Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengenal Finger Princess, Si Paling Hobi Tanya Hal yang Bisa Dicari Sendiri
ilustrasi memotret makanan (pexels.com/marcusaurelius)

Sore itu seorang kawan mengirim pesan singkat, “Besok ketemu jam berapa?”. Pertanyaan ini tentu bikin dahiku berkerut, karena baru saja tadi dibahas di grup chat. Belum selesai aku mengetikkan jawabannya, dia sudah kembali memberondong dengan pertanyaan “Tempatnya di mana?” dan “Harus bawa apa?”.

Kalau kamu juga langsung teringat pada seseorang, mungkin dia termasuk finger princess. Istilah dari slang Korea ping-peu ini merujuk pada orang yang gak mau repot mencari tahu sendiri. Meski terdengar sepele, kebiasaan ini bisa bikin orang di sekitarnya lelah kalau terus dilakukan. Yuk, kenali lebih jauh finger princess lewat artikel berikut!

1. Finger princess bukan sekadar orang yang suka bertanya

ilustrasi bermain handphone (pexels.com/karolinagrabowska)

Pada dasarnya, finger princess adalah sebutan untuk orang yang sering menanyakan hal-hal sederhana yang sebenarnya bisa mereka cari sendiri. Misalnya, menanyakan jam buka tempat, lokasi restoran, detail acara, atau informasi lain yang sebenarnya sudah tersedia di percakapan.

Menurut Christie Ferrari, PsyD, psikolog klinis yang berbasis di Miami, dikutip dari SELF, permintaan seperti ini memang terlihat kecil. Namun, hal tersebut secara halus menempatkan satu orang pada posisi sebagai pihak yang melakukan emotional labor, yaitu orang yang akhirnya bertugas mencari informasi, mengingatkan, menjelaskan, hingga mengulang jawaban untuk orang lain.

Jadi, masalahnya bukan semata-mata karena seseorang bertanya. Yang bisa melelahkan adalah ketika satu orang terus-menerus menjadi tempat orang lain mencari jawaban, padahal mereka memiliki akses terhadap informasi yang sama.

2. Gak semua orang yang suka bertanya adalah finger princess

ilustrasi bermain handphone (pexels.com/yankrukov)

Sebelum memberikan label finger princess kepada teman, coba perhatikan seberapa sering kebiasaan tersebut terjadi. Sesekali lupa, sedang terburu-buru, atau benar-benar gak tahu tentu bukan masalah besar.

Mengutip dari SELF, Suzanne Degges-White, PhD, LCPC, ketua Departemen Konseling dan Pendidikan Tinggi di Northern Illinois University College of Education, mengatakan bahwa terkadang teman-teman seperti ini gak sengaja bersikap dengan cara yang dimaksudkan untuk menyebalkan. Mereka mungkin memang pelupa, sedang kehabisan waktu, atau benar-benar penasaran.

Namun, kalau pertanyaan seperti “Ini siapa?”, “Kapan?”, atau “Di mana?” terus muncul hampir setiap kali ada informasi baru, situasinya mulai berbeda. Ketika bertanya menjadi respons otomatis untuk hal-hal yang sebenarnya mudah dicari, kebiasaan tersebut sudah bisa dianggap sebagai sebuah pola.

3. Perhatikan apakah jawabannya sebenarnya bisa ditemukan dalam hitungan detik

ilustrasi perempuan bermain handphone sebelum tidur (pexels.com/ronlach)

Salah satu cara mengenali finger princess adalah melihat apakah pertanyaannya memang sulit dijawab atau sebenarnya tinggal dicari. Misalnya, menanyakan restoran yang sudah dipilih di grup chat atau jam tutup kedai kopi yang bisa ditemukan lewat internet.

Kamu juga bisa melihat apakah mereka sudah berusaha mencari tahu sebelum bertanya. Teman yang memang membutuhkan bantuan biasanya akan mengatakan, “Aku sudah coba cari tahu, tapi gak ketemu.”

“Pada dasarnya, mereka memberi tahu bahwa mereka sudah memikirkannya, tetapi mereka menemui jalan buntu,” jelas Dr. Ferrari.

4. Kalau terus dilakukan, pertanyaan sepele pun bisa bikin kesal

ilustrasi memeriksa handphone (pexels.com/olly)

Dibandingkan berbagai red flag dalam pertemanan, menjadi finger princess mungkin bukan masalah yang paling serius. Namun, kebiasaan kecil yang terus berulang tetap bisa menimbulkan rasa kesal, terutama ketika kamu selalu menjadi orang yang diandalkan untuk mencari atau menjelaskan sesuatu.

Dr. Ferrari mengatakan, hal ini mungkin terasa terlalu sepele untuk dibicarakan. Akibatnya, orang justru memilih perlahan menjauh atau menarik diri secara emosional. Masalahnya bukan satu pertanyaan, melainkan kebiasaan terus mengandalkan orang lain untuk mengingat, mencari, menjelaskan, atau memastikan hal-hal yang sebenarnya bisa dilakukan sendiri.

5. Gak perlu marah, cukup arahkan mereka untuk mencari sendiri

ilustrasi wanita menatap layar handphone (unsplash.com/danrop)

Kalau sudah mulai lelah menjawab pertanyaan yang sebenarnya mudah ditemukan, kamu gak harus langsung menegur teman dengan keras. Coba arahkan mereka secara halus agar terbiasa mencari jawabannya sendiri.

Kamu bisa mengatakan, “Aku juga gak yakin. Kamu sudah coba cari di mana?” atau, “Aku gak tahu, tapi sepertinya jawabannya mudah ditemukan.” Bisa juga dengan mengatakan, “Coba kamu cari tahu dulu, nanti kasih tahu aku kalau sudah ketemu.”

Cara lainnya adalah gak selalu langsung menjawab setiap pertanyaan. Dengan memberi sedikit waktu dan membiarkan mereka mencari sendiri, kamu secara perlahan mengembalikan tanggung jawab kepada orang yang memang membutuhkan informasi tersebut.

Finger princess mungkin terdengar lucu, tetapi kebiasaan terus mengandalkan orang lain untuk hal sepele bisa bikin lelah. Jadi, sebelum bertanya, coba cari tahu dan cek dulu jawabannya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article