Di era media sosial dan budaya kerja yang serba cepat, banyak orang merasa harus selalu produktif setiap saat. Bangun pagi harus menghasilkan sesuatu, waktu istirahat dianggap kemalasan, dan kesibukan sering dijadikan ukuran kesuksesan. Tidak heran jika istilah hustle culture semakin populer karena menggambarkan gaya hidup yang mendorong seseorang untuk terus bekerja keras tanpa henti demi mencapai target tertentu.
Di sisi lain, muncul konsep slow living yang justru mengajak orang untuk menjalani hidup dengan lebih sadar, menikmati proses, dan tidak selalu terburu-buru. Lalu, apakah slow living masih mungkin dilakukan di tengah budaya hustle yang mendominasi kehidupan sekarang?
