Ilustrasi menyambut puasa (freepik.com/freepik)
Islam mengajarkan umatnya untuk membuat perencanaan, termasuk dalam urusan ibadah. Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Hasyr ayat 18:
yaa ayyuhalladziina aamanuttaqullaaha waltandhur nafsum maa qaddamat lighad, wattaqullaah, innallaaha khabiirum bimaa ta‘maluun
Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat). Bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Teliti terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Menentukan target Ramadan bukan berarti memaksakan diri, melainkan membantu agar ibadah lebih terarah dan tidak berjalan tanpa tujuan. Target yang jelas akan memudahkan kita mengatur waktu, menjaga konsistensi, dan tetap termotivasi hingga akhir Ramadan. Mulailah dengan menilai kondisi diri, seperti kesehatan, aktivitas harian, serta kebiasaan ibadah sebelumnya. Susun target berdasarkan prioritas, dari ibadah wajib, ibadah utama seperti membaca Al-Qur’an dan tarawih, hingga amalan pendukung seperti sedekah dan zikir. Target kecil yang dijalani secara rutin akan memberi dampak besar.