Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kesalahan Siram Tanaman yang Dilakukan oleh Pemula, Hindari!
ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/Sarah Dietz)
  • Jangan menyiram dengan jadwal kaku; periksa kelembapan tanah sedalam 1–2 inci karena kebutuhan air dipengaruhi cahaya dan lokasi tanaman.
  • Arahkan air perlahan ke pangkal dan zona akar, bukan daun, untuk mencegah kelembapan daun yang dapat memicu jamur serta bercak.
  • Penyiraman lebih jarang tetapi menyeluruh membantu akar lebih kuat; sesuaikan volume air dengan jenis tanaman, drainase, dan kondisi lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Buat kamu yang baru mulai hobi berkebun, urusan menyiram tanaman mungkin terlihat gampang. Hanya perlu siram pakai air, lalu selesai. Padahal, cara menyiram yang salah justru bisa jadi salah satu penyebab utama tanaman layu atau bahkan mati sebelum sempat tumbuh subur.

Banyak pemula yang gak sadar kalau kebiasaan sederhana seperti menyiram terlalu sering atau dengan cara yang keliru, justru bikin tanaman stres. Yuk, kenali beberapa kesalahan umum ini biar tanaman kesayangan kamu bisa tumbuh lebih optimal.

1. Menetapkan jadwal menyiram tanaman dengan strict

ilustrasi menyiram tanaman hias (magnific.com/magnific)

Menurut Debbie Wolfe, seorang DIY Author, dilansir Good House Keeping, tanaman gak menyerap air berdasarkan kalender yang kita buat sendiri. Salah satu kesalahan paling umum dalam merawat tanaman adalah menyiram semua tanaman dengan rutinitas yang sama, entah itu setiap hari Minggu atau tiga hari sekali. Padahal, pot yang diletakkan di teras yang kena sinar matahari penuh, akan jauh lebih cepat kering dibanding tanaman yang ditempatkan di area teduh. Tanaman yang dekat jendela terang tentu butuh lebih banyak air dibanding yang berada di sudut ruangan yang lebih gelap.

Daripada mengikuti jadwal yang kaku, cek dulu kondisi tanahnya. Coba tusukkan jari sedalam 1 sampai 2 inci ke dalam tanah. Kalau masih terasa lembap, tunggu satu atau dua hari lagi sebelum menyiram. Kalau tanahnya sudah kering total, itulah tandanya tanaman perlu disiram. Selain soal frekuensi, waktu menyiram juga sama pentingnya. Victor Castro, pakar tanaman sekaligus pemilik The Nursery Project USA, dilansir Real Simple, menyarankan buat menyiram tanaman sepagi mungkin, terutama kalau tanaman itu diletakkan di luar ruangan dan kena terik matahari sepanjang hari.

"Ini memungkinkan tanah dan tanaman menyerap lebih banyak air karena di siang hari yang panas, penguapan di permukaan tanah terjadi lebih banyak," jelasnya.

2. Menyiram daun, bukan tanah

ilustrasi menyiram tanaman dengan pupuk cair organik (pexels.com/Tamara Elnova)

Tanaman menyerap sebagian besar air dari zona akar, bukan dari daun yang basah. Justru, daun yang lembap bisa memicu penyakit jamur seperti powdery mildew dan bercak daun. Terlebih, saat cuaca lembap atau kalau daunnya tetap basah semalaman. Karena itu, arahkan air langsung ke pangkal tanaman biar mencapai zona akar yang memang butuh air, bukan ke bagian daun atau bunganya.

Gunakan tekanan semprotan yang lembut agar air punya waktu buat meresap perlahan ke tanah, bukan malah mengalir begitu saja di permukaan. Untuk tanaman dalam pot, teknik bottom watering juga bisa membantu, yaitu dengan menaruh pot di wadah berisi air dangkal sebentar, sehingga tanah menyerap kelembapan lewat lubang drainase. Victor Castro menegaskan pentingnya menyiram tanah, bukan daun.

"Kalau kamu menyiram pakai selang atau watering wand, arahkan air ke pangkal tanaman. Pastikan daunnya tetap kering dan siram secara perlahan serta dalam," lanjutnya.

3. Volume air juga penting!

ilustrasi menyiram tanaman (pexels.com/cottonbro studio)

Alih-alih menyiram sedikit-sedikit tiap hari, Victor Castro menyarankan buat menyiram lebih jarang tapi lebih dalam. Dengan demikian, akar tanaman tumbuh lebih kuat dan tahan banting, bahkan saat kondisi kering sekalipun.

"Siram sesekali, tapi menyeluruh setiap kali, biarkan air meresap sampai ke pot tanaman (drainase di sini penting) dan lakukan di pagi atau sore hari," ujarnya.

Secara umum, tanaman butuh sekitar satu inci air per minggu, baik dari penyiraman rutin maupun air hujan. Meski begitu, kebutuhan ini tetap perlu disesuaikan lagi sama jenis tanaman masing-masing karena ada yang butuh lebih banyak atau malah lebih sedikit dari patokan tersebut.

Demikian beberapa kesalahan menyiram tanaman yang kerap dilakukan oleh pemula. Sebaiknya, pahami juga karakter tanaman yang kamu tanam untuk menyesuaikan teknik menyiramnya!

Curated For You

Editorial Team

Related Article