Comscore Tracker

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!

#IDNTimesLife Fokus pada diri sendiri saja

Saat ingin membeli sesuatu atau memiliki tujuan keuangan lain, selain mencari tambahan penghasilan, biasanya kita juga akan belajar berhemat. Harapannya agar penghasilan bisa lebih banyak ditabung. Sehingga, apa yang menjadi tujuan kita bisa segera tercapai.

Berhemat tentu bukan hal  mudah, banyak banget kendalanya. Salah satu tantangan ketika bertekad untuk berhemat adalah gak perlu nyinyir pada gaya hidup orang lain yang bertentangan dengan misi kita berhemat.

Meski sulit, kita pasti bisa melakukannya. Supaya terhindar dari sifat nyinyir itu tadi, terapkan dan ingat lima hal berikut ini, nih!

1. Fokus mengelola keuangan pribadi, bukan mengubah orang lain

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!ilustrasi memilih produk (unsplash.com/imants72)

Hal yang perlu diingat adalah meluruskan niat. Kita belajar berhemat buat diri sendiri saja dulu. Bukankah tujuan utamanya memang untuk mengendalikan pengeluaran dan mengamankan dompet kita, ya kan? Gak ada hubungannya dengan keuangan orang lain.

Kewajiban kita untuk mengurus hidup sendiri, sama sekali gak punya hak untuk mengubah orang lain. Jal itu termasuk cara mereka menggunakan uang. Jangan sampai kita keasyikan berusaha mengubah orang lain, tapi malah membuat misi kita berhemat gak lekas terwujud.

2. Ingat, penghasilan kita berbeda dengan orang lain

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!ilustrasi memandangi toko (unsplash.com/varietou)

Mungkin bagi kita anggaran belanja melebihi Rp5 juta per bulan itu sangat gak masuk akal. Melihat orang lain seperti itu, kita terkadang langsung menuduh anggaran belanjanya sebesar itu sebagai alasan berfoya-foya dan gak tahu cara berhemat.

Saking asyiknya menuduh, kita mengesampingkan fakta bahwa penghasilan orang itu bisa saja memang lebih besar dari kita. Bila anggaran belanjanya dibuat persentase dari total pemasukannya, bisa jadi sama atau bahkan lebih kecil dari persentase anggaran belanja kita per bulan.

Misalnya, dengan anggaran belanja Rp5 juta per bulan, penghasilannya Rp20 juta. Artinya, dia hanya menggunakan 25 persen dari total penghasilannya untuk berbelanja.

Sedangkan anggaran belanja kita Rp2 juta per bulan dengan penghasilan Rp4 juta. Nah, kita sudah menggunakan 50 persen dari total penghasilan untuk berbelanja, lho!

3. Kalau ingin memengaruhi orang lain untuk berhemat, jadilah teladan

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!ilustrasi berbelanja (unsplash.com/dollargill)

Coba saja kita yang berada di posisi akan diubah gaya hidupnya. Pasti terasa tidak enak kalau terlalu sering dikomentari. Diminta begini dan begitu, padahal orang yang menyuruh pun belum tentu bisa melakukannya.

Oleh sebab itu, kalau kita ingin mengubah gaya hidup seseorang yang dirasa terlalu boros, gak perlu pakai kekuatan bicara. Gaya hidup kita sendiri yang lebih berguna untuk mempengaruhi orang lain.

Apabila orang lain melihat kita bisa berhemat dan hidup kita menjadi jauh lebih baik, mereka tentu akan tertarik untuk mengikuti. Namun, ini pun sifatnya bukan paksaan, hanya sekadar memberi contoh.

Baca Juga: 5 Godaan Saat Menabung, Bikin Uang Gak Kunjung Terkumpul

4. Jangan samakan kebutuhan kita dengan orang lain

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!ilustrasi belanja bulanan (unsplash.com/rocinante_11)

Pernah dengar nasihat untuk tidak mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita, kan? Sebab, jelas akan berbeda. Begitu pula dalam hal melihat gaya hidup orang lain dan cara mereka berbelanja.

Seperti dalam ilustrasi, kita mungkin melihat orang yang berbelanja sebanyak itu sebagai pemborosan. Akan tetapi, bagi orang lain itu justru cara berhemat. Ia berbelanja langsung dalam jumlah banyak karena jumlah anggota keluarganya dan memanfaatkan promo.

Kebutuhannya bersama keluarga jelas gak bisa disamakan dengan kebutuhan kita yang lajang. Begitu pula jika seseorang tampaknya sering berbelanja pakaian bermerek. Belum lagi parfum-parfum mahal dan perawatan tubuh. Jangan terlalu cepat menghakimi.

Mungkin pekerjaannya menuntut untuk sering tampil di depan kamera atau orang banyak. Maka, menjaga penampilan menjadi sangat penting baginya. Sedangkan kita sehari-hari bekerja dari rumah, sehingga yang paling penting hanyalah kuota internet.

5. Nyinyir soal gaya hidup orang lain mengesankan kita hanya iri

5 Kiat Berhemat Tanpa Nyinyir pada Gaya Hidup Orang Lain, Coba deh!ilustrasi orang nyinyir (unsplash.com/isaacowens)

Kalau bukan iri, lalu apa? Sudah jelas bahwa berhemat itu urusan pribadi, bukan urusan orang lain. Cara berhemat, berapa uang yang boleh dibelanjakan, serta berapa uang yang wajib masuk ke tabungan disesuaikan dengan penghasilan dan tujuan keuangan kita.

Kalau kita masih saja nyinyir pada gaya hidup orang lain, kita akan dinilai sebenarnya cuma ingin bergaya hidup sama dengannya, tetapi gak mampu. Tanyakan saja pada diri sendiri, benar gak, ya?

Padahal, orang lain juga bisa lelah mendengar kita selalu mengomentari keuangannya. Mungkin saja suatu saat mereka akan berkata, "Semuanya pakai uangku, kenapa kamu yang repot?."

Daripada malu, lebih baik kita fokus pada misi berhemat untuk diri sendiri, kan? Masalah keuangan orang lain tentu bukan urusan kita. Mereka pun pasti tahu batas kemampuan keuangan dan risiko dari gaya hidupnya. Fokus pada dirimu saja, yuk!

Baca Juga: 5 Penyebab Anak Muda Sulit Menabung, Bukan karena Terlalu Boros

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Naufal Al Rahman

Berita Terkini Lainnya