Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Ambiguous Loss, Keadaan Berduka Tanpa Kejelasan
Ilustrasi ambiguous loss (pexels.com/www.kaboompics.com)
  • Ambiguous loss adalah bentuk duka tanpa kejelasan atau penutupan, diperkenalkan oleh Pauline Boss pada tahun 1970-an untuk menggambarkan kehilangan yang sulit dipahami dan diakui secara emosional.
  • Terdapat dua tipe ambiguous loss: ketidakhadiran fisik dengan kehadiran psikologis seperti hilangnya seseorang, serta ketidakhadiran psikologis dengan kehadiran fisik seperti demensia atau kecanduan.
  • Kondisi ini dapat membuat seseorang terjebak dalam proses berduka berkepanjangan, namun pengakuan emosi, pencarian makna, dan membangun kembali identitas diri menjadi langkah penting untuk penyembuhan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kematian orang terkasih bisa menjadi salah satu pengalaman paling menyedihkan yang dihadapi seseorang. Apalagi, ada banyak hal dalam hidup yang tidak dapat diprediksi, maupun di luar pemahaman dan kendali kita.

Salah satunya, saat orang dapat merasakan kehilangan tanpa adanya kematian, sehingga lebih sulit untuk mengenali serta memvalidasi emosi-emosi ini. Jika pernah menghadapi kehilangan yang tidak terdefinisi dengan jelas, kamu mungkin mengalami apa yang dikenal sebagai "ambiguous loss". Kamu bisa cari tahu secara lengkap mengenai kondisi tersebut lewat ulasan di bawah.

1. Apa arti ambiguous loss?

Ilustrasi ambiguous loss (pexels.com/www.kaboompics.com)

Ambiguous loss adalah duka atau kesedihan tanpa akhir yang jelas karena tidak ada kepastian mutlak. Ini melibatkan keadaan yang tidak memiliki kesimpulan, kurangnya penyelesaian, atau penutupan (closure) yang jelas.

Istilah ambiguous loss pertama kali dicetuskan pada tahun '70-an oleh psikoterapis terkenal Pauline Boss, PhD. Istilah ini telah memberikan bahasa dan pengakuan terhadap kehilangan yang ambivalen (kondisi psikologis di mana seseorang merasakan dua emosi).

"Memberi label hal tersebut sebagai ambiguous loss dapat sangat membantu proses penyembuhan ketika kita memiliki istilah untuk menggambarkan apa yang dialami. Ini membantumengatasi masalah dengan lebih baik," kata Beth Tyson, psikoterapi yang berbasis di Pennsylvania, dikutip dari laman Psych Central.

2. Dua tipe ambiguous loss

Ilustrasi ambiguous loss (pexels.com/www.kaboompics.com)

Pauline Boss mengembangkan teorinya tentang ambiguous loss dengan menerbitkan buku penting "Ambiguous Loss: Learning to Live With Unresolved Grief" yang menguraikan dua jenis kehilangan ambigu: tipe satu dan tipe dua.

  • Tipe Satu: Physical absence with psychological presence (ketidakhadiran fisik dengan kehadiran psikologis). Contohnya dapat berupa tentara yang hilang dalam pertempuran, bencana alam, perceraian, imigrasi, penculikan, genosida, menghilang tanpa kabar (ghosting), atau keterasingan.

  • Tipe Dua: Psychological absence with physical presence (ketidakhadiran psikologis dengan kehadiran fisik). Contohnya dapat berupa demensia, cedera otak traumatis, penyakit mental, atau kecanduan. Hal ini juga dapat disebabkan oleh kehilangan yang tidak masuk akal bagi kita, seperti bunuh diri, meskipun orang tersebut telah meninggal.

3. Bagaimana ambiguous loss mempengaruhi perasaan berduka

Ilustrasi ambiguous loss (pexels.com/Polina Zimmerman)

Ambiguous loss termasuk jenis duka yang rumit. Proses berduka berbeda bagi setiap orang, dan tidak ada satu cara "yang benar" untuk berduka. Namun, umumnya kamu akan melewati lima tahapan berduka:

  • Penyangkalan.

  • Amarah.

  • Tawar-menawar.

  • Depresi.

  • Penerimaan.

Orang yang berduka atas suatu kehilangan akan melewati tahapan-tahapan duka ini tanpa urutan tertentu. Tetapi pada ambiguous loss, kamu mungkin terjebak di salah satu tahapan tersebut. Hal ini terkadang disebut sebagai "frozen grief" atau "grief limbo".

“Rasanya seperti trauma yang berkelanjutan karena tidak ada jawaban. Ambiguous loss dapat terasa mengisolasi karena bisa diabaikan. Hal ini membuat orang yang mengalami kehilangan tersebut merasa sangat kesulitan," kata psikolog Kia-Rai Prewitt, PhD, dikutip dari Cleveland Clinic.

Jika mengalami ambiguous loss tipe dua, orang lain mungkin bahkan tidak menyadari bahwa kamu sedang berduka sama sekali.

4. Cara mengatasi ambiguous loss

Ilustrasi ambiguous loss (pexels.com/Polina Zimmerman)

Tidak ada satu cara pun untuk mengatasi kesedihan, tetapi ada beberapa cara untuk mencoba menghadapi rasa kehilangan dengan cara yang sehat. Berikut beberapa caranya:

  • Identifikasi kehilangan tersebut dan akui bahwa kamu sedang berduka.

  • Sadarilah bahwa memiliki emosi campur aduk adalah hal yang normal dan prosesnya tidak linear. Terkadang, kamu mungkin merasa sedih atau marah, atau bahkan bahagia atau lega. 

  • Cobalah untuk menemukan makna dan memahami kehilangan tersebut, serta sadari apa yang dapat dan tidak dapat kamu kendalikan. Jangan menciptakan harapan palsu, tetapi cobalah untuk menemukan sesuatu yang baru untuk diharapkan.

  • Berhentilah menunggu seseorang untuk memberikan closure bagimu dan izinkan dirimu untuk mulai menyembuhkan diri.

  • Membangun kembali identitas. Upayakan untuk memahami peran baru dan siapa kamu sekarang, kemudian membangunnya kembali, jika keadaan berubah.

  • Libatkan diri pada suatu kegiatan sosial. Bergabung dengan organisasi yang berfokus pada berbagai isu yang memiliki makna pribadi.

  • Bersikap baiklah kepada diri sendiri ketika kamu sedang berkutat dengan emosi yang sulit, sama seperti kamu memberikan belas kasih kepada orang lain jika mereka sedang berduka.

Nah, itulah penjelasan mengenai istilah ambiguous loss, kondisi seseorang yang merasakan duka mendalam tanpa adanya kejelasan. Semoga ulasan di atas bermanfaat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article