potret Avionita Sinaga saat menari (instagram.com/avionitasinaga)
Berhasil melewati titik terendah dalam hidupnya, kini Vio tampak percaya diri membagikan kisah inspiratif di baliknya. Ia telah berhasil melewati satu babak tergelap. Butuh waktu untuk memproses semuanya hingga akhirnya Vio memutuskan untuk membagikan kisah ini kepada publik.
Di tahun 2017, lembar hidupnya berubah menjadi hitam akibat suatu kecelakaan yang mengubah kondisi fisiknya. Di balik kecelakaan tersebut, Vio menyimpan kisah pilu yang membuatnya merasa hampir putus asa dengan hidupnya.
Vio mengaku sempat menikah muda. Namun, pernikahannya diwarnai oleh tindak Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang menyisakan tekanan mental luar biasa. Akibat peristiwa itu, ia merasa frustasi hingga akhirnya melakukan percobaan bunuh diri.
Dampaknya, Vio sempat mengalami kelumpuhan total dan hanya bisa terbaring di tempat tidur. Dari tiga rumah sakit, semua menyarankan amputasi. Diagnosa lainnya menyebut Vio tidak akan bisa duduk lagi. Situasi ini sangat menghancurkan semangatnya.
Ia juga menuturkan, “Dengan keadaan putus asa yang seperti itu dan ditambah gak punya siapa-siapa selain orangtua, ya lebih ke memaksa diri si sebenarnya. Berdamai itu gak langsung di situ juga. Jadi, sampai hari ini pun, Vio masih belajar menerima keadaan yang sekarang dan menerima semuanya gitu.”
Namun, perlahan pandangannya mulai berubah. Vio gak bisa memandang bahwa hidupnya akan terus terpuruk dan berdiam diri. Ia merasa diberi kesempatan hidup kembali yang seharusnya dimanfaatkan sebaik mungkin.
“Vio masih dikasih kesempatan hidup, berarti harus ada cerita indah yang kujalani lagi. Aku semangat lagi,” sambungnya.
Namun bersyukurnya, Vio tumbuh menjadi pribadi yang mau untuk bangkit dan mulai percaya diri lagi. Sekali pun harus berjuang cukup keras, ia mulai berlatih sendiri di rumah tanpa pengobatan apa pun. Belajar berdiri, belajar duduk, belajar berjalan hingga satu langkah kecil menuntunnya untuk menggapai mimpi yang selama ini ia ingin raih.
Kejadian di tahun 2017 ini, kini tidak lagi ia lihat sebagai aib, melainkan sebagai pembelajaran hidup yang sangat berharga. Ia memilih untuk terbuka mengenai masa lalunya agar orang lain juga punya semangat hidup yang sama terlepas dari apa pun masalah mereka.
Avionita percaya bahwa hal buruk tidak selamanya akan menjadi buruk jika kita memilih untuk memperbaikinya. Di tengah keputusasaannya kala itu, ia belajar bahwa menyesal dan merasa terpuruk bukanlah solusi. Ia tetap harus melanjutkan hidupnya dengan warna-warna baru yang lebih indah.