ilustrasi sedang bermain sosial media (pexels.com/Samson Katt)
Kadang kita merasa aman karena menganggap hanya teman dekat yang akan melihat unggahan. Padahal, konten di internet bisa disimpan, direkam, di-screenshot, atau dibagikan ulang oleh orang lain. Karena itu, jangan hanya memikirkan siapa yang melihatnya sekarang, tetapi pikirkan juga kemungkinan konten tersebut beredar di luar kendali kamu.
Bayangkan unggahan itu dilihat oleh atasan, keluarga, teman lama, atau orang yang baru kamu kenal beberapa tahun kemudian. Kalau kamu masih merasa nyaman, mungkin kontennya memang cukup aman untuk dibagikan. Namun, kalau muncul rasa ragu, gak ada salahnya menyimpannya sebagai koleksi pribadi saja.
Media sosial memang dibuat supaya kita mudah berbagi cerita, pendapat, pengalaman, dan berbagai hal yang kita temukan setiap hari. Namun, kemudahan tersebut juga membuat kita perlu lebih sadar bahwa setiap unggahan punya konsekuensi. Sekali sesuatu tersebar, kamu gak selalu bisa menentukan siapa yang melihat, menyimpan, atau membagikannya kembali.
Jadi, sebelum menekan tombol 'post' atau 'share', biasakan memberi jeda beberapa detik untuk berpikir. Cek kebenarannya, pertimbangkan dampaknya, dan pastikan unggahan tersebut memang layak diketahui orang lain. Kadang, keputusan paling bijak di media sosial bukan soal apa yang kamu bagikan, tetapi apa yang kamu pilih untuk gak dibagikan.