Comscore Tracker

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan Buruk

#IDNTimesLife Harus bisa menenangkan diri, ya!

Sudah pasti gak ada orang yang suka diperlakukan buruk oleh siapa pun, kan? Untuk perlakuan yang gak terlalu parah dan segera diikuti permintaan maaf oleh yang bersangkutan, tentu reaksimu akan tetap terkontrol.

Akan tetapi jika perlakuan buruknya keterlaluan dan dia gak merasa bersalah soal itu, wajar jika kamu akan merasa sangat terganggu. Secara bertahap, kamu akan merasakan lima hal berikut ini.

1. Sedih, malu, dan kehilangan kepercayaan diri

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan BurukIlustrasi kesedihan (unsplash.com/shirleyvv612)

Perlakuan buruk tentu sangat banyak macamnya. Kamu bisa dipermalukan habis-habisan sehingga kepercayaan dirimu runtuh. Apalagi jika itu terjadi di depan banyak orang. Kamu benar-benar kehilangan muka.

Kamu merasa teraniaya. Sedih karena berpikir kamu gak pernah jahat padanya, tetapi mengapa dia bersikap begitu padamu. Kamu merasa inferior sementara dirinya superior. 

2. Marah dan tidak terima

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan BurukIlustrasi pria bersedekap (unsplash.com/hermez777)

Reaksi ini bisa menggantikan reaksi pada poin pertama atau menjadi kelanjutannya. Jika harga dirimu sangat tinggi, perlakuan buruk orang lain bisa seketika membuatmu naik pitam. Kamu juga bisa melakukan perlawanan keras pada saat itu juga.

Bisa juga awalnya kamu seperti dalam poin pertama. Kamu merasa sedih, malu, dan kehilangan kepercayaan diri. Lalu seiring pemikiran kamu gak layak diperlakukan begitu, barulah rasa marah dan gak terima ini muncul. 

3. Berusaha menstabilkan emosi

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan BurukIlustrasi perempuan melatih keseimbangan (unsplash.com/kysondana)

Emosimu bisa kembali seperti semula secara alami, bisa juga membutuhkan usaha lebih darimu. Jika terjadi secara alami, perasaanmu membaik dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

Mungkin pada akhirnya dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf. Bisa juga kamu tahu tindakannya benar-benar gak sengaja atau kesibukan mengalihkan perhatianmu dari pengalaman gak mengenakkan itu.

Sebaliknya, kalau kamu sendiri yang harus aktif untuk membuat perasaanmu membaik, ketiga hal di atas gak terjadi. Kamu cuma sadar bahwa emosi yang gak stabil buruk untuk dirimu sendiri sehingga harus segera diatasi.

Baca Juga: 7 Kalimat Bijaksana Bahasa Jawa soal Arti Kesabaran, Urip Ben Penak!

4. Merenungkan mengapa kamu sampai diperlakukan seperti itu

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan BurukIlustrasi pria terpejam (unsplash.com/thetourcreator)

Kalau kamu sudah gak terlalu marah atau sedih, kamu baru bisa berpikir dengan jernih. Di titik ini, kamu mulai menguraikan satu per satu kemungkinan penyebab perlakuan buruk itu terjadi. Bisa saja kan, kamu juga punya andil kesalahan?

Jika kamu akhirnya menyadari bahwa kamu sendiri yang memulai masalahnya, kamu jadi makin bisa menghapuskan rasa marah dan gak terimamu. Kamu bahkan menyesal dan mungkin tergerak untuk terlebih dahulu meminta maaf.

5. Keputusan berdamai dengan diri sendiri dan orang lain atau menjadi pembenci

5 Tahapan Reaksi yang Biasa Terjadi Setelah Diperlakukan BurukIlustrasi pria merenung (unsplash.com/kriztheman)

Seperti disebutkan dalam penjelasan sebelumnya, kalau malah ternyata kamu yang mengawali masalah, kamu bisa mengajukan permintaan maaf. Kalau orang lain yang memang keterlaluan lalu meminta maaf padamu, kamu juga dengan mudah memaafkannya.

Akan tetapi bila permintaan maaf darinya gak kunjung datang, kamu mungkin akan memilih untuk melupakannya saja. Namun bisa juga nih, kamu memutuskan untuk tetap membencinya karena berpikir dia memang layak untuk dibenci.

Apa pun keputusanmu terkait perlakuan buruk yang telah diterima memang sepenuhnya hakmu. Jika keterlaluan sekali dan menimbulkan kerugian yang gak main-main, kamu juga boleh kok, menempuh jalur hukum.

Namun sebaiknya, kamu gak menjadi pembenci, ya! Sebab itu hanya akan merusak kedamaian hidupmu sendiri.

Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Menunjukkan bahwa Kamu Punya Kesabaran Ekstra

Marliana Kuswanti Photo Verified Writer Marliana Kuswanti

Esais, cerpenis, novelis. Senang membaca dan menulis karena membaca adalah cara lain bermeditasi sedangkan menulis adalah cara lain berbicara.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Abigail Putra

Berita Terkini Lainnya