Di era media sosial, hubungan antara content creator dan audiens terasa semakin dekat. Kreator tidak hanya membagikan konten, tetapi juga menceritakan kehidupan pribadi, mengajak followers mengikuti aktivitas sehari-hari, melakukan live streaming, hingga menggunakan sapaan khusus untuk komunitasnya. Interaksi yang konsisten ini dapat membuat penonton merasa mengenal kreator secara personal, meskipun hubungan tersebut sebenarnya berlangsung satu arah.
Fenomena tersebut dikenal sebagai hubungan parasosial (parasocial relationship), yaitu ikatan psikologis yang dirasakan seseorang terhadap figur media tanpa adanya hubungan interpersonal yang setara. Hubungan parasosial tidak selalu buruk. Justru, rasa kedekatan dapat membuat komunitas menjadi lebih suportif dan membuat audiens merasa memiliki ruang untuk terhubung dengan orang lain. Namun, kedekatan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk meningkatkan engagement dan keuntungan. Berikut lima alasannya.
