sebuah kesuksesan itu jauh melebihi impian founder, berarti itu bukan hanya dari upaya sendiri. Saya rasa ini bukan milik kita sendiri, tapi juga kita semua. Semua perempuan Indonesia," terangnya. 

Konsistensi Wardah dalam memberi makna kecantikan, tidak hanya berasal dari luar. Mereka melakukan kolaborasi bersama sosok inspiratif untuk tetap berdaya, berkarya, dan berprestasi. Pihaknya terus melakukan inovasi bukan hanya untuk produk atau pelayanan, tapi juga inovasi dalam berbagai bidang. 

2. Aura itu terpancar saat perempuan tahu apa yang dia mau dan dia kejar

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh TuhanWardah Feel The Beauty “Cantikmu Siap Hadapi Dunia”. 12 Agustus 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

Salah satu sosok inspiratif yang hadir dalam acara ini adalah penulis Marchella FP. Ia berbagi pandangannya tentang peran perempuan, bagaimana perempuan mengejar mimpi, dan perjalanan awalnya menjadi penulis serta ilustrator. 

"Aku bersuara lewat tulisan, aku bercerita lewat tulisan. Tanpa sadar, aku yang sekadar berkarya ini, ternyata bisa mengangkat bahwa perempuan punya kesempatan yang sama untuk menggapai mimpi. Lewat karya yang mungkin sederhana sekali, menulis itu modalnya dari pensil, tapi banyak perubahan yang diambil. Jangan memperkecil suara perempuan karena itu adalah awal dari pergerakan," tuturnya. 

Sosok Marchella cukup dekat dalam benak millennials dan Gen Z. Sebutlah bukunya Generasi 90an, NKCTHI, dan KTBB yang populer dan digandrungi anak muda. Lantas, bagaimana awal mula perempuan yang kerap disapa Cecel ini memilih profesi jadi penulis? 

"Aura itu terpancar saat perempuan tahu apa yang dia mau dan dia kejar. Aku orang yang dulunya penakut, perempuan jangan ini, jangan itu. Itu aku sangat pegang dan percayai sampai mengikuti pattern, pola yang sudah ada. Sampai aku mikir dan ada di satu titik, kita dititipkan potensi oleh Tuhan, kenapa tidak dimanfaatkan?" pungkas Cecel. 

3. Selanjutnya, Soraya Cassandra meredefinisi cantik sebagai cerminan dari ibu pertiwi

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh TuhanWardah Feel The Beauty “Cantikmu Siap Hadapi Dunia”. 12 Agustus 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

Soraya Cassandra, Co-Founder dari Kebun Kumara, membagikan pandangannya bahwa kegiatan di lingkungan seperti berkebun, yang ternyata memberi nilai-nilai kehidupan. Melalui alam, ia berujar bahwa alam itu sebenarnya bukan sesuatu yang terpisah dari manusia. 

"Kegiatan bersama alam itu bisa dikaitkan dengan tema yang lebih besar. Seperti misalnya kemandirian, kepercayaan diri. Itu semua yang mengingatkan kembali bahwa definisi cantik itu sebenarnya tidak baku. Value yang secara besar kita akui dan sadari adalah saling menopang satu sama lain," tambahnya.

Bagi Soraya, cantik itu merupakan cerminan dari ibu pertiwi. Motherly yang memberi sayang pada sekitarnya, sesuatu yang memungkinkan manusia mampu berpikir secara mendalam dan jangka panjang. "Jadi, dia bukan hanya berpikir sekarang, tapi juga masa berkelanjutan. Semesta sudah memberi keagungan yang cemerlang," terang Soraya. 

Baca Juga: Pandangan Nurhayati Subakat Terkait WFH & Bisnis Kosmetik New Normal

4. Semua perempuan itu punya kesempatan yang sama, asalkan kita percaya pada diri sendiri, punya kemauan belajar, dan mau berkolaborasi

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh TuhanWardah Feel The Beauty “Cantikmu Siap Hadapi Dunia”. 12 Agustus 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

Lain lagi dengan Tasha Khalida, educator yang berkecimpung di bidang pendidikan. Ia percaya bahwa semua perempuan punya kesempatan yang sama, asalkan mereka percaya sama dirinya, punya kemauan belajar, dan kolaborasi. 

Pada masa pandemik ini, Tasha akan melakukan kolaborasi untuk membantu anak yang belajar dengan sistem jarak jauh. Pihaknya membuat media belajar untuk anak yang membutuhkan. Ia mulai menerapkan media belajar kreatif supaya pendidikan tetap berjalan.

Saat ditanya definisi cantik itu seperti apa, ia menuturkan bahwa "Cantik itu adalah perempuan yang punya semangat, terus belajar di bidang yang dia suka, dan mau memberi manfaat bagi orang-orang di sekitarnya," terang Tasya. 

5. Bagi Nadhira Afifa, dokter lulusan Harvard University, perempuan itu penting untuk update wawasan dan keahlian

Marchella FP: Kita Dititipkan Potensi oleh TuhanWardah Feel The Beauty “Cantikmu Siap Hadapi Dunia”. 12 Agustus 2020. IDN Times/Fajar Laksmita

Dikenal sebagai dokter teladan yang merupakan lulusan dari Harvard University, ia sebagai tenaga medis yang berada dalam bidang kesehatan, menuturkan bahwa penting bagi perempuan untuk bisa membagi waktu dan peran."Jadi, menurut aku, yang terpenting adalah update wawasan, skill, dan peran perempuan di rumah serta kontribusi bagi negara dan masyarakat," tambah Nadhira.

Bagi Nadhira, cantik itu bukan sekadar paras, bukan sekadar tampilan. Cantik itu lebih terpancar dari dalam. "Cantik itu bisa memberi manfaat sebanyak mungkin. Aku suka orang yang bermanfaat bagi orang lain, bukan hanya peduli bagi diri sendiri. Di mana dia bisa memberi manfaat positif bagi semua orang," tambah Nadhira. 

Itu tadi rangkaian acara dari Wardah serta pandangan beberapa narasumber terkait redefinisi cantik yang sesungguhnya. 

"Beauty begins the moment you decide to be yourself" -Coco Chanel-

Baca Juga: Wardah Inspiring Teacher 2020, Program Kolaboratif Guru Indonesia

Topic:

  • Fajar Laksmita Dewi
  • Febriyanti Revitasari

Berita Terkini Lainnya