Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengapa Frugal Living Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia?

Mengapa Frugal Living Bisa Membuat Hidup Lebih Bahagia?
Ilustrasi bahagia (pexels.com/Photo by Jess Loiterton)
Share Article

Belakangan ini, gaya hidup frugal living semakin populer, terutama di kalangan anak muda dan keluarga yang ingin mengelola keuangan dengan lebih bijak. Berbeda dengan anggapan bahwa hidup hemat berarti pelit atau serba kekurangan, frugal living justru menekankan pengeluaran yang sadar dan sesuai kebutuhan sehingga uang dapat digunakan untuk hal-hal yang benar-benar bernilai.

Di tengah biaya hidup yang terus meningkat, banyak orang mulai menyadari bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari membeli barang baru atau mengikuti tren. Dengan mengurangi pengeluaran yang tidak perlu dan memprioritaskan tujuan jangka panjang, frugal living dapat memberikan rasa aman, mengurangi stres, dan meningkatkan kualitas hidup.

1. Frugal living membantu mengurangi stres karena masalah keuangan

Ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)
Ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/www.kaboompics.com)

Salah satu manfaat terbesar dari frugal living adalah memberikan kontrol yang lebih baik terhadap kondisi finansial. Ketika pengeluaran disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan, risiko terlilit utang atau mengalami kesulitan keuangan dapat berkurang.

"Stres finansial dapat mengikis kepercayaan diri, menciptakan kecemasan sehari-hari, dan mempersulit perencanaan masa depan," kata perencana keuangan bersertifikat, Shannon Lee Simmons dikutip dari Life Speak.

Dengan menerapkan hidup hemat secara konsisten, seseorang memiliki kesempatan membangun dana darurat dan tabungan. Kondisi tersebut dapat menciptakan rasa tenang karena memiliki cadangan ketika menghadapi situasi yang tidak terduga.

2. Membantu fokus pada hal yang benar-benar bernilai

Ilustrasi keuangan menipis (pexels.com/www.kaboompics.com)
Ilustrasi keuangan menipis (pexels.com/www.kaboompics.com)

Frugal living mendorong seseorang berpikir sebelum membeli sesuatu. Pertanyaannya bukan lagi “Apakah aku mampu membelinya?”, tetapi “Apakah aku benar-benar membutuhkannya?” Pola pikir ini membantu mengurangi pembelian impulsif dan meningkatkan kepuasan terhadap barang yang dimiliki.

"Biaya hidup terus meningkat dan upah semakin ketat, jadi mengurangi pengeluaran sebisa mungkin adalah langkah bijak," saran Shannon.

Dengan membeli lebih sedikit tetapi lebih bermakna, seseorang dapat mengalokasikan sumber daya untuk pengalaman, pendidikan, atau waktu bersama keluarga yang sering kali memberikan kebahagiaan jangka panjang.

3. Mengajarkan kebiasaan bersyukur dan menghindari konsumtif

Ilustrasi merasa bersyukur (unsplash.com/Photo by Jonnelle Yankovich)
Ilustrasi merasa bersyukur (unsplash.com/Photo by Jonnelle Yankovich)

Frugal living juga melatih rasa syukur terhadap apa yang sudah dimiliki. Alih-alih terus mengejar barang baru, seseorang belajar memanfaatkan barang yang masih layak digunakan dan menghindari pemborosan.

"Rasa syukur adalah cara bagi orang untuk menghargai apa yang mereka miliki, alih-alih selalu mengejar sesuatu yang baru dengan harapan itu akan membuat mereka lebih bahagia, atau berpikir bahwa mereka tidak akan merasa puas sampai setiap kebutuhan fisik dan materi terpenuhi," tulis laporan Harvard Health Publishin dalam pembahasannya "Giving thanks can make you happier".

"Rasa syukur membantu orang untuk fokus kembali pada apa yang mereka miliki, bukan pada apa yang mereka kekurangan," lanjutnya.

Kebiasaan ini dapat mengurangi tekanan sosial untuk selalu mengikuti tren. Pada akhirnya, kepuasan hidup tidak lagi bergantung pada banyaknya barang yang dimiliki, tetapi pada kemampuan menikmati apa yang sudah ada.

4. Memberikan kebebasan untuk mencapai tujuan jangka panjang

Ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/Photo by Karola G)
Ilustrasi mengatur keuangan (pexels.com/Photo by Karola G)

Uang yang dihemat melalui frugal living dapat dialihkan untuk tujuan yang lebih besar, seperti dana pendidikan, membeli rumah, memulai usaha, atau mempersiapkan masa pensiun. Dengan demikian, setiap keputusan finansial menjadi lebih terarah.

Salah satu manfaat terbesar dari pengelolaan keuangan yang baik adalah kebebasan untuk menentukan bagaimana seseorang menggunakan waktunya. Ketika memiliki tabungan dan investasi yang memadai, seseorang tidak hanya memperoleh keamanan finansial, tetapi juga lebih leluasa mengambil keputusan hidup tanpa tekanan ekonomi yang berlebihan.

5. Kebahagiaan tidak selalu datang dari konsumsi berlebihan

Ilustrasi keuangan baik (unsplash.com/Photo by Sasun Bughdaryan)
Ilustrasi keuangan baik (unsplash.com/Photo by Sasun Bughdaryan)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa setelah kebutuhan dasar terpenuhi, peningkatan konsumsi tidak selalu sejalan dengan peningkatan kebahagiaan. Faktor seperti hubungan sosial, kesehatan, dan rasa memiliki tujuan hidup justru memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap kesejahteraan.

Ekonom peraih Nobel Daniel Kahneman bersama Angus Deaton menemukan bahwa kesejahteraan emosional tidak terus meningkat seiring bertambahnya pendapatan setelah titik tertentu. Penelitian mereka dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS) dengan judul "High Income Improves Evaluation of Life but Not Emotional Well-Being".

Temuan tersebut menjadi pengingat bahwa mengejar pengeluaran tanpa batas bukanlah jalan pasti menuju kebahagiaan. Frugal living menawarkan pendekatan yang lebih seimbang, yaitu menggunakan uang sebagai alat untuk mendukung kehidupan yang bermakna, bukan sebagai tujuan akhir.

Frugal living bukan berarti hidup dalam keterbatasan atau menolak menikmati hasil kerja keras. Sebaliknya, gaya hidup ini mengajarkan pentingnya membuat keputusan finansial yang sadar, memprioritaskan kebutuhan, dan menghindari pemborosan yang tidak memberikan nilai jangka panjang.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

5 Langkah Reflektif untuk Mengidentifikasi Kesenjangan Potensi Diri

26 Jun 2026, 16:17 WIBLife