Meski Sepele, Bilang "Iya, tapi..." Bisa Berakibat Fatal Jika Kamu Ucap Terus-terusan

"Iya sih, tapi 'kan..."
Pasti kamu sering ngomong dengan kalimat itu. Bagaimanapun mulai sekarang kamu harus mulai menghindarinya. Frase ini sering diucapkan untuk membuat sebuah kritikan terdengar lebih ramah di telinga. Juga, terlalu sering mengucapkannya akan membuatmu terlihat seperti orang yang tak ingin mendengarkan perkataan lawan bicara. Jika kamu merasa bahwa kamu benar-benar mendengarkan, kamu tak akan menyela pembicaraan orang dan menyimpan pendapatmu untuk akhir pembicaraan.
Ini lho arti sebenarnya dari kalimat "Iya sih, tapi 'kan..."
1. Kamu akan menganggap bahwa lawan bicaramu sedang berbohong.

Ketika kamu sedang ada dalam hubungan, mungkin kamu sering bertanya hal ini pada pasanganmu.
"Apa kamu sayang aku?"
Jika hal terakhir yang kamu dengar, "Iya sih, tapi..."
Kalau kamu mendapat jawaban seperti itu dari pasanganmu, pasti kamu berpikir bahwa ada suatu hal yang membuat pasanganmu merasa tak lagi mencintaimu bukan?
2. Kalimat seperti itu juga bisa mengindikasikan pujian yang bernada menyindir.

Kamu pasti pernah tanya pendapat seseorang untuk meyakinkanmu. Contohnya, kamu tanya seperti ini.
"Baju ini kupakai bagus gak?"
Kalau temanmu jawab, "Iya bagus, tapi..." pasti kamu menganggap bahwa baju itu gak bagus buat kamu. Kamu pasti akan merasa bahwa temanmu gak sepenuhnya setuju sama seleramu tapi bilang "iya" karena berusaha untuk sopan.
3. Sebuah penolakan yang "sopan".

Ketika kamu ingin mengadakan pesta dan mengundang beberapa teman pasti kamu akan bertanya apakah mereka akan datang. Jika kamu mendapat respon, "Iya aku mau datang, tapi..." kamu pasti akan menganggap bahwa ini adalah sebuah penolakan bernada 'sopan'.
4. Sebuah permintaan tolong juga bisa menjadi salah kaprah.

Kamu pernah gak meminta tolong pada seseorang dan ia meresponmu dengan, "Iya oke, tapi..." pasti kamu langsung tersinggung. Kamu menganggap bahwa temanmu tak benar-benar mau membantu.
Memberi pernyataan "iya" di awal kalimat tak membuat segalanya menjadi mudah.
5. Kurangnya dukungan dari orang sekitar.

Kalau kamu meminta dukungan dari orang sekitar, "Aku benar kan?" dan dijawab dengan, "Iya, tapi..." apa pikiranmu?
Kamu mungkin berpikir bahwa orang yang mengutarakannya tak ingin mendukungmu.
6. Kurangnya penerimaan.

Kamu mungkin lebih suka mengerjakan semua keperluan dan ketika kamu bertanya pada seseorang, "Ini kerjaanku bener semua kan?" dan kemudian dijawab dengan, "Iya sih, tapi..." ini bukanlah jawaban yang kamu mau. Kamu sedang mencari persetujuan, bukan penceramahan.
7. Kurangnya simpati.

Kamu mungkin langsung merasa gak enak dan tahu kalau lawan bicaramu gak sesimpati yang kamu harapkan.
8. Tak terlalu antusias terhadap kesuksesan seseorang.

Misalnya kamu lagi bahagia dan bangga terhadap sesuatu lalu tanya sama temenmu, "Kamu gak seneng ya kalau aku seneng?"
Jika temanmu menjawab, "Iya aku seneng, tapi..."
Gimana perasaanmu? Kamu pasti menganggap bahwa jawaban temanmu gak tulus kan?
Cuma satu kata sih, "tapi."
Mulai sekarang, kamu harus berhati-hati kalau menggunakan "tapi". Jangan sampai lawan bicaramu salah sangka ya!