Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Jurus Stoikisme Buat Kamu yang Baru Terkena PHK, Tetap Tenang!
ilustrasi stoikisme buat kamu yang baru kena PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
  • Artikel ini membahas bagaimana filosofi Stoikisme membantu individu yang baru terkena PHK agar tetap tenang, fokus pada hal yang bisa dikendalikan, dan menjaga kesehatan mental.
  • Ditekankan lima prinsip Stoikisme seperti dikotomi kendali, amor fati, premeditatio malorum, berpikir objektif, serta fokus pada langkah kecil untuk menghadapi ketidakpastian pasca kehilangan pekerjaan.
  • Melalui penerapan prinsip-prinsip tersebut, pembaca diajak melihat PHK bukan sebagai akhir, melainkan peluang untuk tumbuh, mengenal diri lebih baik, dan membangun kembali kepercayaan diri secara bertahap.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Mendapat kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK memang rasanya seperti disambar petir di siang bolong, apalagi kalau kamu sudah merasa memberikan yang terbaik buat perusahaan. Rasanya campur aduk, mulai dari sedih, marah, sampai bingung harus mulai dari mana lagi untuk menyambung hidup ke depannya. Belum lagi tekanan saat melihat teman-teman di LinkedIn yang kariernya tampak mulus-mulus saja, sementara kamu harus berhadapan dengan ketidakpastian.

Kalau perasaan kalut ini gak segera kamu atasi, kesehatan mental kamu bisa jadi taruhannya dan kamu bakal terjebak dalam kesedihan yang gak ada habisnya. Kamu mungkin akan sulit untuk bangkit kembali karena energi habis untuk meratapi keadaan yang sudah terjadi. Agar lebih tenang, kamu membutuhkan stokisme terlebih kamu yang baru saja terkena PHK. Melalui filosofi ini, kamu jadi bisa mengenal diri lebih baik, dan membuatmu jadi berpikir lebih tenang di tengah masalah besar ini.


1. Kenali dikotomi kendali dalam hidupmu

ilustrasi membuat CV online (unsplash.com/Marielle Ursua)

Inti dari ajaran Stoikisme sebenarnya sederhana banget, yaitu memisahkan mana hal yang bisa kamu kontrol dan mana yang di luar kendali kamu sendiri. Keputusan perusahaan untuk melakukan PHK adalah sesuatu yang 100 persen di luar kendalimu, jadi memikirkannya sampai begadang gak akan mengubah keadaan. Yang bisa kamu kontrol sepenuhnya adalah bagaimana reaksimu terhadap berita tersebut dan langkah apa yang akan kamu ambil selanjutnya. Fokuskan seluruh energimu pada hal-hal yang ada di tanganmu, seperti memperbaiki CV atau belajar skill baru.

Jangan sampai kamu menghabiskan waktu berjam-jam cuma buat menyalahkan bos atau kebijakan manajemen yang menurutmu gak adil. Ingat, marah-marah ke tembok gak akan bikin saldo rekeningmu bertambah, kan? Lebih baik alokasikan emosi itu buat "balas dendam" dengan cara yang elegan, yakni menjadi versi diri yang lebih kompeten.


2. Praktikkan amor fati atau mencintai takdir

ilustrasi stoikisme buat kamu yang baru kena PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Amor fati adalah sebuah konsep dalam Stoikisme yang mengajakmu untuk gak cuma menerima, tapi benar-benar mencintai apa pun yang terjadi dalam hidup. Mungkin terdengar aneh karena mencintai momen saat kena PHK, tapi sudut pandang ini dapat mengubah bencana menjadi peluang besar. Dengan mencintai takdir, kamu berhenti memposisikan diri sebagai korban dan mulai melihat situasi ini sebagai tantangan untuk naik kelas. Kamu jadi sadar bahwa mungkin ini merupakan cara semesta memintamu untuk beristirahat sejenak atau mencari tempat kerja yang lebih sehat.

Gak usah terlalu keras pada diri sendiri dengan berpikir kalau ini adalah akhir dari segalanya. Kadang kamu memang butuh "ditendang" keluar dari zona nyaman supaya bisa menemukan jalan yang lebih keren dan sesuai dengan passion. Kalau kamu gak kena PHK, mungkin kamu gak akan pernah berani buat mulai bisnis sampingan yang selama ini cuma jadi draf di otakmu.

