5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosial

Salah satu cara bijak menggunakan media sosial

Gak mudah untuk kita secara konsisten hanya share hal positif di media sosial. Sebagian orang malah menjadi medsos bak tempat sampah raksasa untuk mereka mengeluarkan seluruh kekesalan dengan cara yang tak mungkin dilakukan di dunia nyata. Seperti bebas mengumpat menggunakan akun anonim.

Beberapa orang juga dapat berubah-ubah dari sosok yang bijaksana menjadi sangat tidak sopan di media sosial tergantung dari perasaannya. Kalau hidupnya sedang berjalan baik-baik saja, unggahannya penuh dengan kebijaksanaan. Akan tetapi begitu kesal, sosoknya berubah drastis menjadi emosional.

Maka adanya pengguna media sosial yang konsisten mengunggah hal-hal positif di dunia maya merupakan keistimewaan. Unggahannya seakan-akan tak dipengaruhi oleh situasi batinnya, tetapi ini gak berarti emosinya tumpul. Seseorang mampu menahan diri dari mengunggah hal-hal negatif karena lima alasan di bawah ini.

1. Pernah share hal-hal negatif dan menyesalinya

5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosialilustrasi pengguna medsos (pexels.com/Sam Lion)

Jauh sebelum kita mengenalnya, mungkin saja dia juga pernah mengunggah status yang jauh dari bijaksana. Seperti mengeluh terus-menerus, menyalahkan orang lain atas nasibnya yang kurang baik, bahkan terang-terangan memaki. Akan tetapi, apa yang kemudian diperolehnya?

Bukannya kepuasan, ia malah menyesali status-status itu. Sering kali ini ditunjukkan dengan dia menghapus unggahannya yang negatif lalu menghilang lumayan lama bahkan menonaktifkan akun saking malunya. Penyesalannya timbul bukan tanpa alasan.

Unggahan yang negatif itu terdorong oleh emosi sesaat sehingga dia gak bisa berpikir panjang mengenai akibatnya. Status yang awalnya dikira bakal aman-aman saja ternyata memicu masalah-masalah yang di luar dugaannya. Pengalaman tersebut amat berharga baginya sehingga sejak itu ia menjadi jauh lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial.

Baca Juga: 7 Alasan Penulis Harus Berani Eksplorasi Ide, Cegah Jenuh!

2. Gak mau bikin sumpek teman-teman mayanya

5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosialilustrasi pengguna medsos (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Ia sadar bahwa berteman di dunia nyata maupun maya pada dasarnya sama saja. Yaitu, apa pun yang dia katakan atau tulis pasti memengaruhi orang-orang di sekitarnya. Adanya pilihan buat dengan cepat melewatkan saja sebuah unggahan nyatanya sulit dilakukan.

Pasalnya, sebelum orang bergegas menggulir layar pasti telah telanjur membaca setidaknya sebagian dari unggahan tersebut. Kalau seseorang sama sekali belum membacanya, bagaimana ia akan tahu isinya positif atau negatif? Oleh karena itu, sedikit banyak status-status negatifnya tetap mengganggu orang lain.

Pun orang yang suka membuat status tidak bijak kerap kali seperti sukar berhenti. Dia dapat mengunggah status serupa berkali-kali dalam sehari. Lama-lama ia pasti kehilangan sebagian teman mayanya karena pemblokiran atau pembatalan pertemanan.

3. Membantu personal branding-nya

dm-player
5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosialilustrasi pengguna medsos (pexels.com/HONG SON)

Orang yang sudah memutuskan untuk menggunakan medsos sebagai tempatnya membangun personal branding memang mesti lebih hati-hati dalam mengunggah apa pun. Jangan sampai citra diri yang selama ini dibangun dengan susah payah seketika berantakan hanya oleh unggahan yang gak bijak. Sulit untuk membangunnya kembali jika telanjur rusak.

