“Rasulullah SAW mewajibkan zakat fitrah satu sha’ kurma atau satu sha’ gandum atas umat Muslim; baik hamba sahaya maupun merdeka, laki-laki maupun perempuan, kecil maupun besar. Beliau SAW memerintahkannya dilaksanakan sebelum orang-orang keluar untuk salat.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Apakah Niat Zakat Fitrah Harus Memegang Beras atau Salaman?

- Niat menjadi syarat utama dalam membayar zakat fitrah, sedangkan ijab-qabul tidak wajib karena zakat bukan transaksi jual-beli melainkan pemberian searah kepada penerima yang berhak.
- Tidak ada ketentuan harus memegang beras atau bersalaman saat menyerahkan zakat fitrah; yang penting adalah niat dan penyerahan harta kepada pihak yang berhak menerima.
- Lafaz niat zakat fitrah dapat dibaca dalam bahasa Arab maupun bahasa lokal, dengan tujuan menegaskan kesungguhan hati pembayar zakat untuk dirinya sendiri maupun keluarganya.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, umat Muslim akan melaksanakan rukun Islam yang ke-3, yakni membayar zakat. Zakat menjadi kewajiban yang harus dipatuhi oleh setiap Muslim yang memenuhi syarat sebagai bentuk pengabdian kepada Allah.
Sama dengan ibadah lainnya, membayar zakat fitrah juga memiliki tata cara atau ketentuan yang harus diikuti. Salah satunya adalah membaca niat. Namun ketika membaca niat untuk membayar zakat fitrah, perlukah memegang beras atau sambil bersalaman?
1. Niat membayar zakat

Menurut NU Online, membaca niat ketika membayar zakat fitrah lebih dibutuhkan ketimbang ijab-qabul. Alasannya, zakat bukanlah transaksi, zakat tidak seperti proses jual-beli. Zakat menjadi pemberian searah dari orang yang wajib membayar zakat kepada mereka yang berhak menerima.
Lafaz ijab merupakan kalimat penyerahan, sementara qabul adalah rangkaian kalimat penerimaan. Ijab-qabul menjadi tanda bahwa akad itu sah biasanya ditandai dengan salaman.
Dalam sumber yang sama juga ditegaskan, bahwa niat zakat fitrah adalah wajib, sementara ijab-qabul tidak wajib. Niat merupakan i'tikad tanpa ragu untuk melakukan sesuatu. Dianjurkan untuk melafalkan niat untuk membantu seseorang menegaskan niat tersebut.
Nait zakat fitrah menggunakan bahasa Arab bukanlah sebuah keharusan. Pembayar zakat bisa melafalkannya dengan bahasa lokal masing-masing, karena itu sifatnya sarana bantu untuk memantapkan niat.
2. Apakah harus memegang beras dan bersalaman saat membayar zakat?

Syarat wajib zakat fitrah yakni beragama Islam, masih hidup pada saat bulan Ramadan, dan memiliki kelebihan kebutuhan pokok untuk malam dan Hari Raya Idul Fitri. Terkait cara pelaksanaan zakat fitrah harus memegang beras atau tidak, tidak ada keterangan yang menjelaskan mengenai hal tersebut.
Sama halnya dengan memegang beras, dikutip dari NU Online, salaman bukan merupakan dasar ketentuan pokok wajibanya serah terima zakat. Hal yang lebih penting dalam zakat adalah harta diserahkan kepada petugas atau orang yang masuk dalam asnaf zakat, sehingga terjadi perpindahan kepemilikan.
Tidak ada ketentuan dalam zakat berupa ijab dan qabul, melainkan hanya niat dari pemiliknya. Jika ijab-qabul bukan merupakan ketentuan mutlak, salaman atau memegang beras juga tidak. Kewajiban membayar zakat fitrah berdasarkan pada hadis Ibnu Umar R.A:
3. Bacaan niat

Bacaan niat zakat fitrah untuk diri sendiri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an nafsi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Bacaan niat zakat fitrah untuk istri
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an zaujati fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Bacaan zakat fitrah untuk anak laki-laki
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an waladi fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Bacaan zakat fitrah untuk anak perempuan
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri an binti fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku… (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta‘âlâ.”
Bacaan zakat fitrah untuk diri sendiri dan keluarga
Nawaitu an ukhrija zakaata al-fitri anni wa an jamii ma yalzimuniy nafaqatuhum syaran fardhan lillahi taala
“Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku.”
Demikian beberapa informasi yang mungkin kamu perlukan sebelum membayar zakat. Semoga bermanfaat, ya! Wallahualam bissawab.