ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi)
Canon event biasanya digunakan ketika seseorang ingin menceritakan pengalaman yang dianggap penting, memalukan, menyakitkan, atau berkesan dalam kehidupannya. Istilah ini juga bisa digunakan ketika melihat orang lain sedang mengalami sebuah pengalaman yang dianggap sebagai bagian dari proses pendewasaan.
Misalnya, ketika seseorang melihat temannya akan melakukan sesuatu yang berpotensi membuatnya malu, mereka bisa mengatakan, "Jangan ikut campur, itu canon event". Kalimat tersebut digunakan secara bercanda untuk menggambarkan bahwa orang tersebut dianggap perlu mengalami kejadian tersebut sendiri.
Menurut Aaron Makelky, influencer sekaligus pakar bahasa gaul, dilansir Wiki How, canon event juga dapat digunakan untuk menceritakan pengalaman yang sudah terjadi di masa lalu.
"Seseorang bisa menyebut pengalaman seperti salah memilih pasangan, mengalami fase penampilan yang memalukan, atau membuat keputusan yang disesali sebagai canon event karena pengalaman tersebut dianggap telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya," ungkap Aaron.
Istilah canon event merupakan contoh bagaimana budaya populer dapat memengaruhi bahasa yang digunakan di media sosial. Berasal dari konsep dalam Spider-Man: Across the Spider-Verse, istilah ini kemudian digunakan secara lebih luas untuk menggambarkan pengalaman hidup yang dianggap sulit dihindari, tetapi dapat menjadi bagian dari proses seseorang untuk tumbuh dan belajar.