- Dikhawatirkan terputus amalnya di tengah jalan, membenci ibadah, dan tidak suka melaksanakan kewajiban agama
- Khawatir menimbulkan pengurangan amal dengan bermalas-malasan
- Dari sisi keuangan, israf akan mengganggu kondisi finansial karena seseorang sulit untuk mengatur keuangan.
- Israf juga berdampak pada lemahnya rasa syukur pada Allah SWT karena nikmat yang seharusnya dijaga, justru dihambur-hamburkan sehingga mengurangi berkah hidup.
- Dapat menjauhkan diri dari nilai-nilai kebaikan
Israf Adalah Perilaku yang Dilarang dalam Islam, Simak Selengkapnya!

Israf adalah perilaku mengonsumsi sesuatu secara berlebihan yang dilarang dalam ajaran Islam.
Dampak negatif perilaku israf antara lain terputusnya amal, pengurangan rasa syukur, dan lemahnya nilai-nilai kebaikan.
Contoh perilaku israf dalam kehidupan sehari-hari meliputi konsumsi makanan berlebihan, pemborosan air, dan gaya hidup hedonisme.
Dalam ajaran Islam, israf termasuk perbuatan yang dilarang dan patut dijauhi oleh setiap umat Muslim. Namun, pada praktik hidup sehari-hari, masih banyak dari kita yang secara sadar atau tidak sadar melakukan israf. Lantas, apa itu israf, dan bagaimana contoh perilaku israf?
Israf adalah perilaku mengonsumsi sesuatu secara berlebihan sehingga menimbulkan mudharat. Salah satu contoh perilaku israf dalam kehidupan sehari-hari adalah mengonsumsi makanan secara berlebihan sehingga memengaruhi kesehatan dan produktivitas seseorang. Lantas, apa itu israf dan bagaimana cara mengatasi perilaku tersebut? Mari simak selengkapnya.
1. Israf menurut ajaran Islam

Dalam buku Suara Khatib Baiturrahman oleh Dr. Tgk. H. Abdul Gani Isa, S.H., M.Ag, israf adalah perilaku dalam mengonsumsi sesuatu secara berlebihan sehingga menimbulkan mudharat/mafsadat. Contohnya adalah pola konsumsi terhadap makanan sehingga memengaruhi kesehatan dan mengurangi produktivitas, serta membuat ibadah menjadi tidak sempurna.
Perilaku israf sendiri dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Ahqaf ayat 20 yang berbunyi:
وَيَوْمَ يُعْرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنْيَا وَٱسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ
Artinya: "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawi (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik. (QS. Al-Ahqaf: 20)
Dalam konteks Islam, israf tidak selalu merujuk pada pemborosan harta atau makanan, melainkan segala bentuk nikmat Allah SWT yang tidak proporsional. Oleh karena itu, setiap umat Muslim diperintahkan untuk menghindari perilaku tercela dan tidak bermanfaat ini agar terhindar dari dampak negatifnya.
2. Dampak negatif perilaku israf

Israf adalah tindakan yang membawa seorang Muslim kepada sifat kemubaziran. Selain itu, israf dapat mendatangkan berbagai dampak negatif lainnya bagi setiap umat muslim yang menerapkan perilaku tersebut. Beberapa dampak negatif dari perilaku israf sebagai berikut:
3. Contoh perilaku israf dalam kehidupan sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, terkadang mudah untuk menemukan perilaku israf. Bahkan, mungkin diri kita sendiri secara sadar atau tidak sadar juga melakukan perilaku israf. Berikut ini contoh perilaku israf dalam kehidupan sehari-hari:
- Mengonsumsi makanan dan minuman secara berlebihan
Mengonsumsi makanan dan minuman lebih daripada yang dibutuhkan, merupakan tindakan israf karena makanan jadi terbuang atau menyebabkan seseorang malas melakukan sesuatu karena kekenyangan.
- Membeli barang yang tidak diperlukan
Membeli barang yang tidak berdasarkan pada kebutuhan, menyebabkan sumber daya yang dimiliki terbuang secara percuma.
- Penggunaan air yang berlebihan
Kebiasaan menggunakan air dan tidak dimatikan kembali, merupakan tindakan pemborosan dan berdampak negatif pada lingkungan.
- Membuang barang yang masih bisa digunakan
Membuang barang yang masih bisa dipakai merupakan tindakan israf karena mencerminkan sifat kemubaziran dan berdampak pada rusaknya lingkungan.
- Gaya hidup yang hedon
Menerapkan gaya hedonisme dengan menghambur-hamburkan uang untuk kesenangan, merupakan salah satu contoh perilaku israf. Perilaku ini mencerminkan ketidakpuasan dan menyebabkan masalah keuangan di kemudian hari.
4. Cara mengatasi perilaku israf

Mengutip buku Materi Pendidikan Agama Islam 1 yang disusun oleh H. Sayyid Habiburrahman, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjauhi perilaku israf. Adapun beberapa menjauhi perilaku israf sebagai berikut:
- Selalu bertawakal dan bersyukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT
- Belajar membedakan antara keinginan dan kebutuhan
- Belajar mengatur pengeluaran untuk hal-hal yang bermanfaat
- Merenungkan dampak dari israf
- Belajar mengendalikan nafsu dan belajar menanggung beban
- Memahami sebab-akibat dari setiap perbuatan yang dilakukan
- Meneladani kehidupan orang-orang yang hidup secara sederhana, seperti Nabi Muhammad SAW
Dengan memahami perilaku israf dan berbagai dampaknya, kamu jadi tau apa itu israf dan cara menjauhinya. Kesadaran ini membantu setiap Muslim untuk lebih bijak dalam mengelola harta, waktu, dan nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Dengan menerapkan pola hidup yang sederhana, seseorang tidak hanya terhindar dari perilaku israf, tetapi juga meningkatkan kualitas ibadah dan mendapatkan keberkahan hidup.


















