Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
 5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Kamu Lebih Produktif saat Bekerja
ilustrasi laki-laki bekerja (pexels.com/Vitaly Gariev)
  • Menentukan satu tugas utama sebelum membuka aplikasi lain membantu memberi arah kerja yang jelas dan mencegah awal hari habis untuk berpindah-pindah tugas.
  • Aturan if-then dan periode tanpa notifikasi memberi titik mulai pasti bagi tugas yang ditunda serta menjaga fokus saat mengerjakan pekerjaan penting.
  • Micro-break singkat dan mencatat tugas beserta langkah berikutnya sebelum selesai bekerja membantu mengurangi lelah, menjaga energi, dan memudahkan memulai pekerjaan esok hari.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekerja seharian gak selalu berarti banyak hal benar-benar selesai. Kamu bisa duduk berjam-jam di depan laptop, tetapi fokus mudah pecah karena notifikasi, rapat, atau tugas yang datang bersamaan. Karena itu, kebiasaan produktif bekerja justru sering dimulai dari perubahan kecil yang terasa sepele.

Kamu gak harus langsung mengubah seluruh rutinitas kerja untuk meningkatkan produktivitas. Beberapa micro habits bisa membantu membuat perhatian lebih terarah dan pekerjaan terasa lebih terkendali. Yuk simak beberapa kebiasaan kecil yang bisa kamu coba.

1. Tentukan satu tugas utama sebelum mulai bekerja

ilustrasi perempuan membaca dokumen (magnific.com/KamranAydinov)

Saat membuka laptop, kamu mungkin langsung mengecek email, pesan kerja, lalu berpindah ke dokumen lain. Belum lama bekerja, sudah ada beberapa tab terbuka dan semuanya terasa harus dikerjakan sekaligus. Pola seperti ini membuat awal hari terasa sibuk, meski tugas penting belum tersentuh.

Coba tentukan satu pekerjaan utama sebelum membuka aplikasi lain. Pilihan ini membantu kamu punya arah yang jelas sebelum berbagai gangguan mulai muncul. Menetapkan tujuan spesifik juga lebih mudah diterjemahkan menjadi tindakan dibanding sekadar menargetkan diri agar lebih produktif.

2. Gunakan aturan if-then untuk tugas yang sering ditunda

ilustrasi perempuan bekerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Tugas yang paling sering tertunda biasanya justru pekerjaan yang sebenarnya sudah kamu tahu harus dikerjakan. Kamu mungkin sudah berniat mulai setelah makan siang, lalu bergeser setelah membalas pesan atau menyelesaikan hal lain. Tanpa sadar, waktu mulai bekerja terus menunggu sampai kamu merasa benar-benar siap.

Coba tentukan pemicunya sejak awal, misalnya setelah membuat kopi langsung membuka dokumen yang harus dikerjakan. Cara sederhana ini membuat pekerjaan punya titik mulai yang jelas, jadi kamu gak perlu terus memikirkan kapan harus memulainya. Semakin sedikit keputusan kecil yang perlu dibuat, semakin mudah perhatianmu kembali ke pekerjaan utama.

3. Matikan notifikasi saat mengerjakan tugas penting

ilustrasi mematikan notifikasi handphone (magnific.com/benzoix)

Satu bunyi notifikasi mungkin cuma membutuhkan beberapa detik untuk dilihat. Masalahnya, perhatianmu sudah berpindah dan butuh usaha lagi untuk kembali ke pekerjaan sebelumnya. Gangguan kecil yang berulang juga dapat meningkatkan waktu pengerjaan dan kesalahan ketika berpindah tugas.

Coba tentukan periode tertentu tanpa notifikasi, terutama ketika mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi. Kamu gak harus menghilangkan semua pesan sepanjang hari. Cukup buat ruang kerja yang lebih tenang agar perhatian gak terus ditarik oleh hal yang sebenarnya bisa menunggu.

4. Sisipkan micro-break sebelum benar-benar lelah

ilustrasi laki-laki melakukan peregangan (magnific.com/freepik)

Menatap layar terus-menerus sering dianggap sebagai tanda sedang produktif. Padahal, tubuh dan perhatian tetap membutuhkan jeda, terutama ketika pekerjaan berlangsung dalam waktu panjang. Micro-break dapat membantu mengurangi rasa lelah dan meningkatkan energi, meski dampaknya terhadap performa bergantung pada jenis tugas.

Jeda gak harus selalu panjang atau diisi dengan membuka media sosial. Berdiri, berjalan sebentar, atau mengalihkan pandangan dari layar bisa menjadi pilihan sederhana. Yang penting, jeda tersebut benar-benar memberi jarak dari tugas sebelum kamu kembali bekerja.

5. Tulis tugas yang belum selesai sebelum mengakhiri kerja

ilustrasi laki-laki menulis (pexels.com/Vitaly Gariev)

Menutup laptop dengan beberapa pekerjaan yang masih menggantung bisa bikin pikiran belum benar-benar berhenti bekerja. Kamu mungkin sudah pindah dari meja kerja, tetapi masih teringat email yang belum dikirim atau dokumen yang belum diperiksa. Besoknya, kamu pun perlu waktu lagi hanya untuk mengingat apa yang harus dikerjakan lebih dulu.

Sebelum mengakhiri kerja, tulis tugas yang belum selesai beserta langkah berikutnya. Gak perlu membuat daftar panjang, cukup catat hal yang memang perlu dilanjutkan besok. Dengan begitu, kamu punya titik mulai yang lebih jelas dan gak perlu membawa semua urusan kerja di kepala sampai malam.

Produktivitas gak selalu membutuhkan jadwal yang semakin padat atau jam kerja yang semakin panjang. Kebiasaan kecil justru bisa membantu kamu mengurangi keputusan yang gak perlu dan menjaga perhatian pada hal penting. Pilih satu kebiasaan yang paling sesuai dengan ritme kerjamu, lalu lihat bagaimana perubahan kecil itu memengaruhi caramu bekerja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

EditorAgsa Tian

Related Article