Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Masih Beri Susu Sapi ke Kucing? Ini 4 Kesalahan Makan yang Sering Diabaikan
ilustrasi cat food (vecteezy.com/Yevhen Smyk)
  • Banyak pemilik kucing tanpa sadar melakukan kesalahan makan seperti membiarkan makanan selalu tersedia, memberi susu sapi, atau berbagi makanan manusia yang bisa memicu gangguan pencernaan.
  • Kelebihan berat badan pada kucing meningkatkan risiko penyakit serius seperti diabetes dan gangguan hati, sehingga penting menjaga pola makan terjadwal serta memantau berat badan secara rutin.
  • Kucing membutuhkan protein hewani dan nutrisi seperti taurin, jadi pola makan vegetarian atau mentah sebaiknya dihindari tanpa pengawasan dokter hewan karena berisiko menyebabkan kekurangan gizi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memelihara kucing memang menyenangkan, apalagi saat melihat mereka lahap menghabiskan makanan yang kamu berikan. Sayangnya, masih banyak pemilik kucing yang tanpa sadar melakukan kesalahan saat mengatur pola makan hewan peliharaannya. Ada yang sengaja membiarkan mangkuk makanan selalu penuh, ada pula yang gemar berbagi makanan dari meja makan.

Bahkan, gak sedikit yang masih rutin memberikan susu karena menganggap minuman tersebut baik untuk kucing. Padahal, beberapa kebiasaan ini justru dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Agar kucing kesayanganmu tetap aktif dan sehat, yuk kenali beberapa kesalahan makan yang sering diabaikan berikut ini.

1. Membiarkan makanan tersedia sepanjang hari

ilustrasi cat food (pexels.com/David Yu)

Sebagian pemilik kucing memilih membiarkan mangkuk makanan tetap terisi sepanjang hari. Cara ini biasanya dilakukan agar kucing bisa makan kapan saja, terutama jika mereka dikenal pemilih terhadap makanan. Namun, kebiasaan tersebut akan membuatmu sulit mengetahui seberapa banyak makanan yang benar-benar dikonsumsi setiap hari.

Menurut panduan kesehatan kucing dalam Journal of Feline Medicine and Surgery, kebutuhan nutrisi dan pola makan kucing sebaiknya disesuaikan dengan usia, kondisi tubuh, serta gaya hidupnya. Pola makan yang terjadwal dapat membantu menjaga berat badan ideal sekaligus memudahkan pemantauan kesehatan kucing. Pemilik juga bisa lebih cepat menyadari apabila kucing tiba-tiba kehilangan nafsu makan atau justru makan berlebihan. Kondisi tersebut sering kali menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Daripada membiarkan kucing ngemil sepanjang waktu, lebih baik bagi porsi makan hariannya menjadi dua atau tiga kali makan. Cara ini juga membantumu mengenali perubahan nafsu makan yang bisa menjadi tanda awal adanya masalah kesehatan. Jika masih ragu menentukan jadwal makan yang tepat, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter hewan sesuai tahap usia kucing, mulai dari anak kucing, dewasa, hingga senior.

2. Memberikan makanan manusia dan susu

ilustrasi kucing peliharaan (unsplash.com/Vivek Doshi)

Tatapan memelas dari kucing saat kamu sedang makan memang sering membuat hati luluh. Meski begitu, bukan berarti semua makanan manusia aman untuk diberikan kepada mereka, lho. Anggur, kismis, bawang, cokelat, kacang-kacangan, bawang putih, hingga adonan roti mentah termasuk bahan makanan yang sebaiknya dihindari.

Perubahan makanan secara mendadak juga dapat memicu muntah dan diare pada kucing. Pada beberapa kucing dengan sistem pencernaan sensitif, kondisi tersebut bahkan dapat berkembang menjadi peradangan pankreas yang cukup serius. Daging mentah, telur mentah, serta tulang juga berisiko membawa bakteri berbahaya atau menyebabkan tersedak. Karena itu, makanan khusus kucing tetap menjadi pilihan paling aman untuk memenuhi kebutuhan gizinya sehari-hari.

