Ilustrasi mencoba produk kosmetik (pexels.com/Alan W)
Membeli produk kecantikan juga menjadi bentuk manifestasi lipstick effect ala gen Z sebagai bentuk self reward. Gen Z memilih membeli lip tint, cushion, parfum travel size, atau serum, biasanya dari brand lokal dengan harga yang lebih ramah di kantong.
Ini sejalan dengan makna lipstick effect itu sendiri di mana penjualan kosmetik perempuan berbanding terbalik dengan kondisi ekonomi. Dengan kata lain, ketika ekonomi sedang menurun, pengeluaran perempuan untuk kosmetik cenderung meningkat.
“Ketika inflasi meningkat dan ekonomi melambat, orang-orang akan lebih hemat dan mengurangi pengeluaran. Namun ada beberapa produk, seringkali produk yang harganya tidak mahal, yang permintaannya justru meningkat selama resesi. Salah satu kategori produk tersebut adalah kosmetik perempuan," kata Colleen Kirk, peneliti perilaku konsumen dan profesor pemasaran di Sekolah Manajemen Institut Teknologi New York mengutip laman Verywell Mind.
Misalnya lip tint lokal di kisaran harga Rp50 ribu-Rp100 ribu, parfum ukuran 10-30 ml, hingga sheet mask premium. Mereka berinvestasi pada barangaffordable namun tetap berkualitas, praktis, all-in-one, dan yang paling penting bisa menyenangkan hati.