Assalamualaikum warrahmatullahi wa barakatuh,
Marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat-Nya yang tak terhitung. Selawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya hingga akhir zaman.
Pada kesempatan yang mulia ini, saya berwasiat kepada diri saya pribadi dan kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Karena hanya dengan ketakwaan, hidup kita akan mendapatkan keberkahan.
Khotbah Jumat 2 Januari 2026: Waktu Baru untuk Perbaikan Diri

Pergantian tahun sering kali dipahami sebagai tanda dimulainya lembaran baru. Angka pada kalender berubah, resolusi kembali disusun, dan harapan-harapan baru mulai ditanamkan.
Namun lebih dari sekadar perayaan, tahun baru sejatinya adalah momen untuk berhenti sejenak, menoleh ke belakang, dan merenungkan perjalanan hidup yang telah dilalui. Di tengah kesibukan dan hiruk pikuk rutinitas, pergantian waktu menjadi pengingat bahwa setiap detik yang berlalu adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Yuk, simak contoh khotbah Jumat di bawah ini!
1. Pembuka

2. Isi

Jemaah Jumat yang dirahmati Allah,
Pergantian tahun adalah momen yang sering kita lalui tanpa disadari maknanya. Dalam pandangan Islam, pergantian waktu bukan sekadar perubahan angka, melainkan pengingat bahwa umur manusia terus berkurang dan amal perbuatan terus dicatat.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan…” (QS. Al-‘Ashr: 1–3)
Ayat ini mengajarkan kepada kita bahwa waktu adalah amanah. Setiap hari, bulan, dan tahun yang berlalu akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, tahun baru seharusnya menjadi waktu untuk muhasabah, mengevaluasi diri: bagaimana kualitas ibadah kita, bagaimana akhlak kita, dan seberapa dekat kita dengan Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda:
“Orang yang cerdas adalah orang yang menghisab dirinya dan beramal untuk kehidupan setelah kematian.” (HR. Tirmidzi)
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Mari kita jadikan tahun yang baru ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbaiki niat, memperbaiki ibadah, dan memperbaiki hubungan dengan sesama. Jangan sampai bertambahnya usia tidak diiringi dengan bertambahnya amal kebaikan.
3. Penutup

Marilah kita perbaharui kembali ketakwaan kita kepada Allah SWT. Awali tahun ini dengan niat yang baik dan usaha yang sungguh-sungguh untuk menjadi pribadi yang lebih taat dan lebih bermanfaat.
Semoga Allah SWT menjadikan tahun ini sebagai tahun yang penuh keberkahan, ampunan, dan kebaikan bagi kita semua.
Allahumma ighfir lana dzunubana, wa kaffir ‘anna sayyiatina, wa tawaffana ma‘al abrar.
Ya Allah, ampunilah dosa-dosa kami, hapuskan kesalahan kami, dan wafatkan kami dalam keadaan husnul khatimah.
Rabbana la tuzigh qulubana ba‘da idz hadaitana, wa hab lana milladunka rahmah.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau palingkan hati kami setelah Engkau memberi kami petunjuk, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu.
Wassalammualaikum warrahmatullahi wa barakatuh.
Makna tahun baru tidak terletak pada seberapa meriah ia dirayakan, melainkan pada seberapa jujur kita mengevaluasi diri dan seberapa sungguh-sungguh kita berusaha menjadi lebih baik. Tahun yang berganti adalah kesempatan untuk memperbaiki niat, menata kembali langkah, dan mendekatkan diri kepada Tuhan serta sesama manusia. Semoga setiap waktu yang kita jalani ke depan tidak hanya bertambah usia, tetapi juga bertambah makna, ketakwaan, dan keberkahan dalam hidup.



















