Jamaah haji melakukan tawaf, mengelilingi kabah, di Masjidil Haram dengan menjaga jarak pada ibadah haji tahun 2020 di Kota Mekah, Arab Saudi. (ANTARA/REUTERS/Saudi Ministry of Media via / La/pri.)
Seseorang yang sedang melaksanakan ibadah haji hendaknya memiliki akhlak yang baik. Akhlak yang baik berarti menjaga perilaku, mulai dari berangkat, saat di tanah suci, hingga kembali ke tanah air.
Saat berhaji, hendaknya kamu selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Misalnya, dengan banyak zikir, takbir, tasbih, tahmid, dan istigfar.
Gak hanya itu saja, kamu harus senantiasa bersabar menerima segala hal yang terjadi ketika melaksanakan yang harus dilakukan (misalnya: menjalankan seluruh wajib dan rukun haji) dan meninggalkan larangan berhaji (misalnya: meninggalkan larangan ihram). Kamu juga gak boleh sombong, ria, dan angkuh. Perbanyak istigfar agar ibadah haji kamu lancar dan meraih haji mabrur.
Meski gak mudah mencapai haji mabrur, kamu bisa terus mengusahakannya demi meraih pahala-Nya. Pada dasarnya, haji mabrur adalah ketika setibanya di tanah air, kamu menjadi orang yang lebih baik dari sebelumnya dan tidak mengulangi perbuatan maksiat atau dosa. Yuk, persiapkan dengan baik agar haji kamu mabrur!
Penulis: Fanny Haristianti
Apa esensi atau makna terdalam dari predikat haji mabrur? | Makna terdalamnya adalah sebuah transformasi total pada diri jemaah, di mana ibadah haji bukan sekadar ritual fisik semata, melainkan sebuah ikrar spiritual yang mengubah orientasi hidup seseorang menjadi lebih mengutamakan akhirat dan kebaikan universal. |
Mengapa balasan bagi orang yang meraih haji mabrur adalah surga? | Berdasarkan hadis sahih Rasulullah SAW, haji mabrur tidak memiliki balasan lain kecuali surga. Hal ini karena proses mencapainya menuntut pengorbanan luar biasa, mulai dari harta, tenaga, ego, hingga pembersihan hati dari segala bentuk maksiat selama di Tanah Suci. |
Bagaimana kaitan antara makna haji mabrur dengan kesalehan sosial di masyarakat? | Haji yang mabrur wajib berdampak sosial. Seseorang belum bermakna mabrur jika kesalehannya hanya berhenti di atas sajadah; kemabruran itu harus mewujud dalam sikap gemar membantu orang miskin, memberi makan, dan menjadi agen kedamaian di lingkungan tempat tinggalnya. |
Apa tanda spiritual yang dirasakan di dalam hati jemaah yang mabrur? | Jemaah akan merasakan hilangnya kecintaan berlebih terhadap gemerlap dunia (zuhud) dan tumbuhnya rasa rindu yang mendalam untuk terus berbuat baik, menjaga integritas moral, serta selalu merasa diawasi oleh Allah SWT (ihsan). |