Puasa Ayyamul Bidh termasuk puasa sunah muakkad yang memiliki keutamaan besar. Rasulullah SAW bersabda, “Siapa saja yang berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka pahala puasanya seperti puasa setahun penuh.” (HR. An-Nasai)
Puasa dan Amalan Januari 2026, Persiapan Menuju Ramadan!

- Puasa sunah di bulan Rajab dan Syakban
- Umat Islam dianjurkan untuk puasa Ayyamul Bidh pada 2-4 Januari 2026.
- Puasa sunah ini dapat melatih keikhlasan, kesabaran, dan meningkatkan ketakwaan.
- Amalan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H
- Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 15 Januari 2026.
- Momentum untuk memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual.
Januari 2026 menjadi momen yang tepat untuk memulai tahun dengan memperkuat ibadah dan memperbaiki niat. Pergantian tahun bukan hanya soal rencana baru, tetapi juga tentang mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan amalan yang penuh makna.
Kehadiran bulan Rajab dan Syakban menjadikan Januari waktu yang baik untuk meningkatkan kualitas ibadah. Yuk, simak amalan apa saja yang bisa dilakukan untuk mengisi Januari 2026 dengan kebaikan dan keberkahan!
1. Puasa sunah di bulan Rajab dan Syakban

Memasuki bulan Rajab 1447 Hijriah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sunah sebagai bentuk persiapan spiritual menuju bulan-bulan mulia berikutnya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan adalah puasa sunah, khususnya puasa Ayyamul Bidh yang telah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW. Puasa Ayyamul Bidh dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah, bertepatan dengan fase bulan purnama yang cahayanya tampak terang, sehingga disebut hari-hari putih.
Hadis ini menunjukkan, bahwa setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya oleh Allah SWT. Jika dilakukan secara rutin setiap bulan, maka puasa tiga hari ini bernilai seperti puasa sepanjang tahun.
Berdasarkan kalender Hijriah, puasa Ayyamul Bidh di bulan Rajab 1447 H diperkirakan jatuh pada Jumat, 2 Januari 2026 (13 Rajab), Sabtu, 3 Januari 2026 (14 Rajab), dan Minggu, 4 Januari 2026 (15 Rajab). Adapun niat puasa Ayyamul Bidh, yakni:
Nawaitu shauma ayyâmil bîdh lillâhi ta’âlâ
Artinya: “Saya niat puasa Ayyamul Bidh karena Allah Ta’ala.”
Melalui puasa sunah ini, umat Islam diharapkan dapat melatih keikhlasan, kesabaran, dan meningkatkan ketakwaan, terutama di bulan Rajab yang termasuk salah satu bulan mulia.
2. Amalan Isra Mikraj 27 Rajab 1447 H

Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 27 Rajab 1447 H menjadi salah satu momen paling penting di bulan Januari 2026. Secara Hijriah, tanggal 27 Rajab dimulai sejak Kamis malam, 15 Januari 2026, setelah waktu Maghrib. Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang menegaskan pentingnya sholat sebagai tiang agama dan sarana utama mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Pada malam dan hari Isra Mikraj, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan ibadah sebagai bentuk penghormatan dan refleksi spiritual. Beberapa amalan yang dapat dilakukan, antara lain; memperbanyak zikir, membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW, membaca doa khusus malam 27 Rajab, serta melaksanakan salat sunah. Amalan-amalan ini dilakukan bukan sebagai kewajiban, tetapi sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah dan meneladani perjuangan Rasulullah SAW.
Momentum Isra Mikraj juga menjadi waktu yang tepat untuk merenungkan kualitas salat yang selama ini dijalankan. Dengan memperbanyak ibadah di malam tersebut, diharapkan umat Islam dapat memperbaiki kekhusyukan salat, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan semangat untuk menjalankan perintah agama dengan lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.
3. Memperbanyak amalan sunah menuju bulan Syakban

Setelah pertengahan Januari 2026, bulan Hijriah akan memasuki awal Syakban 1447 H, bulan yang dikenal sebagai waktu persiapan menjelang Ramadan. Rasulullah SAW dikenal sangat memperbanyak puasa sunah di bulan Syakban, bahkan lebih banyak dibanding bulan-bulan lainnya selain Ramadan. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya Syakban sebagai bulan pemantapan ibadah sebelum datangnya bulan puasa.
Selain puasa sunah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak membaca Al-Qur’an, bersedekah, memperbaiki hubungan sesama, serta memperbanyak doa dan istighfar. Bulan Syakban juga menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi ibadah selama setahun terakhir dan menata kembali niat agar ibadah di bulan Ramadan kelak dapat dijalani dengan lebih maksimal.
Dengan memanfaatkan bulan Rajab dan Syakban yang hadir di Januari 2026 ini, umat Islam memiliki kesempatan besar untuk memperkuat fondasi spiritual. Amalan yang dilakukan secara konsisten, meski sederhana, akan menjadi bekal berharga dalam menyambut bulan Ramadan dan meningkatkan kualitas keimanan secara berkelanjutan.



















