Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hubungan Parasosial dan Perannya bagi Industri Hiburan
ilustrasi penggemar (unsplash.com/nickxshotz)
  • Hubungan parasosial membuat penggemar merasa dekat dengan figur publik lewat karya dan media sosial, sehingga keterikatan emosional terhadap sosok di balik hiburan semakin kuat.
  • Kedekatan emosional mendorong loyalitas penggemar untuk terus mengikuti karya, aktivitas, serta proyek baru artis, kreator, atau figur publik favorit mereka.
  • Industri hiburan memanfaatkan keterikatan ini untuk penjualan produk dan komunitas fandom, sementara interaksi digital menciptakan kesan hubungan dua arah meski tidak selalu personal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kamu pasti pernah punya seseorang yang dikagumi, baik itu penyanyi, aktor, pemain olahraga atau siapa pun. Ada kalanya mereka bisa terasa dekat, meski sebenarnya belum pernah sekalipun bertemu. Dari media sosial, kamu bisa tahu makanan favoritnya, kesibukannya, sampai hal-hal kecil yang sering dia lakukan.

Rasanya juga ikut senang ketika dia mendapat penghargaan atau merilis karya baru, bahkan bisa ikut kesal ketika ada orang yang membicarakannya secara negatif. Padahal, kalau dipikir-pikir lagi, hubungan tersebut sebenarnya hanya berjalan dari satu sisi. Kondisi inilah yang dikenal sebagai hubungan parasosial. Lantas, kenapa hubungan ini jadi begitu penting bagi industri hiburan?

1. Membuat penggemar merasa lebih dekat dengan figur publik

ilustrasi penggemar (unsplash.com/Les Taylor)

Salah satu alasan industri hiburan memanfaatkan hubungan parasosial adalah karena rasa dekat dapat membuat audiens lebih terikat dengan seorang figur. Ketika kamu merasa mengenal seorang penyanyi atau aktor secara personal, menikmati karyanya bisa terasa berbeda.

Lagu yang dinyanyikannya mungkin terasa lebih emosional karena kamu mengetahui cerita di balik pembuatannya. Film yang dibintangi juga bisa terasa lebih menarik karena kamu sudah memiliki keterikatan dengan aktornya. Media sosial memperkuat proses ini. Bagi industri hiburan, kedekatan seperti ini berharga karena audiens tak hanya mengikuti karya, tapi juga mengikuti sosok di balik karya tersebut.

2. Membangun loyalitas penggemar terhadap karya-karyanya

ilustrasi sebuah karya (unsplash.com/Adam Cheek)

Popularitas sebuah karya bisa berubah dengan cepat. Lagu baru viral beberapa minggu, film baru bisa ramai dibicarakan selama beberapa bulan, lalu perhatian publik berpindah ke hal lain. Nah, hubungan parasosial dapat membantu menciptakan sesuatu yang lebih bertahan lama, yakni loyalitas terhadap figur atau fandom.

Ketika seseorang sudah merasa memiliki ikatan emosional dengan seorang artis, kemungkinan untuk terus mengikuti aktivitasnya menjadi lebih besar. Kamu tetap mendengarkan lagu baru, menonton film yang dibintangi aktor favorit, atau mengikuti proyek terbaru kreator yang kamu ikuti. Industri hiburan gak hanya menjual lagu, film, atau acara. Figur di balik produk hiburan juga menjadi bagian dari nilai yang ditawarkan.

3. Membuka peluang untuk menjual lebih banyak produk

ilustrasi membeli sebuah karya musik (unsplash.com/Annie Spratt)

Hubungan parasosial juga memiliki kaitan erat dengan aspek bisnis. Ketika penggemar merasa dekat dengan seorang figur, mereka akan lebih terikat terhadap produk yang berkaitan dengannya. Contohnya bisa berupa album, merchandise, tiket konser, produk kolaborasi, foto, hingga koleksi edisi terbatas.

Dalam industri hiburan, produk-produk seperti ini tak hanya menawarkan fungsi, tapi juga membawa simbol keterikatan dengan figur. Misalnya, membeli merchandise artis favorit bisa memberikan perasaan memiliki sesuatu yang merepresentasikan fandom. Begitu pula dengan membeli tiket konser. Pengalaman tersebut gak hanya tentang mendengarkan musik secara langsung, tapi juga merasakan menjadi bagian dari komunitas penggemar.

4. Membuat interaksi digital terasa seperti hubungan dua arah

ilustrasi pria menonton YouTube (unsplash.com/cardmapr)

Salah satu perubahan terbesar di era media sosial adalah munculnya ilusi interaksi langsung. Dulu, hubungan antara penggemar dan artis cenderung bersifat satu arah. Artis tampil di televisi, sementara penonton hanya bisa menyaksikan. Sekarang, seorang figur publik bisa mengunggah foto, membalas komentar, melakukan live streaming, atau membuat konten berdasarkan penggemar.

Walaupun interaksi tersebut belum tentu bersifat personal, pengalaman mendapatkan respons bisa membuat penggemar merasa diperhatikan. Misalnya, kamu meninggalkan komentar di sebuah unggahan dan komentar tersebut mendapat tanda suka dari sang idola. Interaksi sederhana seperti itu mungkin terasa sangat berarti karena menciptakan sensasi bahwa ada hubungan timbal balik.

5. Mengubah penggemar menjadi bagian dari ekosistem hiburan

ilustrasi penggemar (unsplash.com/Les Taylor)

Hubungan parasosial gak berhenti pada perasaan dekat dengan satu figur. Dalam banyak kasus, hubungan tersebut berkembang menjadi komunitas. Penggemar dapat bergabung dalam fandom, membuat fan art, berdiskusi di media sosial, mengikuti acara penggemar, hingga memproduksi konten sendiri. Aktivitas tersebut secara tak langsung membuat sebuah karya terus dibicarakan.

Hal ini menguntungkan industri hiburan karena percakapan tentang seorang artis tidak hanya datang dari akun resmi. Penggemar ikut menyebarkan informasi, membuat tren, membagikan potongan video, dan memperkenalkan karya kepada orang lain. Pada titik tertentu, audiens tak lagi hanya menjadi konsumen. Mereka juga menjadi bagian dari ekosistem yang membantu menjaga sebuah karya atau figur.

Mengidolakan seseorang adalah hal yang wajar. Yang penting adalah menyadari bahwa hubungan tersebut memiliki batas. Kamu tetap bisa menjadi penggemar tanpa harus kehilangan batas antara apa yang ditampilkan di layar dan kehidupan nyata di baliknya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article