Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
6 Kesalahan Pakai Microwave yang Sering Gak Disadari
ilustrasi microwave (unsplash.com/Howard Bouchevereau)
  • Artikel membahas enam kesalahan umum saat memakai microwave, mulai dari wadah yang tidak aman hingga kebiasaan langsung menyentuh makanan panas tanpa jeda.
  • Kesalahan kecil seperti memanaskan terlalu lama, tidak menutup makanan, dan jarang membersihkan bagian dalam bisa merusak rasa serta memperpendek umur alat.
  • Penulis menekankan pentingnya penggunaan wadah tepat, pengaturan waktu bijak, dan perawatan rutin agar microwave tetap awet serta aman digunakan di rumah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Microwave sekarang sudah jadi alat dapur yang hampir ada di setiap rumah. Kamu pasti sering mengandalkannya untuk menghangatkan makanan dengan cepat tanpa perlu menyalakan kompor. Tinggal tekan beberapa tombol, makanan langsung terasa seperti baru dimasak. Tapi kemudahan ini sering bikin banyak orang jadi terlalu santai saat memakainya. Padahal microwave tetaplah alat elektronik yang punya aturan penggunaan. Kalau kamu asal pakai, risiko makanan rusak atau alat cepat bermasalah bisa saja terjadi.

Banyak kesalahan kecil yang sebenarnya sering dilakukan tanpa sadar. Kebiasaan yang kelihatan sepele ternyata bisa memengaruhi kualitas makanan dan keamanan kamu sendiri. Microwave memang praktis, tapi bukan berarti bisa dipakai sembarangan. Beberapa bahan bahkan bisa berbahaya kalau dimasukkan ke dalamnya. Supaya kamu gak ikut melakukan kesalahan yang sama, yuk kita bahas satu per satu. Dengan tahu caranya, microwave di rumahmu bisa lebih awet dan aman digunakan.

1. Memakai wadah sembarangan

ilustrasi microwave (unsplash.com/Louis Hansel)

Kesalahan paling umum adalah memasukkan wadah apa saja ke dalam microwave. Banyak orang, mungkin termasuk kamu, langsung memanaskan makanan bersama piring atau mangkuk yang sedang dipakai. Padahal gak semua bahan aman terkena panas microwave. Wadah plastik tipis bisa meleleh dan mencemari makanan. Sementara wadah logam jelas berbahaya karena bisa memicu percikan listrik. Kebiasaan ini sering terjadi karena kamu ingin serba cepat tanpa membaca label.

Sebaiknya kamu selalu memastikan ada tulisan aman untuk microwave pada wadah. Kaca tahan panas dan keramik khusus biasanya lebih aman dipakai. Jangan tergoda memakai wadah sekali pakai meski terlihat praktis. Dampaknya memang gak selalu langsung terasa, tapi bisa berbahaya dalam jangka panjang. Microwave bekerja dengan cara khusus yang berbeda dari kompor biasa. Karena itu pilihan wadah sangat menentukan keamanan makanan kamu.

2. Memanaskan makanan terlalu lama

ilustrasi microwave (unsplash.com/Steven Ungermann)

Banyak orang mengira semakin lama dipanaskan, makanan akan semakin enak. Akhirnya kamu menekan waktu berlebihan hanya supaya benar benar panas. Padahal microwave bekerja sangat cepat dan intens. Makanan bisa kehilangan tekstur asli kalau dipanaskan terlalu lama. Bagian luar terasa panas sekali sementara bagian dalam malah kering. Kebiasaan ini sering bikin rasa makanan jadi aneh.

Selain merusak rasa, memanaskan terlalu lama juga boros listrik. Kamu mungkin gak sadar sudah membuang energi hanya karena salah perkiraan waktu. Lebih baik memanaskan bertahap dengan durasi pendek. Coba cek dulu kondisi makanan sebelum menambah waktu lagi. Cara ini jauh lebih aman dan hasilnya lebih terkontrol. Microwave bukan alat yang cocok untuk gaya memasak asal tinggal.

3. Gak menutup makanan saat dipanaskan

ilustrasi microwave (unsplash.com/Clay Banks)

Saat kamu memanaskan makanan tanpa penutup, percikan saus atau minyak bisa beterbangan. Bagian dalam microwave jadi cepat kotor dan lengket. Noda yang menumpuk lama kelamaan sulit dibersihkan. Selain itu, makanan juga kehilangan kelembapannya lebih cepat. Tekstur yang harusnya lembut malah berubah jadi keras. Kesalahan ini sangat sering terjadi karena dianggap sepele.

