“Seiring bertambahnya usia, orang menjadi lebih bertanggung jawab dan lebih mampu mengendalikan diri. Anak sulung selalu lebih tua daripada adik-adiknya, jadi saat orang tua mengamati anak-anaknya tumbuh, anak sulung akan selalu tampak lebih bertanggung jawab,” jelas Rodica Damian, profesor madya psikologi di University of Houston, Texas, AS, dikutip dari Pure Wow.
Mengapa Anak Perempuan Sulung Jadi Partner, Sahabat, dan Kakak Terbaik

Menjadi anak perempuan sulung bukan sekadar urutan kelahiran, tetapi juga peran dengan banyak ekspektasi. Sejak kecil, mereka terbiasa memikul tanggung jawab emosional dan praktis yang membentuk karakter dewasa. Hal inilah yang sering membuat mereka menonjol dalam berbagai hubungan.
Fenomena ini dikenal sebagai eldest daughter syndrome, yang membentuk kepribadian anak sulung. Meski melelahkan, pengalaman ini melahirkan kualitas yang membuat mereka begitu berarti. Yuk, simak alasan mengapa anak perempuan sulung selalu istimewa.
1. Bertanggung jawab dan selalu bisa diandalkan

Anak perempuan sulung tumbuh dengan kebiasaan mengatur, membantu, dan memastikan semuanya berjalan lancar. Sejak dini, mereka belajar bahwa kehadirannya dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan keluarga. Pola ini terbawa hingga dewasa, membuat mereka dikenal sebagai sosok yang dapat dipercaya.
Sabrina Romanoff, PsyD, seorang psikolog, dikutip dari SELF, menyebut peran ini membentuk jiwa kepemimpinan yang kuat. Perempuan-perempuan ini biasanya adalah pemimpin dan memiliki naluri untuk merawat orang-orang di sekitarnya. Tak heran jika dalam pertemanan atau hubungan, mereka sering menjadi orang yang mengambil inisiatif dan bertanggung jawab.
2. Pandai menjaga kedamaian dan menjadi penengah

Menjadi anak tertua sering kali berarti berada di tengah-tengah konflik keluarga. Mereka dituntut untuk menjadi contoh, sekaligus menjadi tempat adik-adiknya merasa aman. Situasi ini melatih mereka untuk memahami berbagai sudut pandang.
Menurut Benu Lahiry, LMFT, pengalaman ini mengajarkan keterampilan emosional yang penting. Mereka belajar menahan semuanya tetap terkendali sambil mempertimbangkan perasaan semua orang. Kemampuan inilah yang membuat anak perempuan sulung sering menjadi penenang suasana dalam hubungan dan persahabatan.
3. Cerdas secara emosional dan peka terhadap hal kecil

Anak perempuan sulung terbiasa mengamati perubahan suasana di sekitarnya. Mereka belajar membaca emosi tanpa perlu banyak kata. Hal ini membuat mereka sangat peka terhadap perasaan orang lain.
“Pengalaman awal ini membuat mereka tumbuh menjadi pribadi yang empatik dan cerdas secara emosional,” kata Lahiry.
Kepekaan ini menjadikan mereka partner dan sahabat yang penuh perhatian. Meski begitu, mereka kerap lupa memberi perhatian yang sama pada diri sendiri.
4. Selalu hadir saat orang lain membutuhkan

Anak perempuan sulung sering menjadi tempat pertama orang lain bersandar. Mereka terbiasa mendengarkan keluhan, memberi saran, dan membantu mencari solusi. Kehadirannya sering terasa menenangkan, bahkan tanpa banyak bicara.
Dalam hubungan dekat, sikap ini membuat mereka tampak matang dan bijaksana. Mereka tahu kapan harus mendukung dan kapan harus memberi ruang. Tak heran jika banyak orang merasa aman berada di dekat mereka.
Menjadi anak sulung memang tidak mudah. Namun, dari tantangan itulah lahir pribadi yang kuat, empatik, dan penuh tanggung jawab, tak heran mereka sering jadi partner, sahabat, dan kakak terbaik

















