Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kenapa Hubungan Bisa Berubah Setelah 3 Tahun? Ternyata Ini Penyebabnya
ilustrasi couple berbicara hal yang serius (pexels.com/rdne)

Di awal pacaran, hampir semua hal tentang pasangan terasa menyenangkan, bahkan perbedaan kecil pun sering dianggap sebagai daya tarik. Namun, seiring waktu, hubungan biasanya mulai berubah karena rasa cinta yang menggebu perlahan berganti menjadi hubungan yang lebih realistis.

Tak heran jika tahun ketiga sering disebut sebagai salah satu fase paling menantang dalam hubungan. Pada masa ini, pasangan mulai dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari menyamakan tujuan hidup hingga menyelesaikan konflik yang selama ini terabaikan. Jadi, kenapa hubungan sering berubah setelah tiga tahun? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Fase bulan madu mulai berakhir

ilustrasi pasangan sedang berkendara (pexels.com/rdne)

Pada tahun-tahun pertama, banyak pasangan masih menikmati honeymoon phase, yaitu masa ketika semuanya terasa serba indah. Perhatian, rasa penasaran, dan antusiasme terhadap pasangan masih sangat tinggi sehingga kekurangan satu sama lain sering kali tidak terlalu dipermasalahkan.

Memasuki tahun ketiga, hubungan mulai berjalan lebih stabil dan realistis. Dikutip dari WikiHow, menurut psikolog klinis Philip Glickman, PsyD, pada fase ini hubungan menjadi lebih rutin sehingga berbagai persoalan, seperti perbedaan harapan, komunikasi, atau komitmen jangka panjang mulai terlihat lebih jelas.

"Gagasan utamanya adalah bahwa antusiasme di awal hubungan mulai memudar dan hubungan berubah menjadi lebih rutin. Ini bukan aturan yang pasti, tetapi cukup umum jika pada masa ini mulai muncul masalah komunikasi, perbedaan harapan, atau pertanyaan mengenai komitmen jangka panjang," jelas Philip Glickman.

2. Pembicaraan soal masa depan menjadi lebih serius

ilustrasi pasangan yang bertengkar (pexels.com/alex-green)

Seiring bertambahnya usia hubungan, topik pembicaraan pun ikut berubah. Jika dulu lebih banyak membahas hobi atau rencana liburan, kini pasangan mulai membicarakan pernikahan, anak, karier, hingga kondisi keuangan.

Perbedaan pandangan yang sebelumnya belum terasa bisa mulai memunculkan dilema. Fase ini membuat pasangan sama-sama mempertimbangkan apakah tujuan hidup mereka benar-benar sejalan untuk melangkah ke jenjang berikutnya.

3. Perbedaan nilai hidup mulai terlihat

ilustrasi pasangan yang sedang bersedih (pexels.com/rdne)

Semakin lama mengenal pasangan, semakin banyak sisi dirinya yang akan kamu temukan. Mulai dari cara mengatur keuangan, memandang keluarga, menyikapi agama atau politik, hingga kebiasaan sehari-hari yang sebelumnya mungkin belum terlihat.

Menurut terapis pernikahan dan keluarga Tess Brigham, dikutip dari Verywell Mind, hubungan yang langgeng bukan hanya dibangun oleh rasa cinta, tetapi juga kesamaan nilai dan tujuan hidup. Jika pasangan memiliki pandangan atau tujuan yang sangat berbeda, terutama dalam hal-hal mendasar, hubungan akan lebih sulit berkembang meski rasa cinta masih ada.

"Kamu bisa merasa sangat terhubung dengan seseorang. Kalian saling tertarik dan memiliki chemistry yang kuat. Namun, jika kalian tidak memiliki nilai hidup yang sama atau tidak menginginkan hal yang sama pada waktu yang sama, hubungan itu tidak akan pernah benar-benar berhasil," ujar Tess Brigham.

4. Konflik yang sempat diabaikan mulai muncul kembali

ilustrasi pasangan yang sedang mengadu berargumen (pexels.com/keira-burton)

Di awal hubungan, banyak pasangan memilih mengalah atau menghindari konflik demi menjaga suasana tetap harmonis. Padahal, masalah yang tidak pernah benar-benar diselesaikan biasanya hanya tertunda, bukan hilang.

Memasuki tahun ketiga, persoalan tersebut mulai muncul ke permukaan. Jika tidak dibicarakan secara terbuka, kesalahpahaman kecil bisa berkembang menjadi konflik yang lebih besar dan memengaruhi kualitas hubungan.

"Perbedaan yang sebelumnya diabaikan atau dianggap sepele, seperti dinamika budaya, keputusan mengenai memiliki anak, pernikahan, maupun persoalan keuangan, menjadi semakin penting dan tidak bisa lagi dihindari. Hal ini sering memicu konflik atau membuat pasangan mengevaluasi kembali hubungan mereka," ujar Patrice N. Douglas, PsyD, seorang psikolog klinis, dikutip dari Verywell Mind.

5. Rutinitas membuat hubungan terasa berbeda

ilustrasi pasangan duduk di taman (pexels.com/budgeronbach)

Kesibukan bekerja, urusan keluarga, dan berbagai tanggung jawab lainnya sering membuat pasangan memiliki lebih sedikit waktu berkualitas bersama. Akibatnya, hubungan terasa lebih datar dibandingkan saat masih sering menikmati momen-momen baru bersama.

Hal ini sebenarnya wajar dialami banyak pasangan. Yang terpenting adalah tetap menyediakan waktu untuk saling terhubung, meski hanya lewat obrolan sederhana atau melakukan aktivitas yang sama-sama dinikmati.

6. Tahun ketiga menjadi momen mengevaluasi hubungan

ilustrasi pasangan berdebat (pexels.com/budgeronbach)

Bagi banyak pasangan, tahun ketiga menjadi waktu untuk melihat kembali arah hubungan mereka. Apakah keduanya masih memiliki tujuan yang sama? Apakah mereka siap membangun komitmen jangka panjang bersama?

Patrice N. Douglas, menyebut tiga tahun sebagai tonggak penting karena pasangan umumnya sudah merasa cukup aman untuk menunjukkan diri apa adanya. Fase ini membantu keduanya melihat apakah hubungan mereka benar-benar siap dibawa ke komitmen jangka panjang.

"Tiga tahun dalam sebuah hubungan dianggap sebagai pencapaian penting karena pada tahap ini pasangan biasanya sudah memiliki rasa aman dan nyaman yang lebih besar. Seiring waktu, antusiasme di awal hubungan umumnya mulai memudar sehingga interaksi menjadi lebih tulus dan hubungan terasa lebih stabil," kata Patrice N. Douglas.

Perubahan setelah tiga tahun bersama bukan berarti hubungan sedang menuju akhir. Justru, fase ini menjadi momen untuk memastikan apakah kalian siap bertumbuh dan membangun komitmen yang lebih kuat bersama.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article