Kebiasaan memberikan susu ternyata juga tidak selalu baik. Ahli nutrisi hewan dari Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa banyak kucing dewasa mengalami kesulitan mencerna laktosa karena tubuh mereka memproduksi enzim pencerna laktosa dalam jumlah yang lebih sedikit setelah masa menyusui berakhir. Akibatnya, konsumsi susu sapi dapat menyebabkan sakit perut, muntah, hingga diare. Jika ingin memberikan camilan berupa susu, kamu bisa memilih produk khusus kucing yang memang diformulasikan bebas atau rendah laktosa.

3. Membiarkan kucing kelebihan berat badan

ilustrasi kucing peliharaan (vecteezy.com/Ratchapon Supprasert)

Kucing yang gemuk memang terlihat menggemaskan dan nyaman dipeluk. Namun, kelebihan berat badan bukanlah tanda bahwa kucing dalam kondisi sehat, lho. Berat badan berlebih justru dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diabetes, gangguan hati, dan nyeri sendi.

Menurut panduan Journal of Feline Medicine and Surgery, menjaga kondisi tubuh ideal merupakan bagian penting dalam perawatan kucing sepanjang hidupnya. Pemantauan berat badan secara rutin dapat membantu mencegah munculnya penyakit kronis yang berkaitan dengan obesitas. Selain itu, berat badan yang terkontrol membuat kucing lebih leluasa bergerak dan tetap aktif bermain. Kucing dengan bobot tubuh ideal juga cenderung memiliki kualitas hidup yang lebih baik saat memasuki usia lanjut.

Jika kucingmu mulai menunjukkan kenaikan berat badan, jangan langsung mengurangi porsi makan secara drastis, ya. Kamu bisa mengajak mereka bermain atau mengelusnya saat meminta makanan di luar jadwal makan. Mengurangi camilan dan memberikan beberapa porsi kecil dalam sehari juga dapat membantu proses penurunan berat badan dengan lebih aman. Jangan lupa menyediakan air minum segar setiap saat agar kebutuhan cairan tubuhnya tetap terpenuhi.

4. Memaksakan pola makan vegetarian atau mentah

ilustrasi cat food (freepik.com/freepik)

Sebagian orang yang menjalani pola makan vegetarian mungkin tergoda menerapkannya pada hewan peliharaan. Sayangnya, kebutuhan nutrisi kucing sangat berbeda dengan manusia. Kucing termasuk hewan karnivora obligat yang membutuhkan protein hewani untuk memenuhi kebutuhan gizinya.

Cornell Feline Health Center menjelaskan bahwa kucing memerlukan nutrisi tertentu yang secara alami ditemukan dalam bahan pangan hewani. Salah satunya adalah taurin, yaitu asam amino penting yang berperan dalam menjaga kesehatan jantung, mata, dan sistem reproduksi. Kekurangan taurin dapat menyebabkan gangguan kesehatan serius pada kucing. Karena itu, pemberian makanan tanpa kandungan hewani sebaiknya gak dilakukan tanpa pengawasan dokter hewan.

Beberapa pemilik juga mulai tertarik memberikan makanan mentah karena dianggap lebih alami. Namun, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa makanan mentah lebih unggul dibandingkan makanan kucing komersial yang lengkap dan seimbang. Selain itu, makanan mentah tetap memiliki risiko kontaminasi bakteri yang dapat membahayakan kucing maupun pemiliknya. Sebelum mengubah pola makan kucing secara drastis, sebaiknya diskusikan terlebih dahulu dengan dokter hewan agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi.

Memberi makan kucing ternyata gak sesederhana menuangkan makanan ke dalam mangkuk setiap hari. Kebiasaan kecil seperti membiarkan makanan tersedia sepanjang waktu, memberikan susu, atau membagikan makanan dari meja makan dapat berdampak buruk bagi kesehatan mereka.

Dengan memahami kebutuhan nutrisi kucing dan menerapkan pola makan yang tepat, kamu dapat membantu menjaga berat badan ideal sekaligus mengurangi risiko berbagai penyakit. Kucing yang sehat tentu akan lebih aktif, nyaman, dan bisa menemanimu lebih lama di rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article