Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Keistimewaan 17 Ramadan, Turunnya Al-Qur'an hingga Kisah Perang Badar

Keistimewaan 17 Ramadan, Turunnya Al-Qur'an hingga Kisah Perang Badar
ilustrasi beribadah saat Ramadan (pexels.com/thirdman)
Intinya Sih
  • Penyanyi Vidi Aldiano meninggal dunia pada 7 Maret 2026 bertepatan dengan 17 Ramadan, setelah lama berjuang melawan kanker ginjal.
  • Tanggal 17 Ramadan dikenal sebagai malam Nuzulul Quran dan juga momentum kemenangan umat Islam dalam Perang Badar.
  • Wafat di bulan Ramadan, terutama pada malam penuh berkah seperti 17 Ramadan, diyakini sebagai tanda kasih sayang dan kemuliaan dari Allah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kabar duka menyelimuti dunia hiburan tanah air. Penyanyi Oxavia Aldiano atau lebih dikenal sebagai Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu, 7 Maret 2026, setelah bertahun-tahun berjuang melawan kanker ginjal. Kepergiannya menjadi perbincangan hangat, bukan hanya karena sosoknya yang dicintai, tetapi juga karena ia wafat bertepatan dengan momen istimewa dalam kalender Islam, yakni 17 Ramadan.

Perlu diketahui, tanggal 17 Ramadan memiliki tempat khusus di hati umat Muslim sebagai malam Nuzulul Quran. Berikut penjelasan mengenai keistimewaan 17 Ramadan dan bagaimana momen ini memberikan makna mendalam bagi kepergian sang musisi.

1. Malam Nuzulul Quran

ilustrasi beribadah saat Ramadan
ilustrasi beribadah saat Ramadan (pexels.com/rizky sabriansyah)

Tanggal 17 Ramadan diperingati sebagai peristiwa turunnya Al-Qur'an pertama kali kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira. Pada malam ini, wahyu pertama (Surah Al-Alaq 1-5) diturunkan sebagai petunjuk bagi manusia. Momen ini menjadi awal kenabian Rasulullah SAW serta dimulainya penyebaran agama Islam pada umat manusia.

Banyak ulama menyebutkan, bahwa 17 Ramadan adalah momentum di mana pintu rahmat Allah dibuka lebar-lebar bagi hamba-Nya yang beriman. Oleh karena itu, malam penuh berkah ini diperingati dengan kegiatan untuk mendekatkan diri kepada Allah seperti menggelar pengajian, tadarus Al-Qur'an, hingga tabligh akbar.

2. Kemenangan besar di Perang Badar

ilustrasi beribadah saat Ramadan
ilustrasi beribadah saat Ramadan (pexels.com/Alena Darmel)

Selain peristiwa turunnya wahyu, 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah adalah saksi bisu kemenangan kaum Muslimin dalam Perang Badar. Meskipun jumlah pasukan Muslim jauh lebih sedikit dibandingkan kaum kafir Quraisy, Allah menurunkan bala bantuan malaikat.

Hari ini disebut dalam Al-Qur'an sebagai Yaumul Furqan (Hari Pembeda), di mana kebenaran Islam berdiri tegak dan menjadi titik balik kejayaan dakwah Rasulullah SAW. Momen ini menjadi alasan lain mengapa 17 Ramadan merupakan hari yang begitu istimewa.

3. Pintu rahmat yang terbuka lebar

ilustrasi beribadah saat Ramadan
ilustrasi beribadah saat Ramadan (pexels.com/Alena Darmel)

Bulan Ramadan secara keseluruhan adalah bulan penuh ampunan (maghfirah). Namun pertengahan bulan, termasuk tanggal 17, sering dianggap sebagai masa transisi di mana seorang hamba mulai merasakan manisnya ibadah setelah melewati fase adaptasi di awal bulan.

Tanggal 17 Ramadan dikatakan sebagai hari yang mustajab. Berdoa di malam 17 Ramadan diyakini memiliki keutamaan khusus, terutama jika diisi dengan khataman Al-Qur'an dan salat malam.

4. Keutamaan wafat di bulan Ramadan

ilustrasi beribadah saat Ramadan
ilustrasi beribadah saat Ramadan (pexels.com/Muhammad Bahauddin)

Seseorang yang wafat di bulan Ramadan, terlebih pada malam yang memiliki nilai historis tinggi, dipandang sebagai sebuah karunia spiritual. Dikutip dari NU Online, sebagaimana hadis Nabi, pada bulan Ramadan pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup.

Hal ini tercantum dalam hadits riwayat Abu Hurairah yang berbunyi:

"Apabila telah datang bulan Ramadhan, dibukalah pintu-pintu surga, dikunci pintu-pintu neraka, dan para syetan dibelenggu." (HR Muslim).

Perjuangan panjang Vidi Aldiano melawan kanker selama bertahun-tahun dengan sikap positif pun mencerminkan ketabahan. Dalam Islam, orang yang bersabar menghadapi penyakit kronis hingga akhir hayatnya didoakan mendapatkan derajat husnul khatimah (akhir yang baik).

Itu dia penjelasan terait keistimewaan 17 Ramadan. Tahun ini, 17 Ramadana terasa lebih haru bagi masyarakat Indonesia seiring dengan kabar wafatnya penyanyi Vidi Aldiano. Wafat di bulan Ramadan, terlebih pada momen Nuzulul Quran, sering dipandang sebagai tanda kasih sayang Allah bagi mereka yang telah bersabar melawan ujian penyakit.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us