Comscore Tracker

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya 

#IDNTimesLife Cuma bikin tertekan, kan? 

Gagal dalam urusan apa pun memang bikin sedih ya? Wajar kalau untuk beberapa saat perasaan sedih itu masih membayangimu. Namun justru karena rasa gak enak inilah, kamu harus berjuang untuk lekas membebaskan diri.

Jangan sampai hidupmu kacau lantaran terlalu memikirkan kegagalan yang dialami. Sejenak merenungkan kegagalan bagus biar kamu bisa memetik pelajarannya. Tetapi terus memikirkannya sama dengan melakukan hal yang sia-sia bahkan merusak karena 6 alasan berikut ini.

1. Dipikirkan sampai pusing pun gak mengubah fakta 

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Pexels.com/talalih

Yang gagal tetap gagal, yang berhasil tetap berhasil. Itulah fakta saat ini. Gak akan berubah meski kamu sudah memikirkannya siang dan malam bahkan sampai mengundang penyakit.

Maka tugasmu selepas sejenak merenungkan kegagalan biar bisa memetik pelajarannya adalah melanjutkan perjalanan. Tinggalkan fakta kegagalanmu itu di belakangmu. Ada titik-titik pencapaian lain yang harus kamu tuju dengan usaha semaksimal mungkin.

Cuma ini yang memungkinkanmu suatu saat berganti nasib dari pernah gagal menjadi bagian dari yang berhasil. Kalau cuma memikirkan kegagalan saat ini, kamu malah jadi di situ-situ saja alias statusmu gagal terus.

2. Takutnya kamu malah jadi kapok, gak mau mencoba lagi 

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Pexels.com/khoa-vo-2347168

Kalau terlalu memikirkan kegagalan, dikhawatirkan pikiranmu makin gak jelas arahnya. Kegagalan yang sebenarnya sesederhana kamu sedang kurang beruntung dan ada yang lagi lebih beruntung daripada kamu, malah dihubung-hubungkan dengan rekayasa hasil misalnya.

Kamu menduga ada yang berbuat curang sehingga di masa-masa mendatang, kamu gak mau lagi mencoba kesempatan serupa. Kalau sudah begini, kamu sendiri yang akan rugi. Kamu akan bersikap sinis pada peluang-peluang yang datang dan melewatkan semuanya begitu saja. Akibatnya, hidupmu akan stagnan.

3. Sepanjang hidup kita akan mengalami banyak sekali kegagalan, masa semuanya mau dipikirkan? 

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Unsplash.com/abrosimova_marina_foto

Gak ada orang yang hidupnya bersih dari kegagalan. Bahkan daftar kegagalan itu selalu panjang sekali. Bayangkan jika sedikit-sedikit dipikirkan sampai kamu jadi overthinking.

Betapa besar beban psikismu dan tentu saja itu juga akan memengaruhi kesehatan fisikmu. Maka daripada membahayakan kesejahteraan diri, belajar menerima dengan lapang dada saja ya? Biar kamu bisa lebih rileks.

Sebelum kamu berlebihan dalam memikirkan kegagalan yang dialami, selalu ingatkan diri sendiri bahwa kegagalan itu sesuatu yang sangat biasa. Terlalu biasa untuk menyedot seluruh perhatianmu. Lepaskan saja.

Baca Juga: 5 Cara Biar Tetap Positif Hadapi Kegagalan, Baik Cinta maupun Karier

4. Bisa bikin kamu menyalahkan diri sendiri atau dengki dengan keberhasilan orang lain 

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Pexels.com/joeypistachio-3847139

Mungkin kamu akan merasa bodoh sekali. Padahal di mata orang-orang di sekitarmu, kamu itu hebat. Kamu merasa kegagalanmu akibat kamu gak cermat dan kamu sangat membenci itu. Padahal secermat apa pun, wajar jika manusia masih melewatkan sesuatu.

Hanya karena terlalu memikirkan kegagalan yang dialami, kamu jadi memandang rendah diri sendiri. Padahal kehilangan apresiasi dari diri sendiri jauh lebih buruk ketimbang kehilangan apresiasi dari orang lain lho. Motivasi intrinsikmu pasti akan merosot.

Padahal motivasi intrinsik itulah yang sangat menentukan keberhasilanmu kelak. Bisa juga kamu gak memandang rendah diri sendiri melainkan justru terlalu tinggi menilai dirimu. Kamu merasa gak mungkin dikalahkan siapa pun. Akibatnya, kamu membenci orang yang berhasil bahkan menuduhnya melakukan cara-cara kotor.

5. Gagal berarti PRmu masih banyak, lebih baik fokus mengerjakannya  

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Pexels.com/m4soodaslami

Setiap kegagalan pasti membawa pesan khusus untukmu kok. Pesan yang bila kamu ikuti akan kian mendekatkanmu pada keberhasilan. Oleh karena itu, kamu gak boleh juga pura-pura gak mengalami kegagalan.

Selalu terima dahulu kenyataannya, periksa apa-apa yang masih perlu diperbaiki, lalu fokuslah mengerjakannya. Dengan begini, fakta kegagalanmu dan rasa sedihmu gak akan bertahan lama. Perhatianmu sudah bergeser ke persiapan untuk pencapaian terbaik di kesempatan berikutnya.

6. Gagal juga berarti belum rezekimu, tenang saja karena semua sudah ada jatahnya 

Lebih Baik Move On daripada Terus Memikirkan Kegagalan, Ini Alasannya Unsplash.com/jacksonhayes

Bagaimana hidup ini akan terasa kerap kali cuma tergantung dari keyakinan kita kok. Kalau kamu percaya setiap orang punya jatah rezeki masing-masing dalam berbagai bentuk dan yang perlu dilakukan hanyalah berusaha sebaik mungkin, persoalan gagal atau berhasil sudah bukan lagi yang utama.

Yang terpenting kamu gak menyia-nyiakan peluang dan kemampuanmu. Pokoknya, urusanmu di dunia ini cuma dua. Mau belajar dan mau mencoba. Kapan harus gagal dan kapan berhasil, masing-masing akan ada waktunya.

Mungkin poin terakhir ini terasa seperti menggampangkan beban psikismu menghadapi kegagalan. Tetapi kalau memang bisa dibikin gampang, kenapa harus dibikin sulit?

Gagal itu ibarat berusaha membuka pintu dengan kunci yang keliru. Tugasmu adalah bergegas mencari kunci lain yang sesuai. Bukan malah memusingkan kunci yang kamu pegang. Itu gak akan membuat pintu di hadapanmu lebih cepat terbuka. Kamu perlu move on.

Baca Juga: 7 Arti Mimpi tentang Sekolah, Ada yang Berhubungan dengan Kegagalan!

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya