Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Membandingkan Harga Sebelum Checkout Ternyata Punya Sisi Positif

4 min read
Membandingkan Harga Sebelum Checkout Ternyata Punya Sisi Positif
Ilustrasi shopping (freepik.com)
  • Membandingkan harga memberi gambaran kisaran biaya, termasuk ongkos kirim dan biaya tambahan, sehingga pembeli dapat memilih penawaran yang paling sesuai, bukan sekadar label diskon.
  • Mengecek beberapa toko menciptakan jeda sebelum checkout, membantu menilai kebutuhan dan memastikan promo atau harga diskon benar-benar lebih menguntungkan dibandingkan pilihan lain.
  • Perbandingan perlu mencakup kualitas, bahan, ukuran, ulasan, dan daya tahan; harga lebih tinggi dapat bernilai lebih baik bila produk lebih awet dan manfaatnya sepadan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah gak, saat sudah menemukan barang incaran, tetapi bukannya langsung checkout kamu malah membuka beberapa toko lain untuk membandingkan harga? Kebiasaan ini memang bisa membuat proses belanja sedikit lebih lama, apalagi kalau selisih harganya cuma beberapa ribu rupiah.

Namun, kebiasaan membandingkan harga ternyata bukan sekadar soal mencari barang dengan harga paling murah. Kalau dilakukan dengan tepat, kebiasaan sederhana ini justru bisa membantu kita menjadi pembeli yang lebih teliti dan gak mudah terbawa keputusan spontan, loh!

  1. 1. Membantu mendapatkan harga yang lebih sesuai

    Ilustrasi belanja
    Ilustrasi belanja (pixabay.com/PhotoMIX-Companyz)

    Membandingkan harga membuat kita punya gambaran mengenai kisaran harga sebuah produk. Dengan begitu, kita gak langsung menganggap suatu barang murah hanya karena melihat label diskon atau harga yang terlihat menguntungkan. Kebiasaan ini juga membuat kita punya lebih banyak pertimbangan sebelum mengeluarkan uang. 

    Menurut Seth Porges, tech writer dalam sebuah artikel untuk Forbes, “Hanya karena kamu menemukan sebuah produk dengan harga yang terlihat bagus di satu situs, bukan berarti produk tersebut tidak dijual jauh lebih murah di tempat lain,” dikutip dari Bustle.

    Artinya, meluangkan beberapa menit untuk mengecek harga di toko lain sebenarnya bisa membantu kita mendapatkan penawaran yang lebih sesuai. Selisih beberapa ribu rupiah mungkin terlihat kecil untuk satu pembelian, tetapi bisa terasa jika kebiasaan tersebut dilakukan berkali-kali.

    Kita juga jadi bisa mempertimbangkan apakah harga setelah ditambah ongkos kirim dan biaya lainnya masih tergolong menguntungkan. Jadi, membandingkan harga bukan berarti selalu mencari barang termurah, melainkan mencari pilihan yang paling masuk akal.

  2. 2. Membuat kita gak gampang terbawa promo atau impulsive buying

    Ilustrasi belanja
    Ilustrasi belanja (unsplash.com/freestocks)

    Promo sering kali dirancang untuk membuat kita merasa harus segera mengambil keputusan. Tulisan seperti “flash sale”, “harga khusus hari ini”, atau “stok terbatas” bisa membuat kita takut kehilangan kesempatan. Dalam kondisi seperti itu, kita mungkin langsung memasukkan barang ke keranjang tanpa sempat mempertanyakan apakah barang tersebut benar-benar dibutuhkan atau tidak.

    Membandingkan harga bisa menjadi jeda kecil sebelum kita mengambil keputusan. Kita bisa menggunakan waktu tersebut untuk mengecek pilihan lain sekaligus memikirkan kembali alasan ingin membeli barang tersebut. Menurut Nir Eyal dalam Psychology Today, salah satu cara agar tidak mudah terpengaruh pembelian impulsif adalah memastikannya.

    “Saya sudah melakukan riset terhadap barang ini dan membandingkan harga serta ulasannya dengan produk lain,” ujarnya, dikutip dari Psychology Today.

    Karena itu, melihat beberapa pilihan harga dapat membantu kita gak terlalu mudah terpengaruh oleh angka diskon yang terlihat besar. Kita bisa mengetahui apakah harga setelah diskon memang lebih murah dibandingkan toko lain atau sebenarnya biasa saja. Proses tersebut juga memberi kita kesempatan untuk membedakan antara keinginan sesaat dan kebutuhan yang memang ingin dipenuhi.

  3. 3. Membantu kita lebih sadar soal nilai sebuah barang

    ilustrasi belanja
    ilustrasi belanja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Membandingkan harga juga membuat kita lebih teliti dalam melihat apa yang sebenarnya ditawarkan sebuah produk. Kita jadi gak hanya memperhatikan nominal, tetapi juga bisa mengecek kualitas, bahan, ukuran, ulasan, hingga daya tahan barang. Hal ini penting karena harga paling murah belum tentu memberikan keuntungan paling besar.

    Produk yang lebih mahal bisa saja memiliki kualitas yang lebih baik atau dapat digunakan dalam waktu lebih lama. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek tersebut, kita bisa mengetahui apakah sebuah barang benar-benar sesuai dengan harganya. 

    Ashley Feinstein Gerstley, CFP, shopping and savings strategist di Rakuten mengatakan, “Mengeluarkan sedikit lebih banyak uang di awal dapat menghemat uang, waktu, dan rasa frustrasi dalam jangka panjang,” dilansir Bustle.

    Karena itu, membandingkan harga sebaiknya gak berhenti pada mencari angka yang paling rendah. Kita juga perlu melihat apakah harga tersebut sebanding dengan kualitas dan manfaat yang ditawarkan. Misalnya, barang yang sedikit lebih mahal tetapi lebih awet bisa menjadi pilihan yang lebih menguntungkan dibandingkan produk murah yang harus sering diganti.

    Kebiasaan ini secara gak langsung membuat kita lebih sadar terhadap alasan di balik setiap pembelian. Jadi yang dicari bukan sekadar harga termurah, tetapi nilai terbaik dari uang yang kita keluarkan.

    Kebiasaan membandingkan harga sebelum checkout ternyata bukan berarti terlalu lama mengambil keputusan. Justru kebiasaan ini bisa membantu kita mendapatkan harga yang lebih sesuai, mengurangi dorongan untuk belanja secara impulsif, sekaligus lebih teliti melihat kualitas barang.

    Meski begitu, bukan berarti setiap pembelian harus melewati riset panjang sampai bikin pusing sendiri. Cukup luangkan sedikit waktu untuk mengecek beberapa pilihan dan pertimbangkan apakah barang tersebut memang dibutuhkan. Dengan demikian, tombol checkout gak cuma membawa kita pada transaksi, tetapi juga pada keputusan belanja yang lebih bijak.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More