ilustrasi berbuka puasa (magnific.com/rawpixel.com)
Dalam hadits lain, juga dijelaskan mengenai penetapan waktu dan sebutan bagi hari Tasyrik:
وأيام التشريق ثلاثة بعد يوم النحر سميت بذلك لتشريق الناس لحوم الأضاحى فيها وهو تقديدها ونشرها في الشمس
Artinya: "Hari Tasyrik adalah sebutan bagi tiga hari (11, 12, 13 Dzulhijjah) setelah hari nahar (10 Dzulhijjah). Tiga hari itu dinamai demikian karena orang-orang menjemur daging kurban di waktu tersebut, yaitu mendendeng dan menghampar daging pada terik matahari," (Al-Imam An-Nawawi, Al-Minhaj, Syarah Shahih Muslim Ibnul Hajjaj)
Itu dia penjelasan mengenai apa larangan di hari Tasyrik bagi umat Islam beserta haditsnya! Semoga memberi pencerahan bagimu, ya!
Apa larangan paling utama dan mutlak bagi umat Islam pada hari tasyrik? | Larangan paling utama adalah berpuasa, baik itu puasa sunnah (seperti Senin-Kamis atau puasa Daud), puasa wajib pengganti (qadha Ramadan), maupun puasa nazar. Hukum berpuasa pada tanggal 11, 12, dan 13 Zulhijah adalah haram mutlak. |
Mengapa umat Islam dilarang keras untuk berpuasa pada hari tasyrik? | Karena hari tasyrik merupakan waktu yang ditetapkan oleh syariat sebagai hari raya untuk makan, minum, dan bersenang-senang menikmati hidangan kurban sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Menolak makan (dengan berpuasa) pada hari-hari ini dianggap menyalahi tujuan jamuan Allah. |
Apakah jemaah haji yang sedang di Tanah Suci juga terkena larangan puasa ini? | Pada dasarnya sama. Namun, dalam fikih mazhab Syafii, ada pengecualian khusus (kemurahan/ruhsah) hanya bagi jemaah haji Tamattu' atau Qiran yang tidak mampu membayar denda (dam) berupa menyembelih seekor kambing. Mereka diperbolehkan menggantinya dengan berpuasa di hari tasyrik. |
Apa konsekuensinya jika seseorang telanjur berpuasa karena lupa atau tidak tahu? | Jika tidak tahu atau lupa, maka ia tidak berdosa namun puasanya otomatis tidak sah dan wajib segera dibatalkan (segera makan atau minum) begitu ia mengingat atau mengetahui hukumnya. |