Ketika berbicara tentang guru, mungkin hal pertama yang terlintas di pikiranmu ialah sosok yang berdedikasi, bermartabat, serta tulus dalam mengabdikan diri untuk membagikan ilmu pengetahuan demi mencerdaskan generasi penerus bangsa. Perlu diketahui, tugas seorang guru bukan hanya mengajar, menilai, dan mengevaluasi siswa dalam proses pembelajaran, tetapi juga membantu membentuk karakter mereka, memberikan teladan yang baik, sekaligus mendorong mereka agar mampu berpikir kritis, kreatif, dan bertanggung jawab.
Jika dilihat dari peran yang dijalankan, sudah sepatutnya guru memperoleh apresiasi yang layak atas kontribusi dan pengabdiannya. Namun pada kenyataannya, tidak semua guru mendapatkan penghargaan yang sepadan. Bahkan, sebagian dari mereka jutru masih harus berjuang menghadapi keterbatasan kesejahteraan dan minimnya perhatian.
Situasi inilah yang dialami oleh Bu Ijah, salah satu guru honorer di Indonesia. Belakangan, nama Bu Ijah tengah ramai diberbincangkan lantaran salah satu videonya yang diunggah di akun TikTok @buijah28, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, Bu Ijah mengungkapkan keputusannya untuk berhenti menjadi guru setelah 40 tahun mengabdi. Selain itu, hal yang paling menyita perhatian adalah nominal gaji terakhir Bu Ijah yang hanya sebesar Rp414.000. Tentu, video ini memicu beragam reaksi dari warganet sekaligus menuai pertanyaan terkait kondisi kesejahteraan guru honorer di Indonesia.
