Kak Ros, Opah, Upin, dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)
Di balik sifat galaknya, Kak Ros sebenarnya sangat menyayangi Upin dan Ipin. Hal inilah yang membuat ketegasannya terasa berbeda: ia marah ketika perlu, tetapi tetap peduli ketika adiknya membutuhkan bantuan.
21. "Aku marah bukan karena tidak sayang. Aku marah karena aku tahu kamu sebenarnya bisa lebih baik."
22. "Kadang orang yang peduli memang tidak selalu bilang apa yang ingin kamu dengar."
23. "Kalau ada yang menegurmu, jangan langsung tersinggung. Dengarkan dulu, siapa tahu ada benarnya."
24. "Jangan malu minta maaf. Yang memalukan itu tahu salah tapi tetap keras kepala."
25. "Kamu tidak harus selalu benar. Yang penting kamu mau belajar ketika ternyata salah."
26. "Jangan takut gagal. Yang perlu ditakutkan itu kalau gagal lalu tidak mau mencoba lagi."
27. "Kalau hari ini belum berhasil, istirahat boleh. Menyerah jangan."
28. "Kamu boleh capek, tapi jangan gunakan capek sebagai alasan untuk berhenti selamanya."
29. "Orang yang sayang sama kamu tidak selalu memanjakanmu. Kadang mereka justru mengingatkanmu ketika kamu mulai salah jalan."
30. "Jadilah orang yang bukan cuma pintar bicara, tapi juga tahu kapan harus bertindak."
Sosok Kak Ros menarik bukan hanya karena gaya bicaranya yang tegas, tetapi juga karena ketegasan tersebut sering ditempatkan dalam hubungan keluarga yang penuh perhatian. Semoga gaya teguran yang khas tersebut bisa menjadi pengingat bahwa terkadang kita memang membutuhkan seseorang yang berani berkata jujur agar kembali sadar dan mau memperbaiki diri.