Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Komitmen Nestle Implementasikan Program Keberlanjutan

Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras)
Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras)
Intinya sih...
  • Nestle Indonesia merilis Creating Shared Value (CSV) Report 2024, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan lingkungan.
  • Perusahaan berkomitmen mencapai net zero emissions pada 2050 dan berhasil menurunkan emisi karbon lebih cepat dari target awal.
  • Nestle mengadopsi energi terbarukan untuk 95,3% fasilitas manufaktur secara global dan fokus pada manajemen limbah untuk daur ulang atau penggunaan kembali.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Isu keberlanjutan atau sustainability masih jadi tugas bersama yang perlu diupayakan. Sebagai perusahaan multinasional, Nestle Indonesia turut menyampaikan upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan dalam mengimplementasikan program keberlanjutan.

Melalui acara Media Gathering yang berlangsung di The Tribrata Darmawangsa pada Senin (24/3/2025), Nestle Indonesia menyampaikan rilisan terbaru dari Creating Shared Value (CSV) Report 2024. Apa saja yang sudah dilakukan Nestle untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau dan sehat? 

1. Berkomitmen mencapai net zero emissions pada 2050

Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras)
Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (IDN Times/Adyaning Raras)

Sebagai perusahaan global, Nestle memandang program keberlanjutan bukan sebagai target melainkan kontribusi nyata untuk lingkungan sekitar. Samer Chedid selaku Presiden Direktur PT Nestle Indonesia, percaya pada keyakinan doing well by doing good adalah inti dari upaya keberlanjutan. 

“Melalui berbagai program kami yang pro-petani rakyat, kami berkomitmen untuk mendukung rantai pasok yang berkelanjutan, memastikan kesejahteraan mereka sambil menjaga standar kualitas terbaik," ungkapnya.

Komitmen tersebut sejalan dengan komitmen global Nestle untuk mencapai net zero emissions pada 2050. Komitmen ini berada dalam empat pilar keberlanjutan, yaitu bertindak atas perubahan iklim, pengemasan berkelanjutan, menjaga air, dan pengadaan bahan baku yang bertanggung jawab.

2. Rilis CSV Report 2024 yang soroti berbagai upaya mengurangi dampak lingkugan

Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (dok. Nestle Indonesia)
Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (dok. Nestle Indonesia)

Di Februari 2025, Nestle sudah merilis Creating Shared Value (CSV) Report yang merangkum seluruh pencapaian inisiatif keberlanjutan sepanjang 2024. Dalam hal ini, Nestle berhasil menurunkan emisi karbon lebih cepat setahun dari target awal, yaitu penurunan sebesar 20,38 persen dibanding tahun 2018.

Nestle terus berupaya untuk menurunkan emisi karbon hingga 50 persen pada 2030 dan net zero pada 2050. Dari sektor energi, Nestle mengadopsi energi terbarukan untuk 95,3 persen fasilitas manufaktur secara global. Nestle juga fokus pada manajemen limbah agar setiap produksi kemasan bisa didaur ulang atau dipakai kembali.

"Kita sangat serius menjalankan keberlahjutan. Kita memastikan bahwa sampah merupakan PR bersama. Komitmen kita memastikan bahwa kemasan 95 persen didesain untuk bisa di-recycle atau reuse," ungkap Sufintri Rahayu, Direktur Corporate Affairs & Sustainability PT Nestlé Indonesia pada Senin (24/3/2025).

3. Nestle fokus berupaya mendorong praktik ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam berbagai sektor

Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (dok. Nestle Indonesia)
Media Gathering Nestle Indonesia pada Senin (24/3/2025) di Jakarta Selatan. (dok. Nestle Indonesia)

Upaya keberlanjutan yang dilakukan Nestle juga mencakup sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. Nestle mengupayakan praktik pertanian yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab pada lingkungan.

“Kami menyadari bahwa dunia saat ini menghadapi berbagai tantangan kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga ketahanan pangan yang menyebabkan pada meningkatnya masalah kesehatan. Tidak ada satu pihak pun yang dapat melakukan usaha ini sendiri, diperlukan kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkannya," kata Sufintri Rahayu atau akrab disapa Fifin.

Nestle turut aktif mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah. Nestle juga membantu peternak sapi perah untuk membangun lebih dari 880 kubah biogas dan 2.400 unit slurry application sebagai sumber pupuk.

Masih banyak langkah lain untuk membantu petani menerapkan praktik pertanian regeneratif. Nestle juga berupaya mewujudkan sustainability dengan transisi dari kemasan plastik konvensional ke kemasan yang lebih eco friendly.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Adyaning Raras Anggita Kumara
Febriyanti Revitasari
Adyaning Raras Anggita Kumara
EditorAdyaning Raras Anggita Kumara
Follow Us