Ilustrasi merenung (pexels.com/An Vuong)
Ketika banyak anak muda berkata ingin kabur, sering kali yang mereka maksud bukan benar-benar ingin meninggalkan semuanya. Banyak dari mereka sebenarnya hanya ingin istirahat dari tekanan hidup yang terasa terlalu penuh. Mereka ingin punya ruang untuk bernapas tanpa terus diburu target, tuntutan, dan rasa takut tertinggal.
Fenomena ini menunjukkan bahwa semakin banyak generasi muda yang sadar akan pentingnya kesehatan mental. Mereka mulai mempertanyakan budaya yang menganggap lelah adalah hal normal dan terus memaksa diri demi memenuhi ekspektasi sosial. Keinginan untuk berhenti sejenak sering kali muncul karena tubuh dan pikiran sudah terlalu penuh menahan tekanan.
"Hubungan kamu dengan orang lain dan kesehatan mentalmu berada dalam daftar prioritas ketika kamu mengesampingkan pekerjaan," Lea mengingatkan.
"Pastikan kamu 'bernapas'. Tambahkan olahraga, interaksi sosial, tertawa, menangis, dan kreativitas ke dalam hidup kamu," tambahnya.
Fenomena banyak anak muda yang merasa ingin ‘kabur’ bukan sekadar tren media sosial atau bentuk kemalasan. Di balik itu, ada rasa lelah, cemas, dan tekanan yang nyata dirasakan oleh banyak generasi saat ini. Mereka hidup di masa ketika tuntutan terasa semakin besar, sementara rasa aman hidup justru semakin sulit didapatkan.