5 Kiat Lanjutkan Baca Buku yang Lama Ditinggalkan, Latihan Fokus

- Jangan lupa baca bab-bab awal yang terlupakan untuk pemahaman menyeluruh
- Lanjutkan bacaan jika masih ingat, jangan dipaksakan jika buku tak bagus menurutmu
- Buat tenggat waktu realistis dan hindari godaan buku lain agar fokus pada satu bacaan
Apakah kamu masih punya utang membaca yang belum tuntas? Maksudnya, ada buku yang sudah dibaca olehmu, tetapi tak sampai selesai. Mungkin dirimu baru membaca setengahnya lalu meninggalkannya dengan berbagai alasan.
Bisa bosan, terdistraksi oleh aktivitas lain, sampai penasaran sekali dengan buku lain yang baru rilis. Sedapat mungkin utang membaca ini dibereskan. Selesaikan bacaanmu supaya pemahamanmu mengenai isi buku menyeluruh.
Jangan cuma setengah-setengah yang bisa bikin kamu salah mengambil kesimpulan. Lawan rasa malas atau dirimu cuma mau fokus ke buku lain yang sama sekali belum pernah disentuh. Kesukaan membaca tanpa menuntaskannya dapat menjadi kebiasaan. Yuk, mulai lanjutkan baca buku yang sudah lama kamu tinggalkan dengan lima kiat berikut ini!
1. Kalau lupa bab-bab awal berarti harus baca ulang

Makin lama dirimu meninggalkan suatu bacaan makin mungkin kamu sudah melupakan isinya. Jika dirimu langsung melanjutkan ke bab-bab yang belum dibaca, kamu akan bingung. Ada banyak hal yang menjadi sulit dipahami.
Sebaiknya dirimu gak berusaha mengambil benang merah sendiri. Jadilah pembaca yang sabar dengan membaca kembali bab-bab yang terlupakan itu. Baik jenis bukunya fiksi atau nonfiksi, jangan biarkan pemahamanmu cuma setengah-setengah.
Biasanya kalau dulu dirimu sudah membaca beberapa bab dengan sungguh-sungguh, cukup mengulanginya sekilas-sekilas. Kamu telah kembali mengingatnya. Tak usah dirimu membaca kata per kata lagi. Membaca cepat beberapa bab terdahulu pun efektif.
2. Jika masih ingat langsung lanjut saja biar tak makan waktu

Kalau bukunya berkesan sekali atau belum lama ditinggalkan, kemungkinan dirimu belum lupa bab-bab awal. Kamu barangkali baru mandek membaca 1 atau 2 minggu. Ada kesibukan lain yang bikin tidak memungkinkan untukmu membaca.
Bila pembahasan sebelumnya terasa masih segar di ingatan, langsung lanjut saja ke bab-bab berikutnya. Ini mempercepat targetmu menyelesaikan bacaan. Daripada kamu sekadar mengejar rasa lebih puas kalau membaca ulang dari awal.
Takutnya nanti kembali ada halangan yang bikin fokusmu pecah. Lagi-lagi buku ditinggalkan di halaman sekian. Saat kamu kembali buat melanjutkannya baru terasa bahwa dirimu sudah melupakan beberapa hal. Ini karena kamu telah membaca lebih banyak dibandingkan periode pertama.
3. Namun, gak bisa dipaksakan bila buku benar-benar tak bagus menurutmu

Semangatmu untuk menuntaskan bacaan baik sekali. Akan tetapi, kadang ini juga tidak bisa dipaksakan. Atau, kalaupun kamu kuat memaksa diri untuk melahap satu buku hasilnya kurang berguna. Sebab isi buku itu terlalu di bawah ekspektasimu.
Misalnya, pembahasan dalam buku tersebut ternyata lebih dangkal ketimbang buku-buku lain yang pernah dibaca olehmu. Kamu telah tahu jauh lebih banyak daripada informasi yang ada dalam buku itu.
Atau, pandangan penulis kurang netral. Tampak ada kepentingan-kepentingan tertentu di balik tulisannya. Buku itu mungkin gak cocok untukmu. Mending waktu dan konsentrasimu digunakan buat membaca buku lain yang lebih bagus menurutmu.
4. Kunci buku-buku lain supaya kamu tidak terdistraksi

Gagal menyelesaikan bacaan kadang bukan lantaran dirimu malas membaca. Kamu suka membaca. Masalahnya hanya dirimu sulit mempertahankan fokus hingga satu buku selesai dibaca. Kamu mudah sekali tertarik dengan buku-buku lain yang ada di rumah.
Bahkan jika ada iklan buku yang baru terbit, dirimu tidak sabar buat segera membeli. Pun begitu buku sampai, kamu bergegas membacanya buat memuaskan rasa penasaran. Membeli buku lain sekarang juga sebetulnya tak masalah selama dananya ada.
Akan tetapi, komitmen menyelesaikan buku yang sedang dibaca pun mesti dijaga. Dirimu harus fokus dulu pada satu buku. Buku-buku lain yang dapat menjadi godaan berat buatmu kudu disimpan rapat-rapat. Jangan membiarkannya ada di sekitarmu sampai buku lama selesai.
5. Bikin tenggat yang cukup ketat, tapi tetap realistis

Coba lihat masih tersisa berapa halaman di buku yang terbengkalai tersebut. Kalau kurang 50 halaman, di Sabtu dan Minggu mungkin kamu dapat menyelesaikannya. Jika dirimu benar-benar tak ada rencana ke mana-mana, 100 halaman pun bisa selesai dalam dua hari.
Pembuatan tenggat amat penting supaya dirimu tidak menyia-nyiakan waktu yang dimiliki buat hal-hal lain. Nanti buku yang sama kembali gak selesai dibaca. Akan tetapi, target waktunya mesti realistis.
Artinya, dirimu wajib memahami kemampuan dalam membaca dan waktu yang tersedia. Jika di akhir pekan masih ada beberapa acara, jangan bikin tenggat buku selesai dibaca dalam dua hari. Ganti saja menjadi 2 kali akhir pekan. Itu akan membuatmu tetap dapat menikmati bacaan dan bukan sekadar ingin segera sampai di halaman terakhir.
Sayang sekali kalau buku tidak selesai dibaca. Pengetahuanmu menjadi tak lengkap. Uang buat membelinya pun terbuang percuma. Ke depan jika dirimu masih kesulitan lanjutkan baca buku, latihan dulu dengan buku-buku tipis.


















