Bayangkan kamu baru saja pulang dari acara kumpul-kumpul bareng teman, tapi rasanya energi kamu benar-benar terkuras sampai nol persen. Bukannya senang, kamu justru merasa pusing, sensitif banget terhadap suara, dan ingin mengurung diri di kamar gelap seharian tanpa gangguan. Fokus pada kesehatan mental penyandang autisme itu penting banget, apalagi kalau kamu sering merasa harus "akting" jadi orang normal demi diterima lingkungan. Fenomena ini sering disebut gejala autistic burnout yang gak boleh kamu sepelekan begitu saja karena bisa berdampak panjang, lho.
Kalau kamu terus-terusan memaksakan diri tanpa tahu batasnya, kondisi ini bisa berdampak buruk untuk keseharian dan produktivitasmu. Kamu mungkin bakal merasa kehilangan kemampuan yang biasanya kamu kuasai dengan mudah atau merasa terjebak dalam depresi yang sangat dalam. Jangan sampai kamu merasa sendirian dan terjebak dalam siklus yang bikin mental kamu hancur berkeping-keping, ya. Yuk, kenali tanda-tandanya dan cari tahu cara menanganinya biar kamu bisa berinteraksi dengan orang lain dengan bebas!
