Jakarta, IDN Times - “Dalam kekeringan ini, aku terus berbisik. I love you, Pa. I love you so much. Now, i have to let you go. I’ll be okay,” lirih Shahnaz Soehartono dalam buku terbarunya, memoar berjudul The Captain of My Flight Back Home.
Shahnaz hanya punya 20 tahun hidup bersama dengan ayahnya, Soehartono Dahlan. Bagi Shahnaz, itulah 20 tahun terindah dan terbaik dalam hidup. Rangkaian kenangan itu kemudian ia tuangkan dalam sebuah memoar yang resmi terbit pada 26 September 2025 sebagai cara untuk mengenang sekaligus merayakan arti kehadiran sang ayah.
Merangkul luka dan menemukan cinta dalam kehilangan. Buku The Captain of My Flight Back Home mengajak pembaca larut dalam rasa sakit, proses berdamai, hingga menemukan kembali cahaya dan makna cinta yang sejati.