3. Gunakan teknik premeditatio malorum untuk antisipasi

ilustrasi membuat rencana cadangan (freepix.com/rawpixel.com)

Teknik ini mengajak kamu untuk membayangkan kemungkinan terburuk yang bisa terjadi setelah kamu kehilangan pekerjaan agar mentalmu lebih siap. Bukannya jadi pesimis, Stoikisme justru mengajarkan kamu untuk gak kaget ketika hal buruk benar-benar datang menghampiri. Dengan membayangkan skenario terburuk, kamu bisa mulai menyusun rencana cadangan atau plan B tanpa perlu merasa panik berlebihan. Kamu akan sadar bahwa meski situasinya sulit, kamu sebenarnya punya daya tahan yang lebih kuat dari yang kamu bayangkan sebelumnya, kok.

Contohnya, bayangkan kalau dalam tiga bulan ke depan kamu belum dapat kerjaan baru, apa yang harus dilakukan? Kamu bisa mulai menghitung dana darurat atau mencari pekerjaan freelance yang sifatnya sementara untuk sekadar bertahan hidup. Dengan melakukan simulasi mental ini, rasa takutmu akan ketidakpastian biasanya bakal berkurang drastis karena kamu sudah punya "peta" di kepala. Jadi, kalau nanti ada penolakan saat interview, kamu gak akan langsung merasa putus asa karena sudah diantisipasi sebelumnya.

4. Lihat masalah dari sudut pandang objektif

ilustrasi stoikisme buat kamu yang baru kena PHK (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Saat baru kena PHK, kamu sering kali memberikan label "buruk" pada kejadian tersebut yang akhirnya bikin kamu makin stres. Padahal dalam pandangan Stoikisme, kejadian itu sendiri sebenarnya netral, dan hanya pikiran kamulah yang memberikan label negatif. Guys, dengan melepaskan label emosional, kamu bisa berpikir lebih jernih untuk mengevaluasi apa yang salah dan apa yang bisa diperbaiki.

Coba, deh, bayangkan kamu lagi kasih saran ke teman yang baru saja kehilangan pekerjaan, pasti kamu bakal bicara lebih logis dan menyemangati, kan? Nah, terapkan cara yang sama ke dirimu sendiri supaya kamu gak terjebak dalam drama yang kamu buat di pikiranmu sendiri. Kadang secara gak sadar, kamu jadi lebih jahat ke diri sendiri dibanding ke orang lain, dan itu yang harus pelan-pelan dikurangi. Ingat, status pekerjaanmu itu bukan identitas aslimu, jadi jangan biarkan itu menentukan harga dirimu secara keseluruhan, ya.


5. Fokus pada langkah kecil hari ini

ilustrasi fokus pada masa depan yang lebih baik (pexels.com/ahmed)

Filosofi Stoikisme sangat menekankan pentingnya hidup di masa sekarang daripada terus-menerus mencemaskan masa depan yang belum tentu terjadi. Setelah mengalami PHK, masa depan memang terlihat gelap, tapi kamu gak perlu langsung melihat kalau masa depan kamu sangat gelap. Cukup fokus pada apa yang bisa kamu selesaikan hari ini, entah itu hanya merapikan LinkedIn atau sekadar bangun pagi tepat waktu. Kemenangan-kemenangan kecil setiap hari akan membangun kembali kepercayaan dirimu yang sempat goyah karena kehilangan pekerjaan, kok.

Gak perlu langsung ambisius melamar ke 100 perusahaan dalam sehari kalau itu malah bikin kamu burnout dan makin depresi. Mulai saja dengan target kecil yang masuk akal, misalnya satu hari kirim dua lamaran yang berkualitas dan riset satu perusahaan incaran. Dengan tetap produktif meski dalam hal kecil, kamu memberikan sinyal ke otakmu bahwa kamu masih memegang kendali atas hidupmu.

Kehilangan pekerjaan memang berat, tapi lewat kacamata Stoikisme, kamu punya kekuatan untuk tetap tegak berdiri meski keadaan sedang gak berpihak. Jangan biarkan momen PHK ini memadamkan api semangatmu, karena fase ini hanyalah satu bab kecil dari buku kehidupanmu yang masih panjang, ya. Tetap semangat, jaga kesehatan mentalmu, dan percaya bahwa kamu punya kapasitas untuk bangkit lebih kuat dari sebelumnya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team