Orang-orang malah dapat menyebutnya munafik ketika dia mencoba memperbaiki citra dirinya. Baik dia berusaha menjelaskan status sebelumnya yang negatif, minta maaf, maupun menghapusnya dan bersikap seolah-olah tidak pernah mengunggahnya boleh jadi telah terlambat. Kawan maya yang sudah melihat unggahan tersebut seakan-akan berhasil membuka topeng yang menyembunyikan wajah aslinya.

Personal branding-nya seketika gagal total dan orang lebih percaya pada 1 atau 2 statusnya yang negatif sebagai gambaran dirinya yang asli. Membangun personal branding itu sulit, tetapi menghancurkannya bisa dalam sekejap. Pengetahuan akan hal ini mendorong orang bersikap jauh lebih berhati-hati.

4. Pengalaman negatif pun masih dapat diceritakan dengan lebih bijak

5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosialilustrasi pengguna medsos (pexels.com/Blue Bird)

Kalau setiap unggahannya dicermati, boleh jadi intinya sebenarnya mirip dengan status orang lain yang negatif. Bedanya hanya dalam cara mereka menuliskannya. Pengalamannya memang sama-sama gak menyenangkan.

Namun, ketika orang lain mengomel panjang lebar sampai mencela habis-habisan berbagai pihak, dia menceritakannya dengan lebih halus. Duduk perkara diuraikan dengan jelas seakan-akan ia berada di posisi netral dan hanya menjadi pengamat. Alih-alih memaki sana sini, dia mengambil berbagai hikmah dari peristiwa tersebut dan mau berintrospeksi. 

Perbedaan cara mengungkapkan pengalaman ini membuat kita juga menangkap kesan yang berlainan. Kita lebih nyaman membaca status-status orang yang pandai mengemas pengalaman serta emosi negatifnya ketimbang unggahan yang hanya menggambarkan kemarahan. Dengan penyampaian yang lebih baik, kita menilai statusnya lebih layak disimak.

5. Cara simpel membantu orang merasa lebih baik dan bersemangat

5 Alasan Orang Cuma Share Hal Positif di Media Sosialilustrasi pengguna medsos (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Unggahan yang positif bisa tentang motivasi, prestasi, atau sekadar cerita sehari-hari tetapi inspiratif. Jenis unggahan seperti di atas membuat siapa pun yang membacanya cenderung ikut merasa positif. Sebaliknya, membaca unggahan yang negatif akan terasa menguras energi bahkan bikin kita ikut merasa buruk. Orang yang ingin keberadaannya di dunia maya memberikan manfaat berusaha mengatur unggahannya.

Cukup dengan mengunggah hal-hal positif, ia barangkali telah berhasil membuat hidup sejumlah orang menjadi lebih baik. Seperti orang yang malas mulai terdorong untuk lebih rajin selepas melihat prestasi-prestasinya. Orang yang sudah di ambang keputusasaan pun memperoleh kembali semangatnya dari kalimat-kalimat motivasi yang dibagikannya.

Berbekal unggahan yang positif, dia sudah menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Apa yang dilakukannya di medsos dari hari ke hari tampak sederhana bahkan mungkin beberapa kali diremehkan oleh beberapa orang. Akan tetapi, unggahan-unggahan itu nyatanya berdampak baik buat lebih banyak orang.

Status yang positif memang kadang sepi dari like dan komentar. Namun, ini tidak menyurutkan keinginan orang untuk terus share hal positif di media sosial. Bukan jumlah like dan komentar yang dicarinya, melainkan dia akan bahagia bila bisa membantu mencerahkan banyak orang melalui status-statusnya.

Baca Juga: Cinta Laura Sebut Jadi Konten Kreator Berikan Kebebasan untuk Kreatif

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Penulis fiksi maupun nonfiksi. Lebih suka menjadi pengamat dan pendengar. Semoga apa-apa yang ditulis bisa memberi manfaat untuk pembaca. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Debby Utomo

Berita Terkini Lainnya