Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Kesalahan Merawat Tumbler yang Bikin Cepat Berbau

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Christian Dala)
Intinya sih...
  • Tumbler cepat berbau karena jarang dicuci setelah dipakai minuman manis atau susu, sehingga residu gula dan susu menempel di dinding tumbler.
  • Menutup tumbler saat masih lembab menciptakan lingkungan lembap yang sempurna untuk jamur dan bakteri berkembang, sehingga menyebabkan aroma apek.
  • Bau pada tumbler sering berasal dari tutup dan karet seal yang rentan terhadap endapan sisa minuman, sehingga perlu dibersihkan secara detail.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Tumbler kini bukan hanya wadah minum. Namun, bagian dari gaya hidup yang mendukung kebiasaan lebih sehat dan ramah lingkungan. Namun, ada satu masalah yang sering dikeluhkan banyak orang, yaitu tumbler cepat berbau.

Padahal, penyebabnya seringkali sederhana. Bahkan berasal dari kesalahan kecil dalam merawatnya sehari-hari yang tanpa sadar kita lakukan. Berikut lima kesalahan paling umum dan cara menghindarinya agar tumbler tetap bersih, segar, dan awet dipakai.

1. Jarang mencuci setelah dipakai minuman manis atau susu

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Bluewater Sweden)

Banyak orang hanya membilas tumbler dengan air setelah dipakai menyimpan minuman manis. Seperti kopi susu, teh tarik, jus buah, atau minuman berperisa. Padahal, residu gula, susu, dan perisa mudah menempel di dinding tumbler dan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

Dari sinilah bau apek atau asam biasanya muncul. Bakteri sangat cepat berkembang biak dalam lingkungan yang lembap dan kaya nutrisi. Cara menghindarinya, cuci tumbler dengan sabun dan air hangat setiap selesai dipakai, terutama jika isinya bukan air putih.

2. Menutup tumbler saat masih lembab

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Bluewater Sweden)

Salah satu kesalahan paling fatal yaitu menutup tumbler ketika bagian dalam belum benar-benar kering. Kebiasaan ini menciptakan lingkungan yang lembap dan gelap. Tentu saja menjadi tempat sempurna untuk jamur maupun bakteri berkembang. Saat dibuka, muncul aroma apek, bahkan kadang terlihat bintik-bintik putih atau hitam kecil (pertanda jamur).

Untuk menghindarinya, setelah dicuci, keringkan tumbler dalam posisi terbuka. Jika memungkinkan, letakkan di rak yang memiliki sirkulasi udara baik. Pastikan tutup dan karet seal (jika ada) juga kering sempurna sebelum disatukan kembali.

3. Tidak membersihkan karet seal dan tutup secara detail

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Taylor Beach)

Permasalahan tumbler salah satunya adalah bau. Bagian yang paling sering jadi sumber bau sebenarnya adalah tutup dan karet seal, bukan badan tumblenya. Banyak orang hanya mencuci bagian dalam tumbler dan melupakan sela-sela tutup yang justru menyimpan endapan.

Kenapa bagian ini rentan? Karena bentuknya yang rumit, banyak celah kecil yang bisa menahan sisa minuman. Jika tidak rutin dibersihkan, bakteri akan berkembang dan menimbulkan bau yang sulit hilang. Oleh sebab itu, lepaskan karet seal setiap kali mencuci tumbler. Gunakan sikat kecil seperti sikat sedotan untuk membersihkan sela-sela tutup.

4. Menyimpan tumbler dalam waktu lama tanpa dibersihkan

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Luis Soto)

Kadang tumbler lupa dibersihkan, misalnya setelah perjalanan, kerja lembur, atau dibiarkan semalaman dengan sisa minuman di dalamnya. Ini adalah pemicu bau paling ekstrem yang bisa membuat tumbler perlu dibersihkan berkali-kali untuk menghilangkannya.

Selain bau menyengat, permukaan dalam tumbler bisa berubah warna. Ini karena beberapa bahan minuman bisa meninggalkan noda membandel. Usahakan untuk langsung mengosongkan dan membilas tumbler setelah minuman habis. Jika tidak sempat mencuci, setidaknya isi dengan air untuk mencegah sisa minuman mengering.

5. Menggunakan pembersih yang tidak tepat atau kurang efektif

ilustrasi tumbler
ilustrasi tumbler (unsplash.com/Milad Fakurian)

Beberapa dari kita mungkin mengandalkan sabun biasa tanpa sesekali memberikan pembersihan mendalam. Padahal, tumbler yang sering dipakai untuk kopi, teh, atau susu membutuhkan deep cleaning. Namun membersihkan tumbler ini ternyata juga membutuhkan strategi khusus.

Jangan menggosok terlalu keras hingga merusak lapisan dalam tumbler stainless. Hindari pemutih berlebihan yang bisa meninggalkan aroma kimia. Gunakan campuran air hangat, baking soda, dan sedikit cuka untuk pembersihan mendalam. Diamkan beberapa menit, kemudian bilas hingga bersih.

Tumbler yang cepat berbau sering kali disebabkan hal-hal kecil yang tampak sepele, tetapi dilakukan terus-menerus. Dengan memperhatikan lima kesalahan di atas, kita bisa menjaga wadah minum tetap higienis, awet, dan nyaman dipakai sehari-hari. Merawat tumbler bukan hanya soal kebersihan, tapi juga kebiasaan kecil yang harus dilakukan secara telaten.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Tips Memilih Tumbler yang Pas untuk Kebutuhan Sehari-hari

29 Nov 2025, 22:32 WIBLife