Penutup khusus microwave sebenarnya punya fungsi penting. Uap panas akan berputar kembali ke makanan sehingga pemanasan lebih merata. Kamu juga jadi lebih hemat waktu karena makanan gak cepat kering. Membersihkan microwave pun jauh lebih mudah. Kebiasaan kecil ini bisa memperpanjang umur alat di rumah kamu. Jadi jangan malas menutup makanan sebelum menekan tombol mulai.

4. Memasukkan bahan yang seharusnya gak dipanaskan

ilustrasi microwave (unsplash.com/Lissete Laverde)

Gak semua jenis makanan cocok dipanaskan dengan microwave. Telur utuh misalnya bisa meledak karena tekanan uap di dalamnya. Cabai dan makanan sangat pedas juga bisa menghasilkan uap menyengat. Kamu mungkin pernah kaget saat membuka pintu microwave dan mencium bau yang menusuk. Buah dengan kulit tebal juga berisiko pecah saat dipanaskan. Hal seperti ini sering gak disadari banyak orang.

Sebelum memasukkan makanan, kamu perlu tahu karakter bahannya dulu. Microwave bekerja dengan memanaskan molekul air di dalam makanan. Kalau strukturnya tertutup rapat, tekanan bisa meningkat dengan cepat. Lebih aman kalau kamu memotong atau melubangi bagian tertentu terlebih dulu. Jangan asal bereksperimen hanya karena penasaran. Kesalahan kecil bisa berujung pada kerusakan alat.

5. Jarang membersihkan bagian dalam

ilustrasi microwave (unsplash.com/Erik Mclean)

Karena microwave terlihat tertutup, banyak orang merasa gak perlu sering membersihkannya. Padahal sisa makanan yang menempel bisa menjadi sumber bakteri. Bau gak sedap juga mudah muncul kalau kamu membiarkannya terlalu lama. Setiap kali dipakai, noda lama ikut terkena panas kembali. Akhirnya bagian dalam microwave berubah jadi lengket dan kusam. Kebiasaan malas bersih bersih ini sangat merugikan.

Membersihkan microwave sebenarnya gak sesulit yang kamu bayangkan. Cukup lap dengan kain lembap setelah selesai dipakai. Untuk noda membandel, kamu bisa memanaskan air lemon sebentar agar uapnya melunakkan kotoran. Kalau rutin dilakukan, microwave akan tetap higienis dan awet. Jangan menunggu sampai baunya mengganggu baru bertindak. Kebersihan alat sangat memengaruhi kesehatan kamu.

6. Langsung menyentuh makanan tanpa jeda

ilustrasi microwave (unsplash.com/Vlad Zaytsev)

Banyak orang terburu buru mengambil makanan begitu microwave berbunyi. Kamu mungkin langsung memegang piring tanpa menyadari suhunya sangat tinggi. Uap panas yang terperangkap bisa melukai tangan. Selain itu, suhu makanan sebenarnya belum merata saat baru selesai dipanaskan. Bagian tertentu masih terlalu panas sementara bagian lain belum hangat. Kebiasaan ini sering bikin lidah kamu kaget.

Sebaiknya beri jeda beberapa menit sebelum membuka penutup makanan. Biarkan panas menyebar lebih merata dengan sendirinya. Gunakan sarung tangan atau lap saat mengeluarkan wadah dari microwave. Cara ini membuat pengalaman makan kamu lebih nyaman. Microwave memang cepat, tapi tetap butuh sedikit kesabaran. Keselamatan kamu jauh lebih penting daripada terburu buru.

Microwave memang alat yang sangat membantu di dapur modern. Namun kemudahan sering membuat kamu lupa bahwa ada aturan pemakaian yang perlu diikuti. Enam kesalahan tadi terlihat sederhana, tapi dampaknya cukup besar. Mulai dari rasa makanan yang rusak sampai risiko keamanan alat. Dengan sedikit perhatian, semua masalah itu sebenarnya bisa dihindari.

Mulai sekarang coba perhatikan lagi cara kamu memakai microwave di rumah. Jangan hanya mengejar cepat tanpa memikirkan prosesnya. Gunakan wadah yang tepat, atur waktu dengan bijak, dan jangan malas membersihkan. Microwave yang dipakai dengan benar akan jadi sahabat dapur paling praktis. Kamu pun bisa menikmati makanan hangat tanpa rasa khawatir lagi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Topics

Editorial Team