ilustrasi nunggu air mendidih (freepik.com/zinkevych)
Nunggu air mendidih, lift datang, atau halaman web terbuka sering bikin kamu refleks ambil HP tanpa mikir panjang. Jari langsung scroll, mata pindah dari satu layar ke layar lain, padahal waktu tunggunya cuma sebentar. Kebiasaan ini kelihatan sepele, tapi diam-diam bikin pikiran gak pernah benar-benar istirahat. Setiap jeda kecil langsung diisi stimulasi baru, sampai tubuh lupa rasanya berhenti.
Di momen menunggu seperti ini, kamu sebenarnya punya ruang aman buat fokus ke napas. Tarik napas pelan lewat hidung, tahan sebentar, lalu buang perlahan. Rasakan kaki menapak di lantai atau punggung bersandar di kursi. Tanpa kamu sadari, bahu yang tadinya naik mulai turun dan rahang yang tegang jadi lebih rileks. Tubuh dapat sinyal kalau situasinya aman dan gak perlu terburu-buru.
Kalau kebiasaan ini kamu ulang pelan-pelan, momen menunggu gak lagi terasa kosong atau membosankan. Justru jadi titik kecil buat nenangin diri di tengah hari yang ramai. Kamu gak butuh teknik ribet atau waktu khusus, cukup hadir beberapa detik di situ. Dari hal sesederhana ini, pikiran bisa terasa lebih ringan tanpa harus pergi ke mana-mana.