"Daripada memaknai glow up hanya sebagai transformasi fisik, fokusnya perlu diarahkan pada pertumbuhan dari dalam diri, seperti membangun ketangguhan, memahami nilai hidup, meningkatkan kematangan emosional, dan menerima diri sendiri," ujar Annabelle Chow, psikolog klinis dan pendiri Annabelle Psychology, dikutip dari Her World.
Glow Up Bukan Soal Fisik, Ini Hal yang Justru Banyak Dibahas Netizen

Istilah glow up sudah lama identik dengan perubahan penampilan, mulai dari kulit yang lebih sehat, tubuh yang lebih ideal, hingga gaya berpakaian yang makin menarik. Namun belakangan, banyak netizen mulai mempertanyakan definisi tersebut dan menganggap bahwa glow up tidak selalu harus terlihat secara fisik.
Di media sosial, semakin banyak orang membagikan pengalaman bahwa perubahan terbesar dalam hidup mereka justru datang dari kesehatan mental yang lebih baik, hubungan yang lebih sehat, hingga kemampuan menerima diri sendiri. Daripada mengejar kesempurnaan, glow up kini lebih sering dimaknai sebagai proses menjadi versi diri yang lebih bahagia dan autentik. Berikut beberapa hal yang banyak dibahas netizen tentang glow up nonfisik.
1. Belajar menerima diri sendiri

Banyak netizen menganggap bahwa glow up yang sesungguhnya dimulai saat seseorang berhenti terus-menerus mengkritik dirinya sendiri. Proses menerima kekurangan dan menyadari bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda dianggap sebagai perubahan yang jauh lebih berarti daripada sekadar transformasi penampilan.
Ketika seseorang tidak lagi menjadikan standar orang lain sebagai tolok ukur, rasa percaya diri biasanya tumbuh dengan lebih sehat. Mereka juga cenderung lebih fokus pada perkembangan diri daripada sibuk membandingkan hidupnya dengan apa yang terlihat di media sosial.
2. Berani meninggalkan hubungan yang tidak sehat

Tidak sedikit netizen yang mengaku mengalami perubahan besar setelah mulai menjaga batasan dalam hubungan. Mereka belajar bahwa mempertahankan hubungan yang membuat stres, baik dengan pasangan, teman, maupun keluarga, sering kali justru menghambat pertumbuhan diri.
Memilih menjauh dari lingkungan yang toxic memang tidak mudah, tetapi banyak orang merasa hidup mereka menjadi lebih tenang setelah melakukannya. Karena itu, kemampuan menetapkan batasan yang sehat kini sering disebut sebagai salah satu bentuk glow up yang paling penting.
3. Tidak lagi haus validasi dari media sosial

Di era media sosial, mudah sekali terjebak dalam keinginan untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Mulai dari jumlah likes, komentar, hingga jumlah pengikut sering kali tanpa sadar dijadikan ukuran keberhasilan dan kebahagiaan.
Namun, semakin banyak netizen yang mengaku merasa lebih lega setelah mengurangi kebiasaan tersebut. Mereka mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu harus diumumkan kepada orang lain dan tidak semua pencapaian membutuhkan validasi publik.
"Apa yang awalnya dimulai sebagai upaya untuk merasa lebih baik melalui penampilan, gaya hidup, atau estetika tertentu bisa dengan cepat berubah menjadi pencarian validasi dari luar yang tidak ada habisnya," ujar Annabelle Chow.
4. Menempatkan kesehatan mental sebagai prioritas

Dulu, banyak orang lebih fokus pada perubahan fisik dibandingkan kondisi mental mereka. Kini, semakin banyak netizen yang terbuka membicarakan pentingnya menjaga kesehatan mental, mulai dari mengelola stres hingga mencari bantuan profesional saat dibutuhkan.
Kesadaran ini membuat banyak orang memahami bahwa tubuh yang terlihat baik dari luar belum tentu mencerminkan kondisi yang sehat secara emosional. Karena itu, memiliki pikiran yang lebih tenang dan stabil dianggap sebagai bentuk glow up yang tidak kalah penting.
"Pertumbuhan yang sesungguhnya tidak selalu terlihat secara kasat mata. Pertumbuhan itu tercermin dari bagaimana kamu memperlakukan diri sendiri, bagaimana kamu hadir untuk orang lain, dan bagaimana kamu menjalani nilai-nilai yang kamu Yakini," ujar Annabelle Chow.
5. Fokus pada perkembangan diri, bukan kesempurnaan

Banyak netizen kini mulai meninggalkan pola pikir bahwa glow up harus menghasilkan versi diri yang sempurna. Sebaliknya, mereka lebih menghargai proses bertumbuh secara perlahan melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang konsisten.
Mulai dari membaca buku, belajar keterampilan baru, hingga memperbaiki pola tidur dianggap sebagai bentuk perkembangan yang patut diapresiasi. Meski tidak selalu terlihat oleh orang lain, perubahan tersebut sering kali memberikan dampak yang lebih besar dalam jangka panjang.
6. Menjalani hidup sesuai versi terbaik diri sendiri

Media sosial sering membuat seseorang merasa harus mengikuti tren tertentu agar dianggap berhasil. Padahal, apa yang cocok untuk orang lain belum tentu sesuai dengan kebutuhan dan tujuan hidup kita sendiri.
Karena itu, banyak netizen menilai glow up yang paling bermakna adalah ketika seseorang berhenti mengejar standar hidup orang lain. Mereka memilih menjalani hidup dengan cara yang terasa lebih sehat, nyaman, dan sesuai dengan nilai yang diyakini.
Pada akhirnya, glow up tidak selalu harus ditandai dengan perubahan fisik yang mencolok. Justru, perubahan cara berpikir, kesehatan mental yang lebih baik, dan kemampuan menerima diri sendiri sering kali menjadi transformasi yang paling bermakna dan bertahan lama.



















