Hidup sederhana sering dianggap sebagai sesuatu yang patut disyukuri. Tidak harus membeli barang mahal, makan di restoran setiap minggu, atau memiliki rumah besar memang bukan masalah, selama kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Namun, ada kalanya kesulitan ekonomi justru dibungkus dengan kalimat-kalimat positif sampai orang lupa bahwa hidup kekurangan bukan sesuatu yang seharusnya dianggap wajar.
Di Indonesia, pandangan seperti ini bisa ditemukan dalam obrolan keluarga, lingkungan pertemanan, hingga media sosial. Nasihat untuk selalu bersyukur memang tidak keliru, tetapi bisa menjadi masalah ketika digunakan untuk membenarkan keadaan yang sebenarnya memberatkan. Terdapat beberapa kebiasaan meromantisasi kemiskinan yang dilakukan tanpa sadar dalam keseharian, seolah-olah hal tersebut adalah pilihan hidup yang indah.
