Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi menyambut puasa
Ilustrasi menyambut puasa (freepik.com/master1305)

Intinya sih...

  • Menyusun target Ramadan sejak awal, termasuk ibadah wajib dan amalan pendukung, untuk menjaga konsistensi dan motivasi hingga akhir Ramadan.

  • Menyiapkan ilmu dan kesiapan mental dengan memahami hukum puasa, keutamaan Ramadan, serta membiasakan diri melakukan amalan sunah.

  • Menjaga kondisi fisik dengan pola makan yang baik, aktivitas fisik ringan, serta menyiapkan anggaran khusus untuk sedekah dan infak.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjelang bulan puasa, umat Muslim mulai mempersiapkan diri agar ibadah di blan Ramadan dapat dijalani dengan lebih terarah dan maksimal. Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga momen memperbaiki diri serta meningkatkan kualitas ibadah.

Ramadan 2026 pun semakin dinantikan. Meski penetapan resmi 1 Ramadan 1447 H masih menunggu keputusan pemerintah, jadwal libur nasional dan cuti bersama telah ditetapkan sehingga persiapan bisa dilakukan sejak sekarang. Yuk, simak!

1. Menyusun target Ramadan sejak awal

Ilustrasi menyambut puasa (freepik.com/freepik)

Islam mengajarkan umatnya untuk membuat perencanaan, termasuk dalam urusan ibadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:

yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaaha waltandhur nafsum maa qaddamat lighad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta‘maluun

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”

Menentukan target Ramadan bukan berarti memaksakan diri, melainkan membantu agar ibadah lebih terarah dan tidak berjalan tanpa tujuan. Target yang jelas akan memudahkan kita mengatur waktu, menjaga konsistensi, dan tetap termotivasi hingga akhir Ramadan. Mulailah dengan menilai kondisi diri, seperti kesehatan, aktivitas harian, serta kebiasaan ibadah sebelumnya. Susun target berdasarkan prioritas, dari ibadah wajib, ibadah utama seperti membaca Al-Qur’an dan tarawih, hingga amalan pendukung seperti sedekah dan zikir. Target kecil yang dijalani secara rutin akan memberi dampak besar.

2. Menyiapkan ilmu dan kesiapan mental

Ilustrasi bulan puasa (pexels.com/Abdulmeilk Aldawsari)

Agar ibadah Ramadan berjalan dengan baik, pemahaman yang benar tentang puasa dan amalan Ramadan sangat dibutuhkan. Dengan memahami hukum, keutamaan, serta hal-hal yang dianjurkan selama Ramadan, ibadah akan terasa lebih ringan dan bermakna. Persiapan ilmu dapat dilakukan melalui membaca buku, artikel keislaman, atau mengikuti kajian menjelang Ramadan.

Selain ilmu, kesiapan mental juga perlu dibangun. Membiasakan diri melakukan amalan sunah dan mengurangi perbuatan yang tidak bermanfaat sejak sebelum Ramadan akan membantu menjaga semangat ibadah. Mental yang siap akan membuat kita lebih kuat menghadapi rasa lelah, perubahan pola hidup, dan tetap istikamah hingga Ramadan berakhir.

3. Menjaga kondisi fisik dan menata keuangan

Ilustrasi bulan puasa (pexels.com/Thirdman)

Kesehatan fisik menjadi penunjang utama dalam menjalankan puasa dan ibadah lainnya. Menjelang Ramadan, penting untuk mulai menjaga pola makan, memperbaiki waktu tidur, serta mengurangi aktivitas yang terlalu menguras tenaga. Aktivitas fisik ringan dapat menjadi pilihan agar tubuh tetap bugar tanpa kelelahan berlebihan.

Di sisi lain, persiapan keuangan juga tidak boleh diabaikan. Ramadan adalah waktu terbaik untuk memperbanyak sedekah dan infak. Dengan menyiapkan anggaran khusus sejak awal, kita bisa lebih mudah berbagi secara rutin tanpa mengganggu kebutuhan utama. Perencanaan keuangan yang baik akan membantu ibadah sosial berjalan lebih maksimal.

4. Mendekatkan diri dengan Al-Qur’an dan menyelesaikan utang puasa

Ilustrasi puasa (pexels.com/Gül Işık)

Ramadan merupakan bulan diturunkannya Al-Qur’an, sehingga memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an menjadi amalan utama. Mulailah dengan menambah waktu membaca, memperbaiki bacaan, dan memahami maknanya. Menetapkan target khatam Al-Qur’an selama Ramadan dapat menjadi dorongan agar lebih konsisten.

Selain itu, menyelesaikan utang puasa dari Ramadan sebelumnya juga menjadi bagian penting dari persiapan. Terutama bagi muslimah yang memiliki puasa tertinggal karena haid atau nifas, qada puasa perlu ditunaikan sebelum Ramadan berikutnya. Jika tidak memungkinkan, fidyah dapat menjadi solusi sesuai ketentuan syariat, agar ibadah puasa Ramadan dapat dijalani dengan tenang dan sempurna.

Dengan persiapan yang matang, Ramadan bisa dijalani lebih ringan dan bermakna. Konsistensi dalam beribadah lebih penting daripada target besar. Semoga Ramadan 2026 menjadi momentum memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah SWT.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team