5 Hadis Nabi tentang Perintah Menulis, Manfaatnya Luar Biasa!

Seiring perkembangan zaman yang semakin maju, kini menulis tidak hanya dilakukan pada objek kertas atau pun benda lainnya. Saat ini kita dapat menulis sesuatu apa pun dengan mudah dan kapan pun kita mau dengan menggunakan berbagai platform digital yang tersedia di internet.
Selain kita diperintahkan untuk membaca, ternyata di dalam Al-Qur'an dan Hadis terdapat juga perintah untuk menulis. Hal ini dikarenakan menulis merupakan kegiatan yang penting dan memiliki banyak sekali manfaat. Berikut lima Hadis Nabi Muhammad Saw yang menjelaskan tentang perintah untuk menulis, yuk simak dengan baik!
1. Alasan kitab suci Al-Qur'an perlu ditulis dan dibukukan

Dari Zaid bin tsabit mengatakan, ketika itu Abu Bakar bersama Umar. Abu Bakar berkata:
"Bahwasanya Umar mendatangiku dan mengatakan, "Sesungguhnya perang Yamamah telah berkecamuk (menimpa) para sahabat, dan aku khawatir akan menimpa para penghafal Al-Qur'an di negeri-negeri lainnya sehingga banyak yang gugur dari mereka kecuali engkau memerintahkan pengumpulan (pendokumentasian) Al-Qur'an." Abu Bakar berkata kepada Umar, "Bagaimana aku mengerjakan suatu proyek yang tidak pernah dikerjakan Rasulullah ﷺ?" Umar menjawab, "Demi Allah hal itu adalah sesuatu yang baik." Aku pun terus mengulanginya, sehingga Allah melapangkan dadaku sebagaimana melapangkan dada keduanya (Abu Bakar dan Umar). Lalu aku kumpulkan Al-Qur'an (yang ditulis) pada kulit, pelepah kurma, dan batu putih lunak, juga dada (hafalan) para sahabat. (HR. Bukhari)
Meskipun pada awalnya Khalifah Abu bakar menolak usulan pembukuan Al-Qur'an, namun karena menimbang beberapa hal, akhirnya abu bakar menyetujuinya. Kemudian disempurnakanlah penulisan dan pembukuan Al-Qur'an pada masa Khalifah Usman bin affan atau yang sekarang dikenal sebagai Mushaf Utsmani. Kini mushaf ini sangat berguna dan mudah untuk dipelajari oleh umat Islam.
2. Sempat dilarang penulisan Hadis Nabi, namun kemudian diperbolehkan

Dari Abu Hurairah dia berkata:
Ada seorang lelaki dari kaum Anshar yang duduk ke hadapan Nabi ﷺ, lalu mendengarkan hadits dari Nabi ﷺ dan dia terkagum-kagum, tetapi dia tidak dapat menghafalnya, maka dia mengadu kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Wahai Rasulullah sesungguhnya aku mendengar hadits darimu dan hadits tersebut membuat aku terkagum-kagum, akan tetapi aku tidak dapat menghafalnya, ' maka Rasulullah ﷺ menjawab, "Gunakanlah bantuan dengan tangan kananmu seraya memberikan isyarat dengan tangannya untuk menulis." (HR.Tirmidzi)
Pada awalnya, terdapat sebuah larangan penulisan Hadis Rasulullah Saw dikarenakan takut tercampur dengan Al-Qur'an dan nantinya akan sulit untuk membedakan keduanya. Kemudian setelah umat islam semakin banyak dan mereka dapat memahami perbedaan antara Al-Qur'an dan Hadis, maka larangan tersebut digugurkan. Andai saja Hadis-Hadis tersebut dulu tidak dituliskan dan dikumpulkan dalam sebuah kitab, niscaya akan sulit mencarinya dan mungkin saja hilang di tengah peradaban.
3. Menulis dapat menambah wawasan dan pengetahuan

Telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Manshur ia berkata:
"Aku pernah berkata kepada Ibrahim: 'Salim memiliki pengetahuan yang lebih dalam bidang hadits dibandingkan kamu', Ibrahim lantas berkata, 'Wajar, karena Salim menulis (hadits) yang ia dapatkan.'"
Ketika menulis artinya kita membaca ulang tulisan tersebut dua kali atau bahkan lebih banyak. Semakin kita sering menulis, maka akan semakin mendorong untuk membaca lebih banyak buku, majalah, atau media digital. Hal ini karena membaca dan menulis mempunyai kaitan yang sangat erat.
Menulis dapat menambah wawasan dan pengetahuanmu dengan cepat. Selain itu, apa yang kamu tulis akan bermanfaat bagi orang lain dan menjadi motivasi bagi sebagian orang. Hari ini menulis menjadi skill yang sangat berguna di tengah perkembangan zaman yang semakin modern.
4. Menulis salah satu upaya untuk menjaga ilmu pengetahuan agar tidak hilang

Telah menceritakan kepada kami Abdul Aziz bin Muslim dari Abdullah bin Dinar ia berkata:
"Umar bin Abdul Aziz pernah menulis surat untuk penduduk kota Madinah: 'Hendaknya kalian meneliti hadits Rasulullah ﷺ, kemudian kalian tulis, karena aku khawatir musnah dan hilangnya ilmu (dengan wafatnya para ulama`).'" (HR. Ad-Darimi)
Seperti yang kita tahu, keutamaan dari ilmu ialah untuk dihafalkan serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, apa jadinya ketika para ahli atau orang yang memiliki ilmu seperti halnya para ulama, kyai dan ustaz sudah tiada. Maka dalam hal ini, menuliskan ilmu menjadi hal yang sangat penting.
Ilmu yang ditulis akan senantiasa kekal selamanya walaupun orang yang menulisnya telah tiada. Maka, salah satu upaya untuk menjaga ilmu ialah dengan cara menuliskannya baik itu dalam suatu lembaran kertas maupun di platform digital yang beragam dan sudah banyak tersedia di internet.
5. Menulis merupakan salah satu cara untuk berdakwah

Telah bercerita kepada kami Hassan bin 'Athiyyah dari Abi Kabsyah dari 'Abdullah bin 'Amr:
"Bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sampaikan dariku sekalipun satu ayat"(HR. Bukhari)
Di era digital saat ini, berdakwah tidak hanya dilakukan secara langsung seperti melewati kajian agama, ceramah dan sebagainya, melainkan bisa juga dengan melalui media online yang beragam seperti Facebook, Instagram, Twitter dan masih banyak yang lainnya. Menerbarkan ajaran kebaikan tak terbatas hanya dengan lisan saja. Namun, lewat tulisan pun kita dapat mengajak orang lain ke dalam jalan kebaikan.
Dengan adanya perkembangan zaman yang semakin maju, banyak kalangan khususnya para pelajar dituntut untuk ikut berperan dan berkontribusi dalam menebarkan ajaran Islam yang berdasarkan Al-Qur'an dan Hadis dalam rangka menjaga keutuhan ajaran Islam. Bukan justru hanya duduk santai dan bermalas-malasan.
Nah, itulah lima Hadis Nabi Muhammad Saw tentang perintah untuk menulis. Yuk lebih semangat lagi dalam menulis!