- Bulan Rajab 1447 H (sekitar Januari 2026)
- Bulan Syaban 1447 H (awal hingga pertengahan Februari 2026)
Kapan Terakhir Puasa Qadha Sebelum Ramadan 2026?

- Batas waktu terakhir Qadha puasa sebelum Ramadan 2026 adalah hingga akhir bulan Syaban 1447 H, yang diperkirakan berakhir pada 17 Februari 2026.
- Bolehkah menggabungkan Qadha dengan puasa sunah? Sebagian besar ulama memperbolehkan menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunah, dengan catatan niat utama tetaplah qadha karena hukumnya wajib.
- Jika Ramadan tiba, tetapi Qadha belum dilunasi, maka seseorang harus tetap wajib qadha puasa setelah Ramadan selesai dan wajib membayar fidyah.
Memasuki tahun 2026, umat Muslim mulai bersiap menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Berdasarkan perkiraan kalender hijriah, Ramadan 1447 H diprediksi akan dimulai pada pertengahan Februari 2026. Artinya, waktu menuju bulan puasa kini sudah semakin dekat.
Bagi yang masih memiliki utang puasa Ramadan sebelumnya, inilah saat yang tepat untuk kembali mengecek dan melunasinya. Puasa qadha merupakan kewajiban bagi siapa pun yang meninggalkan puasa Ramadan karena uzur syar’i, seperti sakit, perjalanan jauh, haid, nifas, hamil, atau menyusui. Lalu, kapan waktu terbaik dan batas terakhir puasa qadha sebelum Ramadan 2026? Yuk, simak penjelasannya berikut ini!
1. Batas waktu terakhir Qadha puasa sebelum Ramadan 2026

Berdasarkan prediksi kalender hijriah, 1 Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada 18 Februari 2026. Dengan demikian, batas terakhir melaksanakan puasa qadha adalah hingga akhir bulan Syaban 1447 H, yang diperkirakan berakhir pada 17 Februari 2026.
Waktu yang masih tersedia untuk melunasi puasa qadha, antara lain:
Para ulama menganjurkan agar qadha puasa tidak ditunda hingga hari-hari terakhir Syaban, kecuali jika ada kondisi mendesak. Semakin cepat utang puasa diselesaikan, semakin tenang pula hati saat menyambut Ramadan.
Niat puasa qadha Ramadan:
Nawaitu shauma qadha’i fardhi Ramadhāna lillāhi ta‘ālā
Artinya: "Aku berniat puasa untuk mengganti puasa Ramadan yang wajib karena Allah Ta’ala."
2. Bolehkah menggabungkan Qadha dengan puasa sunah?

Pertanyaan ini sering muncul, terutama bagi yang ingin berpuasa di hari Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh. Sebagian besar ulama memperbolehkan menggabungkan puasa qadha dengan puasa sunah, dengan catatan niat utama tetaplah qadha karena hukumnya wajib.
Dengan niat qadha tersebut, kewajiban tetap tertunaikan dan diharapkan pahala puasa sunah juga tetap didapatkan. Cara ini bisa menjadi solusi praktis bagi yang memiliki keterbatasan waktu, namun tetap ingin memaksimalkan ibadah sebelum Ramadan. Meski begitu, jika memiliki waktu yang cukup, melaksanakan qadha dan puasa sunah secara terpisah tetap menjadi pilihan yang lebih aman dan utama.
3. Jika Ramadan tiba, tetapi Qadha belum dilunasi

Jika seseorang mampu berpuasa tetapi sengaja menunda qadha hingga masuk Ramadan berikutnya, mayoritas ulama dari mazhab Syafi’i, Maliki, dan Hambali menyebutkan adanya dua kewajiban yang harus ditunaikan, yaitu:
- Tetap wajib qadha puasa setelah Ramadan selesai
- Wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan
Teladan datang dari Aisyah RA, yang pernah menyampaikan bahwa beliau sering melunasi qadha puasanya di bulan Syaban karena kesibukan. Hadis ini diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, lalu menjadi pengingat bahwa batas toleransi qadha adalah sebelum masuknya Ramadan berikutnya.
Dengan waktu menuju Ramadan 2026 yang tinggal sekitar dua bulan, inilah momen terbaik untuk mulai menyusun jadwal puasa qadha. Mulailah dari sekarang, sedikit demi sedikit agar kewajiban dapat terselesaikan tanpa terasa berat!



















