Sebelum masuk ke dalam sebuah restoran, kamu sudah tahu mau pesan apa. Kamu sudah membayangkan makanan yang ingin dicoba. Begitu duduk, kamu langsung membuka menu untuk memastikan pilihan tadi masih tersedia. Namun, sebelum memanggil pelayan, kamu mendegar teman di sebelahmu berkata, “Aku kayaknya mau pesan yang ini. Katanya enak banget.”
Kamu ikut melihat menu yang ia tunjuk. Sekilas, makanan itu memang terlihat lebih menarik. Beberapa detik kemudian, pilihanmu sendiri mulai terasa kurang meyakinkan. Padahal, beberapa menit sebelumnya kamu sudah yakin. Kamu mulai meragukan untuk memesan menu pilihan sebelumnya. Kemudian terlintas pertanyaan di kepalamu, “Kenapa pilihan orang lain bisa begitu mudah memengaruhi keputusan kita?”
