Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ijab Qabul Zakat Fitrah, Apakah Hukumnya Wajib? Ini Ketentuannya
ilustrasi zakat (freepik.com/freepik)
  • Zakat fitrah dilakukan umat Muslim di bulan Ramadan untuk mensucikan jiwa, membersihkan harta, dan membantu fakir miskin demi terciptanya keadilan sosial.
  • Ijab qabul dalam zakat berfungsi sebagai tanda penyerahan dan penerimaan, namun tidak wajib kecuali jika zakat diserahkan melalui amil atau wakil.
  • Sahnya zakat fitrah ditentukan oleh niat muzakki, bukan ijab qabul, karena zakat merupakan pemberian searah kepada penerima yang berhak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Zakat menjadi ibadah yang dilakukan orang Muslim di bulan Ramadan. Tujuannya adalah mensucikan jiwa dari sifat kikir, membersihkan harta, serta membantu fakir miskin. Dengan membayar zakat, kita juga berupaya untuk menciptakan pemerataan ekonomi dan melaksanakan keadilan sosial.

Seperti halnya ibadah yang lain, zakat juga memiliki tata cara atau aturan yang perlu diikuti. Berikut adalah aturan terkait ijab-qabul zakat fitrah yang perlu kamu pahami.

1. Ijab qabul dalam zakat fitrah

ilustrasi membayar zakat (pexels.com/edmond dantes)

Dikutip dari NU Online, lafaz ijab merupakan bentuk kalimat penyerahan. Sementara, lafaz qabul merupakan kalimat yang dirangkai dalam bentuk penerimaan. Jika dirunut dari hukum asalnya, fungsi ijab bertujuan untuk menguatkan wasilah yang menguatkan telah terjadinya akad, sehingga terjadi perpindahan kepemilikan atau tanggung jawab.

Pada zakat, jika ijab qabul selesai ditunaikan, maka hak kepemilikan dan pengelolaan zakat menjadi kewenangan pihak amil untuk disalurkan. Jika memberikan zakat secara langsung pada penerima zakat, maka adanya ijab qabul menjadi penanda zakat yang diberikan menjadi hak milik dari penerima zakat, sehingga ia bebas menggunakannya.

2. Apakah wajib melakukan ijab qabul zakat?

ilustrasi zakat (freepik.com/freepik)

Pada zakat tidak ada ketentuan harus ijab dan qabul. Ijab dan qabul qajib ada jika pihak muzzaki (orang yang mengeluarkan zakat) menyerahkan zakat lewat amil atau wakil. Jadi, ijab qabul dalam zakat semata merupakan akad perwakilan.

Dalam zakat, fokus keharusan adalah menyertakan niat saat menunaikan dan menyalurkan kepada penerima zakat yang berasal dan 8 golongan. Kesimpulannya, dalam sumber NU Online,yang menjadi sahnya akad bukanlah ijab dan qabul melainkan niat dari pemilik zakat.

Menurut sumber yang sama, membaca niat ketika membayar zakat fitrah lebih dibutuhkan ketimbang ijab-qabul. Alasannya, zakat bukanlah transaksi, zakat tidak seperti proses jual-beli. Zakat menjadi pemberian searah dari orang yang wajib membayar zakat kepada mereka yang berhak menerima.

3. Niat zakat fitrah

ilustrasi zakat (freepik.com/freepik)

Bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Bacaan niat zakat fitrah untuk istri

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Bacaan zakat fitrah untuk anak laki-laki

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Bacaan zakat fitrah untuk anak perempuan

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”

Bacaan zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga

Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala

“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.”

Demikian informasi terkait zakat fitrah yang semoga bisa membantumu. Semoga bisa memberi pencerahan. Wallahualam bissawab.

Editorial Team